DPRK Pidie Sorot Realisasi Pencairan Dana Gampong Tahap Pertama di Pidie yang Stagnan

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID, SIGLI – Hingga saat ini realisasi pencairan dana gampong tahap pertama untuk 730 gampong di Pidie masih stagnan.

Padahal, saat ini telah memasuki batas akhir pencairan dana desa tahap pertama (sampai dengan minggu ketiga bulan Juni tahun 2018) dari rekening Kas Umum Daerah ke Rekening Kas Gampong.

Hal tersebut dikatakan Wakil ketua Komisi A, yang juga Anggota Banggar DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, Senin, 21 Mei 2018.

“Karenanya kami melihat bahwa perlu satu rumusan baru agar setiap tahun proses pencairan dana gampong untuk tujuan kemaslahatan gampong  akhir tahap pertama tahun 2018 ini, tapi belum ada tanda-tanda pencairan dana tahap pertama,” ungkap Mahfuddin Ismail.

Hal ini, kata Mahfuddin Ismail, mencerminkan adanya miskomunikasi antara pemerintahan gampong dengan pemerintah atasan, yaitu pemerintah Kabupaten Pidie.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena persoalan seperti ini sangat membahayakan kelangsungan jalannya roda pemerintahan gampong dan juga bisa berakibat hangusnya pencairan dana gampong tahun 2018,” kata dia lagi.

UU Desa, kata dia lagi, sejak diundangkan dalam lembaran negara tahun 2014 sudah berlaku selama tiga tahun. Dengan kata lain, menurutnya, perangkat gampong,mulai dari keuchik, Sekdes, bendaraha dan perangkat tuha peut sudah cukup memahami proses pengalokasian dana gampong.

“Mulai dari bagaimana proses perencanaan yang baik, pelaksanaan yang bagus sampai kepada tahapan terakhir laporan pertanggungjawaban alokasi anggaran dan kemudian baru dilakukan evaluasi oleh pemerintah kabupaten, karena mekanisme ini sudah di atur khusus dalam Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa,” ungkapnya.

Untuk diketahui, mulai tahun 2018, pencairan dana desa dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama paling cepat Januari dan paling lambat Minggu ketiga Juni 2018 sebesar 20 persen. Lalu, tahap kedua paling cepat pada Maret dan paling lambat minggu keempat Juni 2018 sebesar 40 persen. Dan terakhir tahap ketiga, paling cepat Juli 2018 sebesar 40 persen.

“Kami DPRK Pidie mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Pidie, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) untuk segera menuntaskan proses pencairan dana gampong. Kami khawatir kalau masalah ini berlarut-larut maka akan sangat merugikan masyarakat gampong. Kita malu dengan daerah lain yang sangat bagus pengelolaan dana gampongnya. Pemerintah kabupaten sebagai pemerintah atasan wajib memberikan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan gampong, hal ini sudah di maktubkan dalam UU Desa nomor 6 tahun 2014 Bab XIV tentang Pembinaan dan Pengawasaan pasal 112 dan dirincikan di pasal 115,” ungkap Mahfuddin Ismail, menjelaskan.

Di lain pihak, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Pidie Jufrizal mengatakan, saat ini untuk tahap pertama baru empat gampong yang dana desa tahap pertamanya telah tersalur.

“Ada empat gampong yang telah tanda tangan SP2D (surat perintah pencairan dana-red),” kata dia. “Gampong Seupeung, Kecamatan Delima, dananya sudah sampai ke rekening gampong. Kemudian, Gampong Ranto Payang, Kecamatan Tangse. Duanya lagi mungkin keuchiknya belum ke bank,” kata dia pada sinarpidie.co, Selasa, 22 Mei 2018.

Sementara itu, sisa ratusan gampong lainnya masih dalam proses verifikasi. Dasar keterlambatan  ini, kata dia, terletak pada belum rampungnya LPJ tahun anggaran 2017 beberapa gampong di Pidie

“Sekarang sudah rampung LPJ 85 persen. Target kita awal bulan depan rampung seratus persen,” kata dia.

Dalam beberapa waktu belakangan,  ungkap Jufrizal, pihak DPMG Pidie melakukan program jemput bola, dengan memanggil keuchik dan turun ke lapangan.

“Dalam dua minggu ini kita intens melakukan komunikasi dan pertemuan dengan para keuchik,” ungkapnya.

Total alokasi anggaran Dana Desa Tahun 2018 untuk Pidie adalah Rp. 582.667.212.846, atau mencapai seperempat dari APBK Pidie 2018. Rata-rata alakoasi dana per gampong di Kabupaten Pidie untuk tahun 2018 adalah sekitar Rp. 798.174.264. []

Sumber : Sinar Pidie

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan