Jika Berdampak Positif, Anggaran Program Padat Karya Cash Bakal Naik Lagi

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Presiden Joko Widodo menyatakan, jika Program Padat Karya Cash yang saat ini berjalan bisa memberka dampak yang positif bagi kesejahteraan warga desa, pemerintah bakal menaikkan anggaran untuk program ini. Pemerintah akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali pada program yang dilaksanakan mulai Januari ini.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Joko Widodo ketika mengunjungi Program Padat karya Tunai dari Kementerian PU dan Perumahan rakyat (PUPR) di des kempek, Cirebon, Jawa Bara (12/3) lalu. Di desa ini Jokowi melihat langsung pembangunan jalan produksi sepanjang 800 meter dengan nilai proyek Rp. 600 juta yang bakal dikerjakan dalam tiga bulan. Presiden juga melihat pembangunan irigasi kecil sepanjang 590 meter yang berada di area persawahan seluas 85 hektar dengan nilai royek Rp. 225 juta untuk pengerjaan selama 60 hari. Dua proyek ini adalah Proyek Padat Karya Tunai dari Kementerian PUPR.

Presiden menyatakan jika memang memberikan efek positif bagi ekonomi masyarakat, program ini bakal dinaikkan anggarannya sehingga bisa berjalan lebih lama dengan cakupan yang lebih luas. “ Kalau memang memberikan efek kenaikan konsumsi, memberi efek perbaikan untuk jalan-jalan produksi, irigasi dan meningkatkan daya beli masyarakat, maka akan kita tingkatkan lagi,” kata Presiden.

Program Padat Karya Tunai juga akan dievaluasi setelah berjalan tiga bulan untuk menentukan rencana selanjutnya. Yang pasti pemerintah telah menyiapkan Rp. 18 triliun untuk proram ini. Belum lagi program-program berbagai kementerian yang juga diarahkan menjadi program padat karya seperti Kementerian PUPR ini. “ Kita lihat dulu di seluruh Indonesia ada sekitar 5000-an lokasi padar karya, itu untuk PU saja. Belum lagi Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUM dan lain-lain yang semuanya masuk ke Padat Karya,” kata Presiden.

Program Padat Karya dilakukan untuk mencitkan peningktan kesejahteraan masyarakt desa terutama meningkatkan daya beli. Dari dana desa Rp. 60 Triliun, pemerintah mengalokasikan Rp. 18 triliun utuk menjalankan program ini. Program ini menggunakan sistem cash artinya orang-orang yang bekerja di program ini mendapatkan upah harian atau paling lama mingguan sehingga bisa menyokong kebutuhan sehari-hari mereka.

Sumber : Berdesa.com

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan