Inovasi Gampong Diharap Tingkatkan APBG

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID, BALI – Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa(PMD) Kemendesa PDTT Republik Indonesia, M Fachri S.STP., M.Si menyatakan bahwa program inovasi desa didesain untuk meningkatkan kualitas penggunaan dana desa. Desa diharapkan mampu berinovasi mulai dari melakukan perencanaan, penyusunan, hingga melaksanakan program pembangunan.

Direktur PMD Kemendesa PDTT RI, M Fachri, memberi keterangan pers kepada wartawan di Bali terkait kegiatan BID

Fachri meyakini, bila desa-desa sudah melakukan inovasi secara berkelanjutan, ke depan APBDes-nya bisa meningkat. Sebab, desa bisa mendapatkan income (pendapatan) dari hasil inovasi. Dan beberapa desa telah membuktikan ini, dengan income hingga belasan miliar per tahun. Desa-desa tersebut berada di Pulau Jawa dan Bali, yang objek pendapatan utamanya dari bidang pariwisata, UKM, dan kuliner.

Diakui Direktur PMD, forum Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat kabupaten, menjadi sarana bagi sesama desa untuk saling mencontoh dan sharing pengetahuan program pembangunan yang telah berhasil. Program-program itu dipamerkan di forum BID, baik dalam bentuk narasi (tulisan) maupun video. Desa bisa saling mencontoh secara utuh program sesuai potensi di desanya.

“Secara filosofis, BID merupakan forum untuk knowledge sharing bagi desa-desa lainnya agar bisa mereplikasi praktik-praktik pembangunan yang sudah dikembangkan di desa lain. Sehingga forum BID diharapkan memberi kontribusi yang signifikan,”kata Fachri dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Bali medio Oktober 2018.

Gerakan inovasi yang dilaksanakan di Provinsi Bali mendapat apresiasi dari Fachri. Seperti model BID di Kabupaten Badung. Model BID-nya berbasis digital, padahal model yang sebelumnya berbasis pembelajaran. “Ini pertama kalinya dilaksanakan. Ini sebuah kemajuan dan bisa dicontoh daerah-daerah lain, BID berbasis digital begini,”harap Direktur PMD.

Masih kata Fachri, pemerintah desa dan masyarakatnya, saatnya berlomba melakukan inovasi dalam membangun desa. Kehadiran dana desa dan dana lainnya yang diberi kepada desa, mesti dimanfaatkan sebagai stimulan dalam mengembangkan desa. Setelah infrastruktur desa mulai terpenuhi, maka bidang pengembangan SDM dan kewirausahaan mesti menjadi prioritas. 

Sumber : PID Kemendesa

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan