Pandu Desa 12 Provinsi Berkumpul Di Desa Mandalamekar, Ada Apa ?

GAMPONGCOTBAROH.DESAID – Para Pandu Desa dari 12 Provinsi dari Sabang sampai Marauke berkumpul di Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Desa Mandalamekar sendiri adalah sebuah desa  terpencil dikawasan Tasikmalaya bagian selatan. Jika ditempuh menggunakan kendaraan roda empat bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam dari pusat Kota Tasikmalaya, namun jika menggunakan sepeda motor bisa memakan waktu lebih kurang diperlukan sekitar 1 jam, ada apa pandu desa berkumpul di Desa Mandalamekar ?

Desa Mandalamekar sendiri adalah desa Pelopor Sistem Informasi Desa melalui Gerakan Desa Membangun, permulaan sistem Informasi desa di mulai dari penggunaan  wordPress sebagai website desa, kemudian website menggunakan domain.or.id, karena pada saat itu desa tidak bisa menggunakan domain go.id, sebab hingga akhir tahun 2012, desa belum memiliki domain sebagai indentitas resmi dalam internet.

Saat itu masih berlaku, Permenkominfo No. 28 Tahun 2006 tidak mengakui desa sebagai bagian dari Pemerintahan Republik Indonesia, sehingga tidak dapat menggunakan domain “go.id” oleh karena itu desa-desa yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM) kemudian menggagas usulan domain internet Indonesia khusus untuk desa yaitu DESA.ID.

 

Setelah desa memiliki domain resmi ”DESA.ID” yang diikuti dengan lahirnya Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014 , pergerakan penyembaran praktik Sistem Informasi Desa terus menyebar, dari Desa Mandalamekar ke Banyumas Jawa Tengah, misalnya Desa Melung, siapa sangka, dari desa Melung pemanfaatan teknologi internet dalam tata kelola pemerintahan desa menjadi inspirasi kolektif desa, diadopsi oleh ribuan desa di Indonesia, mulai Gampong Cot Baroh di Kabupaten Pidie – Aceh hingga Kampung Omon di Kabupaten Jayapura melalui gerakan 1000 website desa dengan domain desa.id gratis pada 2013-2014 dengan lebih dari 2.000 desa penggunanya.

Kemudian Pemerintah, melalui Permenkominfo No. 5 Tahun 2015 kemudian mengambil alih pengelolaan domain desa.id, mengakuinya menjadi domain instansi penyelenggara setara dengan GO.ID, MIL.ID dan .ID milik pemerintahan Republik Indonesia. Sejak saat itu, pendaftaran dan pengelolaan domain desa.id dilayani oleh Registrar domain pemerintah, domain.go.id.

Bangga Pakai Domain DESA.ID

21 November sampai dengan 30 November 2018 Pandu Desa dari 12 Provinsi berkumpul di Desa Mandalamekar dalam rangka mengikuti Training of Trainer (ToT) Pengelolaan Sistem Informasi Desa dan Kawasan, Peserta yang berasal dari 12 Provinsi se-Indonesia dari Meuraoke, NTT, Raja Empat, Sulawesi, Maluku ,Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kepri, Riau, Aceh, Lampung,Bali, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Selamat Datang Peserta ToT Sistem Informasi Desa dan Kawasan

Kegiatan ToT Pengelolaan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA)  diselanggarakan oleh Badan Prakrarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) yang bekerja sama dengan Badan Aksesibillitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan informatika Republik Indonesia serta di dukung oleh Kantor Staf Presiden dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Pelatihan ini merupakan pelatihan yang menarik, karena peserta berbeda etnis, suku dan bahasa. Berabur menjadi satu untuk belajar pengelolan sistim informasi desa. Dengan harapan akan menjadi satu kekuatan di seluruh NKRI membentuk cincin kekuatan di seluruh Indonesia sebagai mana kata direktur eksekutif BP2DK, Irman Meilandi pada saat pembukaan ToT pengelolaan sideka, Rabu 23 November 2018.

Adapaun Kabupaten kota dari 12 Provinsi yang mengikuti training of trainer sideka antara lain adalah Kabupaten Pidie dan Aceh Besar Mewakili Aceh, Kabupaten Merauke,Supiori Boven Digul Mewakili Provinsi Papua, Kabupaten Raja Ampat Mewakili Provinsi Papua Barat, Kabupaten Maluku Tengggara Barat,Maluku Barat Daya dan Pulau Boru Mewakili Maluku, Kabupaten Pohuwato Mewakili Provinsi Gorontalo, Kabupaten Pangkep Mewakili Provinsi Sulawasi Selatan, Kabupaten Belu,Timor Tengah Utara dan Sika Mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Lombok Timur Mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Giayar dan Badung mewakili provinsi Bali, Kabupaten Wonogiri dan Kendal Mewakili Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Cianjur,Tasik,Sukabumi,Bandung Barat,Bekasi Mewakili Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Pandeglang Mewakili Provinsi Banten, Kabupaten Tulang Bawang Mewakili Provinsi Lampung, Kabupaten Kep.Meranti Mewakili Provinsi Riau, Kabupaten Bintan Mewakili Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Langkat,Serdang Badagai Mewakili Provinsi Sumatera Utara.

Untuk Kabupaten Pidie diikuti oleh Gampong Cot Baroh dan Gampong Blang Tunong Kecamatan Glumpang Tiga sedangakan Aceh Besar di ikuti oleh Gampong Blang Krueng Kecamatan Baitussalam, Gampong Cot Baroh sendiri adalah salah satu gampong IT terbaik di Pidie yang pernah mendapatkan penghargaan Destika Award 2014, Juara satu website terbaik di Aceh tahun 2015 dan tahun 2017 masuk dalam program desa Broadband Terpadu Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama 222 Desa lainnya se Indonesia, sedangkan Gampong Blang Tunong adalah satu gampong satu Kecamatan dengan Cot Baroh yang mulai mengikuti apa yang di lakukan oleh Gampong Cot Baroh dalam bidang Pemanfaatan teknologi internet untuk menunjang tata kelola pemerintahan gampong yang baik dan bersih.

Melalui kegiatan training of trainer sideka peserta Pandu Desa diharapkan mampu memotivasi desa-desa lain se Kabupaten untuk bersama membangun data sesuai kebutuhan desa, menerapkan SIDEKA dan juga Desa mampu memberikan pelayan administrasi yang prima bagi warganya dan memberikan berbagai informasi kegiatan pembangunan desa secara daring, yakni dengan memaksimalkan website desa selama ini telah ada dan difasilitasi oleh Kemkominfo []

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan