Wakil Bupati Pidie minta Keuchik buat LPJ dan APBG tanpa diupah

Wakil Bupati Pidie Saat Meninjau Program Desa Broadband di Gampong Cot Baroh

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID, SIGLI – Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud menegaskan, Pemerintah tidak segan-segan menindak keuchik yang membuat penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong‎ (RAPBG) kepada pihak ketiga dengan memberi imbalan.

Sebab pemerintah di bawah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) sudah melatih operator setiap gampong agar bisa menyusun RAPBG, APBG dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Ditambah lagi dengan adanya pelatihan ke luar daerah terhadap keuchik dan perangkat gampong dan itu membuktikan bahwa mereka sudah memiliki kemampuan.

“Saya ingatkan kepada 730 keuchik di Pidie agar tidak mengeluarkan dana hingga puluhan juga untuk menyusun RAPBG dan itu jelas tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dalam udang-undang. Saya tidak tidak segan-segan untuk menindak tegas keuchik yang mengupah penyusunan RAPBG kepada pihak lain dan saya minta manfaatkan Sumberdaya Manusia (SDM) di gampongnya sendiri,”pinta Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM, seperti diberitakan oleh  kanalaceh.com, Senin (28/5)

Lanjut dia, jika itu masih terjadi maka Pemkab Pidie akan memanggil keuchik yang bersangkutan untuk‎ dimintai Pertanggung Jawaban terhadap aparatur gampong yang sudah dilatih dengan menggunakan anggaran gampong.

Setiap dana yang dikeluarkan gampong tentu saja untuk peningkatan kapasitas aparatur gampong dalam menyusun RAPBG dan sejenisnya. Bukan malah dana gampong untuk foya-foya.

“Sekali lagi saya minta kepada keuchik agar tidak menggunakan jasa pihak ketiga dalam menyusun RAPBG dan sudah banyak laporan yang masuk kepada saya gampong mana saja,” tegas Wabup.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh  kanalaceh.com, dimana ada beberapa kecamatan yang penyusunan RAPBG dikerjakan oleh pihak ketiga dengan bayaran yang cukup tinggi.

Ada laporan setiap penyusunan RAPBG hingga selesai membuat LPJ mencapai Rp 23 juta, ada juga laporan di Kecamatan Muara Tiga mencapai Rp 13 juta dan dana tersebut dikeluarkan oleh keuchik untuk membuat semua itu.

Sumber : kanalaceh.com

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan