5 Pesan Dirjen PPMD kepada Tenaga Ahli TTG

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID, JAKARTA  – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) yang membidangi pengembangan Teknologi Tepat Guna atau TTG, diundang ke Jakarta sejak Senin (26/11). Seluruh TA-TTG dihadirkan oleh Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI dalam rangka rapat koordinasi nasional.

Dirjen PPMD saat membuka Rakor TA-TTG di Jakarta, Selasa (27/11)  (Sumber : PID Kemendesa)


Kementerian Desa menaruh harapan yang besar kepada TA-TTG yang berada di tingkat kabupaten hingga provinsi. Dalam rangka pengembangan dan pemanfatan teknologi tepat guna di Indonesia agar memberi dampak bagi kemajuan bidang ekonomi, peran dari TA-TTG dalam meningkatkan kapasitas SDM tenaga pendamping sangat dibutuhkan.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Taufik Madjid, S.Sos., M.Si, saat membuka rakor TA-TTG di Jakarta, Selasa (27/11). Rakor tersebut juga dihadiri Kadis PMD Provinsi se-Indonesia.

Taufik menyampaikan, fenomena di tengah masyarakat Indonesia sekarang ini, masih banyak masyarakat kita belum menyadari dan mau memanfaatkan TTG dalam kegiatan sosial ekonominya. Padahal di satu sisi, banyak produksi dalam negeri tidak mampu bersaing dengan produk lain di pasaran. Sementara sudah banyak temuan inovasi TTG, tapi penggunaanya masih terbatas di kalangan-kalangan tertentu saja.

“Kondisi ini menandakan, masyarakat belum mendapatkan akses informasi yang memadai dalam memasarkan hasil produknya. Kemudian, keberpihakan pemda juga belum banyak dirasakan oleh masyarakat. Seperti perlindungan hukum produk yang dihasilkan. Ditambah lagi kurangnya koordinasi antar stakeholder di daerah. Hal-hal inilah membuat tidak maksimalnya pengembangan dan penerapan TTG di daerah,”papar Taufik.

Olehnya itu, Taufik menitipkan 5 pesan kepada TA-TTG maupun pendamping desa se-Indonesia. Pertama, wujudkan peningkatan kapasitas Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa untuk pengembangan TTG di daerah. Kedua, silakan dorong terbitnya regulasi tentang pengembangan TTG di tempat tugasnya.

Yang ketiga, kata Taufik, ajak masyarakat desa agar memanfaatkan TTG untuk mendukung perekonomian desa dan masyarakat desa. Keempat, lakukan fasilitasi penerapan TTG di desa/antardesa demi kemandirian pangan, energi dan sumberdaya alam dan terbarukan yang ramah lingkungan. Dan yang kelima, jalin koordinasi dengan pihak lain dalam hal pengembangan TTG di daerah.

“Rakor ini kita harapkan menjadi salah satu sarana dalam menyelaraskan gerak antar stakeholder hingga di daerah,”tutup Dirjen PPMD di hadapan Bupati Tana Datar Sumatera Barat, ratusan TA-TTG se Indonesia dan Kadis PMD Provinsi se Indonesia.**

Sumber : PID Kemendesa

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan