Gampong Membangun

0

Akademi Desa 4.0 untuk Mempercepat Desa Membangun

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID, JAKARTA – Akademi Desa 4.0 diluncurkan untuk mempercepat proses Desa Membangun melalui kolaborasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Pegiat Desa, Lembaga Pelatihan, dan Perguruan Tinggi. Peluncurannya dilakukan...

0

Musyawarah Gampong Bukan Forum Rahasia

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Musyawarah Gampong adalah musyawarah antara Tuha Peut Gampong atau Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Gampong, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Tuha Peut Gampong untuk menyepakati hal yang bersifat...

0

Modal Sosial Kunci Pembangunan Gampong

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Kunci sukses pembangunan di desa adalah partisipasi masyarakat. Hal itu dikatakan Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat menjadi pembicara kunci dalam dialog Teras Kita yang diselenggarakan KAGAMA dan KOMPAS...

0

Mulai 2019, Pemberdayaan SDM Bakal Jadi Prioritas

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID –  Ada kabar cukup mengejutkan dari Jakarta. Tahun 2019 mendatang peerintah bakal memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia sebagai prioritas pembangunan nasional. Soalnya, peningkatan kesejahteraan ekonomi sesungguhnya lebih ditentukan oleh SDM...

0

Ini Dia, Empat Prioritas Pembangunan Desa Sekarang

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Tahukah Anda empat hal yang sedang digenjot Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebagai prioritas pembangunan desa? Keempatnya yakni pengembangan produk unggulan desa, mendorong BUMDesa untuk meningkatkan kapasitas...

0

Manfaat Keterbukaan Informasi Gampong

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Undang-undang yang memberikan jaminan kepada rakyat memperoleh informasi publik untuk meningkatkan peran aktif mereka dalam penyelenggaraan negara, baik pada tingkat pengawasan, pelaksanaan penyelenggaraan negara maupun pada tingkat pelibatan selama...

0

Sepenting apakah Perpustakaan bagi Gampong?

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Seberapa pentingnya kebutuhan warga desa terhadap kehadiran perpustakaan desa? Lha wong mengurus kebutuhan rumah tangga saja sudah menghabiskan waktu, kapan punya waktu untuk membaca. Begitu sebagian pikiran warga desa...