Tahapan Tahapan Dalam Pengembangan BUMG Kemitraan BAKTI-BUMDesa

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Dalam pengembangan Badan Usaha Milik Gampong Kemitraan BAKTI-BUMDesa di bagi dalam tiga tahapan.

Tahapan pertama yaitu  menyelesaikan masalah-masalah konektivitas, dimana setiap warga negara warga masyarakat memiliki kesempatan untuk bisa menggunakan akses internet bagi kepentingan kehidupanya, dengan kondisi wilayah Republik Indonesia yang sedemikian luas dan  berupa kepulauan  bukan masalah yang gampang untuk menyelesaian masalah konektivitas.

Masalah tersebut tersebut bisa teratasi dengan milibatkan potensi-potensi yang ada terutama Bumdes atau Badan Usaha MIlik Gampong seperti pengalaman di PT. BUMADES Pancamandala Desa Mandalamekera  Tasikmalaya Jawa Barat.

Keterbatasan layanan akses internet diperdesaan menjadi peluang bagi bumdes  sebagai bagian dari bidang usaha, layanan akses internet bisa menjadikan salah satu sumber pendapatan dan sumber usaha bagi bumdes itu sendiri.

Untuk menjalankan usaha tersebut, pada titik pilot project, akan didampingi oleh BAKTI  (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi ) yang dibagi dalam tiga langkah yaitu mulai dari  :

Pertama : Penyelasaian masalah konektivitas, dalam hal ini BAKTI akan meningkatkan kapasitas organisasi bumdes dengan membentuk unit usaha yang secara khusus menjalankan usaha dibidang telekomunikasi dan informasi, dalam hal ini  diharapkan bumdes  juga mampu mengajak desa-desa disekitarnya untuk bekerja sama membentuk satu unit usaha bersama yang bisa dijalankan melalui kerja sama  antar desa atau kerja sama antar bumdes.

Kedua :  BAKTI akan melakukan fasilitasi kemitraan, karena usaha dibidang layanan internet tentunya tidak sekedar urusan teknologi tapi juga berkenaan dengan urusan izin perizinan, jarigan internet seperti halnya di Pancamandala  bumdes bisa menjalankan usahanya setelah bermitra dengan PT Sarana Insan Muda Selaras (SIMS ) salah satu ISP penyelenggaraan layanan internet bekerja sama dengan bumdes, sehingga bumdes bisa menjalankan usahanya atas nama ISP.

Untuk di Cot Baroh, BAKTI melakukan pemetaan untuk mencari ISP yang bisa bekerja sama dengan bumdes, paling tidak ISP  (Internet Service Provider) yang memiliki infrastruktur  yang bisa memberikan layanan akses internet di wilayahnya, salah satu diantaranya hasil yang dipetakan oleh BAKTI adalah Net One  PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, disini BAKTI hanya mencoba memetakan kira-kira mana yang paling mudah, paling dekat dan paling mungkin bisa bekerja sama dengan  bumdes.

Kemitraan disni adalah kemitraan yang saling menguntungkan, karena ISP badan usaha swasta yang pada dasarnya keuntungan menjadi pertimbangannya, demikian juga dengan bumdes, bumdes tidak boleh bermitra dengan perusahaan yang hanya menjadikan bumdes sebagai pelanggan tapi harus bumdes betul-betul mitra berbisnis sehingga masing-masing mendapat keuntungan atas kemitraan, ini yang menjadi pertahian BAKTI dalam mengwujudkan kemitraan bumdes dengan ISP.

Ketiga : BAKTI memberikan pedampingan berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia sehingga bumdes betul-betul menjalankan usaha dibidang telekomunikasi dan informasi yaitu bagaiman tumbuhnya kemamampuan sumber daya bumdes  baik dari sisi managemen usaha maupaun dari sisi teknis pelayanan, tiga hal tersebut akan dirumuskan dalam perjanjian kerja sama antara BAKTI – BUMDES – ISP.

Seletelah tahapan pertama selesai dilakukan, dimulaikan tahapan kedua yaitu yang tahapan yang paling penting.

Tahapan kedua adalah pemberdayaan masyarakat yaitu bagaimana internet itu dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan positif, karena saat tidak jarang banyak orang memandang internet sebagai sesuatu yang banyak mudaratnya dari pada manfaat

Baca Juga : BAKTI Lakukan Assessment BUMDES Kemitraan BAKTI-BUMDesa di Gampong Cot Baroh

Padahal internet hanya sebagai sebuah alat, sebagai teknologi sama seperti teknologi yang lain, oleh karena itu ditahab kedua ini adalah usaha untuk melakukan  pemberdayaan masyarakat yang berbasis teknologi digital, bagaimana internet bermanfaat bagi petani, pedagang, siswa, mahasiswa, ibu rumah tangga bagaimana dalam mendidik anaknya.

Ditahab kedua, upaya -upaya pemberdayaan yang tidak hanya saja dilakukan oleh BAKTI tapi juga melibatkan institusi lain seperti dinas-dinas terkait  yang menjalankan urusan-urusan dalam hal sosialisasi kepada masyarakat tentang pemanfatatan internet, seperti halnya internet  CAKAP ( Cerdas, Kreatif dan Produktif ) pembentukan kelompok informasi gampong dan lain sebagainya yang intinya internet harus dimanfaaat kan untuk hal-hal positif.

Tahapan  Ketiga  adalah tahapan komersialisasi, tahapan pengembangan platform-platform bisnis atau usaha yang bisa digunakan oleh masyarakat. dalam tiga tahapan tersebut adalah konteks kerjasama atau kemitraan BAKTI – BUMDES – ISP dijalankan.

Bukan hanya menghadirkan konektivitas saja, konektivitas akan datang dengan sendirinya apabila diri sisi visability usaha, swasta sudah memandang menguntungkan, tapi justru bagaimana kemudian internet manfaatkan oleh masyarakat untuk meningkat kesejahteraan itu yang lebih penting.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan assessment BUMDES Kemitraan BAKTI-BUMDesa di Gampong Cot Baroh 10 September 2019.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan