Peran Perempuan Di Gampong dalam Merawat dan Melestarikan Perdamaian

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Semasa konflik bersenjata di Aceh berlangsung, situasi di gampong sangatlah rawan dan mencekam. Setiap hari ada saja warga masyarkat yang menjadi korban. Masyarakat hidup dalam kotak-kotak yang satu sama lin saling tidak percaya dan menaruh curiga.

Hampir tidak ada moment kebersamaan dan masing-masing orang berusaha diam dengan coba menyibukan diri dengan pekerjaan yang digeletuti setiap harinya walaupun hal itu hanya sebagai upaya lain mengatasi kebosanan dan kekerasan yang melanda jiwanya.

Demikan juga dengan perempuan, ada banyak fasilitas sosial yang terputus dan tidak lagi berjalan sebagaimana seharusnya, misalnya masalah kerja-kerja sosal  di acara hajatan warga dimana dimasa aman setiap orang bebas dapat melakukan hajatan dengan mudah dengan diikuti semua keluarga  saudara juga tetangga, tetapi dimasa konflik aktifitas hajatan warga sangatlah kecil dan berlangsung dalam suasana yang sangat bersahaja dan terkesan sangat berhati-hati, sungguh suatu suasana yang sangat  tidak menyenangkan jika kita mengenangnya.

kegiatan sharing pengalaman antara sesama kaum perempuan dan aparatur gampong terkait upaya bersama perempuan dalam memelihara perdamaian

Kini suasana damai telah berada ditenga-tengah kita berkat dukungan berbagai pihak dan doa dari kita semua. sungguh menjadi satu anugerah yang perlu kita jaga dan kita pertahankan selamanya, karena dengan suasana yang tentram dan aman maka semua upaya dan kerja untuk dicapai.  Untuk itulah diperlukan strategi bersama kita dalam ikut serta memelihara perdamian yang ada agar penyelanggaran kehidupan sosial budaya  dan ekonomi dapat terus tumbuh dan berkembang di kehidupan kita.

Sehubungan dengan pertimbangan di atas, Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) atau Yayasan Perempuan Aceh difasilitasi oleh Yayasan Paska Aceh menggelar kegiatan sharing pengalaman antara sesama kaum perempuan dan aparatur gampong terkait upaya bersama perempuan dalam memelihara perdamaian melalui serangkaian diskusi yang di adakan di Meunasah Gampong Cot Baroh pada sabtu 16 Maret 2019.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Yayasan Pasca Aceh, Team dari AWPF, Para korban konflik dan  Perangakat Gampong dari tiga gampong yaitu Cot Baroh, Cot Tunong dan Krueng Jangko []

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan