Pedoman Teknis Badan Usaha Milik Gampong Bersama

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID –  Usaha skala lokal Gampong yang dijalankan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) mulai tumbuh pasca UU No. 6/2014 Desa dijalankan. Selain BUMG yang tumbuh pada skala lokal Gampong, UU Desa juga memberikan ruang dan kesempatan kepada 2 (dua) Gampong atau lebih menjalin kerjasama, termasuk membangun BUMG secara bersama.

Pengembangan BUMG Bersama itu juga menjadi kebijakan strategis Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Melanjutkan kebijakan ini, selama tahun 2016, Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) telah memfasilitasi pendirian BUMG Bersama di sejumlah kabupaten.

Prakarsa awal ini membangkitkan minat banyak daerah dan Desa atau Gampong  untuk mendirikan BUMG Bersama secara mandiri, dan pada saat yang sama ada usulan dari banyak daerah kepada Ditjen PKP untuk memfasilitasi lebih lanjut.

Pendirian BUMG Bersama sebagai basis pengembangan ekonomi Gampong di kawasan perdesaan (dua gampong atau lebih) sampai saat ini masih menghadapi banyak kendala. Kendala itu antara lain ketidakpahaman para pihak akan BUMG Bersama, mulai dari regulasi hingga pemilihan unit usaha, pembentukan kepengurusan, kelembagaan, pengelolaan, keterlibatan para pemangku kepentingan (stakeholders), hingga dukungan Desa dan pemerintah supradesa. Sebagai contoh selalu muncul pertanyaan.

  1. Apakah pendirian BUMG Bersama bisa dilakukan tanpa Gampong memiliki BUMG?;
  2. Apakah BUMG Bersama bisa didirikan di lokasi yang bukan kawasan perdesaan?;
  3. Mengapa BUMG Bersama didirikan, apakah BUMG tidak cukup?;
  4. Bagaimana hubungan antara BUMG dengan BUMG Bersama;

Berikut ini, Pedoman Teknis BUMG / BUM DESA BERSAMA, Silahkan di Download, semoga bermanfaat,  #AyoBangunGampong

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan