Mendes PDTT Tularkan Semangat Bangun Desa Kepada Para Pustakawan

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, menekankan pentingnya perpustakaan di desa- desa. Dirinya pun meminta para pustakawan untuk mendorong bupati dan kepala desa mengalokasikan dana desanya untuk perpustakaan.

“Sebesar 60 persen dari angkatan kerja masih tamatan SD dan SMP. Karenanya literasi itu menjadi penting sekali. Saya menyambut baik MoU yang diprakarsai Perpustkaan Nasioanal yang ditandatangani kemarin. Dengan itu diharapkan ada buku-buku, ada pengetahuan-pengetahuan yang bisa sampai ke desa sehingga memberikan akselerasi untuk mengejar ketertinggalan kalau tidak bisa sekolah formal. Masyarakat desa punya pengetahuan dasar untuk membangun desa-desanya,” ujarnya saat menjadi narasumber di acara Rakornas Perpustakaan dengan topik “Kebijakan Pengembangan Perpustakaan dalam Pertumbuhan Ekonomi Desa”, di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (27/3).

Dirinya menambahkan, peran perpustakaan dalam menyosialisasikan dana desa juga perlu ditingkatkan. Selain itu, ia juga berharap buku-buku yang ada di perpustakaan dapat disebarluaskan di tingkat pedesaan sebagai upaya percepatan peningkatan literasi di desa.
“Dana desa ini perlu disosialisasikan di perpustakaan-perpustakaan. Diharapkan ada penulis-penulis yang membuat buku supaya masyarakat tahu. Ini akan lebih cepat lagi jika di desa-desa ada buku-buku, ada perpustakaan, ada jaringan internet, dimana masyarakat desa akan belajar lebih cepat,” katanya.

Bila akses informasi melalui buku bisa menembus secara intensif di tingkat desa, Menteri Eko meyakini hal tersebut akan memberi dampak yang besar bagi pengetahuan masyarakat desa. Ia pun mencontohkan pentingnya buku-buku pelajaran praktis yang bisa diterapkan secara langsung oleh masyarakat desa.

“Jika akses informasi semakin luas, maka impactnya akan lebih besar lagi karena masyarakat bisa membaca, bisa belajar cara menanam, bertani, betulin traktor, memelihara ikan, dan lainnya. PAUD juga bisa dijadikan perpustakaan yang dikelola langsung oleh masyarakat,” sambungnya.

Menteri Eko menungkapkan pembangunan di pedesaan telah menurunkan gini ratio di desa lebih besar dari kota. Jika gini ratio di kota sebesar 0,42, maka gini ratio di desa ada pada angka 0,32. Meski demikian, pembangunan di desa akan terus diakselerasi agar kesenjangan semakin berkurang dan kualitas sumber daya manusia di pedesaan terus meningkat.

“Satu-satunya yang bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah kualitas SDM. Dan kualitas SDM tidak akan cepat meningkat jika tidak adanya pengetahuan. Pengetahuan tidak bisa diakses dengan mudah tanpa adanya buku dan perpustakaan di seluruh pelosok tanah air,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Menteri Eko, perpustakaan memiliki peran penting bagi masyarakat desa. Dirinya pun meminta agar para pustakawan daerah dapat membicarakan pentingnya membangun perpustakaan desa dengan kepala daerah dan para kepala desa.
“Jadi tidak ada lagi alasan daerah kita miskin jika kita kreatif. Kreatifitas itu hanya bisa dibangkitkan kalau ada perpustakaan di desa-desa sehingga masyarakat dibentuk visinya,” pungkasnya.

Sumber : Kemendesa.go.id

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan