Keberhasilan BUMG di Tangan Keuchik

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID  – Peran Keuchik Gampong terhadap BUMG seringkali menjadi pembahasan yang masih diperdebatkan oleh beberapa kalangan. Sebagian orang selalu menempatkan Keuchik sebagai pemilik otoritas dalam mengatur atau mengelola BUMG. Padahal, pengelolaan BUMG sesungguhnya berbeda ranah dengan urusan administrasi dan pemerintahan. Seperti apa penjelasannya?

Keuchik Gampong Cot Baroh Meninjau Kegiatan Posyandu Lansia, Cot Baroh (09/07/2019)

Perlu diketahui, dalam pendirian BUMG, Perangkat Gampong berperan sebagai fasilitator untuk menciptakan “proses pendirian BUMG” yang mampu membangun ruang partisipasi bagi warga gampong. Proses tersebut dimulai dari sosialisasi hingga terbentuknya kepengurusan BUMG. Selanjutnya, perihal operasional kegiatannya, hal tersebut menjadi wewenang para pengurus BUMG untuk mengajukan konsepsi usaha yang akan dibangun dan dikembangkan bersama.

Namun, keberhasilan BUMG sendiri sangatlah bergantung dengan sosok Keuchik. BUMG bisa dikatakan berhasil atau tidak tergantung pada beberapa hal berikut ini:

  1. Hubungan Keuchik Dengan Badan Permusyawaratan Gampong atau Tuha Peut

Fungsi Badan Permusyawaratan Gampong atau Tuha peut yang berkaitan dengan Keuchik seperti tertera pada Pasal 55 UU Desa, yaitu:

  • Membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa atau Qanun bersama Keuchik.
  • Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Gampong.
  • Melakukan pengawasan kinerja Keuchik.

Jika hubungan Keuchik  dengan Badan Permusyawaratan Gampong kurang harmonis maka fungsi-fungsi Badan Permusyawaratan Gampong tidak berjalan dengan optimal.

  1. Terpilihnya Keuchik

Keuchik  yang terpilih secara murni karena kemampuan dan dukungan warga, maka ia akan selalu mendukung penuh BUMG dalam membantu atau memberikan pelayanan pada masyarakat serta memperoleh  Pendapatan Asli Gampong (PAG). Namun, jika Keuchik tersebut terpilih karena bukan faktor kemampuan dan dukungan warga, maka Keuchik tersebut akan cenderung mementingkan kepentingan pribadinya.

  1. Penyertaan Modal

Keuchik yang mendukung penuh BUMG, maka Keuchik akan selalu memfasilitasi kepentingan usaha Keuchik. Salah satunya dengan penyertaan saham ke BUMG lebih dari 100 juta.

  1. Keuchik Memasarkan Produk BUMG

Keberhasilan BUMG akan terwujud jika Keuchik aktif dalam memasarkan produk-produk BUMG. Seperti halnya yang dilakukan oleh Bupati Bantul, yang mana ia bertekad tidak akan menghadiri acara-acara yang diselenggarakan di Bantul apabila produk makanan yang dihidangkan bukan berasal dan produksi dari daerahnya.

  1. Sikap Keuchik Jika BUMG Bermasalah

Sesuai Permendagri Nomor 4 Tahun 2015, Tugas Kepala Desa atau Keuchik  adalah sebagai Penasehat sehingga jika BUMG bermasalah, Keuchik harus siap pasang badan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Dengan demikian, dapat disimpulkan, kredibilitas seorang Keuchik juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan atau kegagalan BUMG []

Diolah dari BUMDES.ID

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan