BAKTI Lakukan Assessment BUMDES Kemitraan BAKTI-BUMDesa di Gampong Cot Baroh

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Seperti yang kita bersama, BUMDES atau di Aceh disebut Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) adalah salah satu program dari empat program prioritas Kementerian Desa dan PDT yaitu Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Badan Usaha MIlik Desa (BUMDes), Empung Desa dan Raga Desa.

BUMG di Gampong Cot Baroh sendiri sudah berdiri sejak 23 September 2009 pada saat program Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong (BKPG) Pemerintah Aceh berjalan, seiring dengan telah adanya bantuan dana desa  yang amanatkan oleh Undang Undang Desa  Nomor 6 Tahun 2014, Bumdes terus digalakan untuk kemandirian desa, nagari, kampung dan gampong atau sebutan lainya.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan telah melakukan kegiatan Assessment BUMDES Kemitraan BAKTI-BUMDesa di Gampong Cot Baroh (10/09/19) lalu.

Kegiatan assessment  dalam rangka pengembangan usaha dan pelayanan bidang Telekomunikasi dan Informasi kawasan perdesaan untuk Indonesia yang lebih baik.

Yang merupakan tindak lanjut dari workshop Kemitraan BAKTI-BUMDesa tanggal 12-14 November 2018 lalu di Kantor BAKTI – KOMINFO Jakarta dan Desa Mandalamekar Kec. Jatiwaras Tasikmalaya Jawa Barat.

Program Kemitraan BAKTI-BUMDesa adalah program pemanfaatan BUMDES atau BUMADES di bidang TI ( Teknologi Informasi dan informatika ) dengan harapan semua infrastruktur telekomunikasi yang sudah dibangun oleh Pemerintah seperti palapa ring paket barat, paket tengah, paket timur  menjadi kemasalahat bagi masyarakat, dimana bumdes atau bumades  akan di design semacam bisnis dengan kerja sama bumdes dengan ISP ( Internet Service Provider ) dimana keuntungan akan kembali ke bumdes, bumdes yang akan menyebarkan sinyal-sinyal wifi ke rumah – rumah masyarakat seperti yang terjadi di Bumades Pancamandala Desa Mandalamekar Tasikmalaya Jawa Barat, sebagaimana kata Hairil Wahyuansyah Pohan Staf Direktorat Layanan TI Badan Usaha BAKTI.

Sedikit gambaran apa yang sedang dilakukan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dalam upaya pemberdayaan Bumdes, Bumades atau BUMG ( Badan Usaha Milik Gampong) dalam kaitanya dengan pengembangan layanan telekomunikasi dan informasi akses internet dan pemanfatan internet berdasarkan pada :

Pertama, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi dimana salah satu pelayanan dasar yang wajib dijalankan oleh pemerintah yaitu pelayanan yang sama kepada setiap warga Negara Indonesia atas akses telekomunikasi.

Kedua, Visi dan misi BAKTI yaitu pemerintah bisa menjembatani kesenjangan digital dan memerdekan sinyal pada tahun 2020.

Ketiga, Undang Undang  Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa dimana dalamnya mengamanatkan  Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Kabupaten melakukan pembinaan pada bumdes atau Badan Usaha Milik Gampong, termasuk di dalamnya memberikan bantuan teknis, permodalan dan lainya sebagainya,  kata  Budi Setiadi selaku Tenaga Ahli BAKTI dalam paparan materi yang disampaikannya.

Budi Setiadi menambahkan, dalam kaitanya dengan telekomunikasi dan informasi khusunya akses internet, ada pengalaman yang menarik dimana sebuah bumdes bersama bisa menjalankan pelayanan yang tadinya desa itu desa broadband terpadu sepertinya halnya Desa Cot Baroh, mereka secara kolektif melakukan kerja sama antar desa, ada lima desa dalam satu perangkat  kerja sama antar desa yang disebut  kawasan Panca Mandala.

Kemudian mereka mengembangkan usaha layanan akse internet, dari desa penerima bantuan desa broadband terpadu dengan satu titik akses point melalui vsat mereka telah mampu melakukan ektensi layanan akses internet, selain di desa tersebut hingga ke luar desa.

Sekarang mereka sudah melayani 24 desa yang tersebar dalam empat kecamatan, yang tadinya mendapatkan bantuan  kapsitas internet 2 mbps melalui  vsat sekarang mereka telah berlangganan icon+  100 mbps, yang dilakukan secara mandiri tenaga-tenaga lokal dan didanai oleh bumdes yang tergabung dalam bumdes bersama dan membentuk unit usaha yang berbadan hukum PT. BUMADES Pancamandala.

Dari pengalaman itu, kemudian BAKTI mencoba megembangkan    PT. BUMADES Pancamandala dalam tahapan-tahapan berikutnya dan juga mencoba melakukan replikasi apa yang terjadi di Pancamandala di dua puluh titik bumdes sebagai pilot project yang di dalamnya adalah Gampong Cot Baroh salah satunya.

Harapan BAKTI yang  menjadikan Cot Baroh sebagai pilot project untuk pengembangan layanan akses internet supaya bisa menjadi pusat pengembangan paling tidak di provinsi Aceh atau Kabupaten Pidie oleh karena itu harapan kita nantiknya apa yang terjadi di Cot Baroh bisa dijadikan rujukan untuk pengembangan layanan telekomunikasi dan informasi di Kabupaten Pidie, tutup Budi Setiadi.

Kegiatan assessment BUMDES Kemitraan BAKTI-BUMDesa juga di hadiri oleh SKPK terkait di Kabupaten Pidie seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Kominfo, Informasi dan Sandi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) dan Camat Kecamatan Glumpang Tiga.

Turut juga hadir Keuchik / perwakilan Gampong tetangga seperti Gampong Cot Tunong, Krueng Jangko, Blang Tunong dan Tufah Jeulatang, serta para Padamping Desa dan Lokal Desa.

Semoga kedepanya BUMDesa Cot Baroh bisa menjadi pusat pengembangan BUMDesa dalam pengembangan TI dibagian Paling Barat Indonesia dalam konteks pemanfaatan TI yang positif untuk kemajuan Gampong.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan