Sebanyak 82 Ribu Desa Bakal Di-Survei BPS Tahun Ini

Pertanian Mata Pencarian Utama di Gampong Cot Baroh

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Siap-Siap, mulai 2-31 Mei 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) bakal menggelar pendataan potensi desa. Tahun ini ditargetkan dalam satu bulan survei itu bakal masuk data sebanyak 82 ribu desa di seluruh Indonesia.

Kepala BPS Kecuk Suharyanto menyatakan, sebenarnya pendataan ini sudah menjadi agenda rutin bagi BPS yakni sebanyak tiga kali pendataan dalam 10 tahun. Data yang digali meliputi informasi mengenai infrastruktur, potensi ekonomi dan sosial, potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki daerah.

Sepanjang tahun 2018 ini BPS bakal mendatang satu-persatu 82 ribu desa dan melakukan chek satu persatu untuk melihat pergeseran situasi desa dari tertinggal menjadi berkembang. “ Yang desa berkembang menjadi mandiri dan untuk melihat apakah yang dilakukan pemerintah selama ini sudah tercermin dari sana,” ata Kecuk.

Meski sudah mejadi agenda rutin BPS tetapi karena sekarang ini pemerintah sedang menjalankan program pembangunan dengan desa sebagai subyeknya, maka survey kali ini bakal menjadi sangat penting untuk melihat perubahan ekonomi di wilayah pedesaan di seluruh Indonesia. Utamanya, data BPS nantinya akan menunjukkan sejauh mana dana desa yang sudah empat tahun dijalankan ini meningkatkan taraf hidup orang banyak “ BPS bukan hanya melihat pertumbuhan ekonomi saja melainkan juga untuk kualitas hidup manusia,” papar Kecuk.

Dalam survei-nya besok, BPK juga akan memasukkan Indeks Kesulitan Geografis Desa soalnya kondisi geografis desa bakal digunakan pemerintah sebagai pijakan dalam melihat perubahan yang dialami desa sejak dana desa bergulir. Maka sudah jelas survei BPS kali ini bakal sangat strateis untuk dijadikan salahsatu alat ukur keberhasilan program dana desa dalam mendorog ekonomi warga wilayah pedesaan.

Sebagaimana diketahui, desa mendapatkan porsi yang sangat besar dalam kue pembangunan beberapa tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo. Bahkan Presiden Jokowi menjadikan pembangunan Indonesia dari pinggiran yakni wilayah pedesaan melalui dana desa sebagai visi pembangunan yang paling kuat selama pemerintahannya. Sesuai Nawacita yang dijadikan pedoman pembangunan oleh pemerintahan Jokowi.

Sejauh ini dana desa telah terbukti mampu mengikis kemiskinan yang selama ini bersarang di desa-desa di seluruh nusantara ini. Dana desa juga terbukti mampu menciptakan perubahan wacana pembangunan dengan menempatkan desa sebagai fokus ekonomi baru di Indonesia. Berkat Program Dana Desa, kini pembangunan tidak lagi identik dengan daerah perkotaan. Geliat ekonomi desa juga memperlihatkan bahwa desa mampu menjalankan pengembangan potensi diri sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.(berdesa.com)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan