Mandalamekar Jadi Desa Broadband, Maju dengan Internet

Peresmian Desa Broadband/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantaea (kiri) dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo (tengah) didampingi Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (ketiga dari kiri) seusai menandatangani prasasti desa broadband di Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Minggu, 10 Desember 2017. Sebanyak 6 desa disahkan sebagai desa broadband oleh Kemenkominfo *

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID –  Senyum Yana Noviandi begitu sumringah saat menyambut dua menteri, yakni Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Trasmigrasi Eko Putro Sandjojo serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Balai Desa Mandalamekar, Minggu, 10 Desember 2017.  Kepala Desa Mandalamekar itu tampak bangga karena untuk pertama kalinya, dua menteri datang menyambangi desa yang terletak 35 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya.

Kedatangan dua menteri tersebut memang bukan tanpa sebab. Mereka secara khusus hadir untuk mengesahkan Desa Mandalamekar dan keenam desa lainnya sebagai “desa broadband”.

Baca :  FGD Assessment Desa Broadband Terpadu 2017 di Gampong Cot Baroh

Desa Mandalamekar memang menjadi satu dari 200 desa di Indonesia yang mulai mengembangkan potensi desa melalui pemanfaatan teknologi dan informasi. Kini, selain Desa Mandalamekar, lima desa lainnya yakni Desa Mandalahurip, Desa Kertarahayu, Desa Ciwaras, Desa Papayan, dan Desa Sindangkasih, Kecamatan Cikatomas juga mulai mengikuti jejak Desa Mandalamekar untuk turut menjadi desa broadband.

“Sebenarnya pemanfaatan internet sudah kami lakukan sejak 2008. Kami manfaatkan untuk mengenalkan desa ini ke dunia luar,” ucap Yana kepada “PR”.

Setelah disahkan menjadi desa broadband, Yana mengatakan, seluruh masyarakat di desanya akan semakin melek pada internet. Warga kini sudah bisa memanfaatkan teknologi sebagai sarana jual beli. Pemerintahan desa juga cukup terbantu melalui aplikasi sistem keuangan desa dan pemetaan desa.

Baca Juga : Gampong Cot Baroh Telah Di Petakan Melalui Program Desa Broadband

“Setelah ditetapkannya 6 desa sebagai desa broadband, maka desa-desa ini bisa terintegrasi, kita bisa melakukan koordinasi untuk membangun desa melalui internet. Bisa melalui video conference. Ya kita belajar bersama lah,” ucap Yana.

Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik Niken Widiastuti mengatakan, desa broadband merupakan program pengembangan potensi desa melalui pemanfaatan teknologi informasi.  Seluruh desa broadband nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas jaringan atau akses internet, perangkat, dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan dari karakteristik penduduk setempat.

“Ini solusi nyata pemerintahan Jokowi-JK dalam membangun desa dan mengurangi ketimpangan teknologi dan informasi. Dengan adanya desa broadband ini, kami harap fasilitas internet yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal menyelesaikan permasalahan di desa terutama pada akses informasi dan komunikasi, ” tutur Niken.

Melalui program desa broadband, Niken menganjurkan kepada masyarakat yang untuk selalu menggunakan internet untuk hal yang positif dan menghindari semua hal yang negatif dalam internet. Dengan lancarnya akses informasi dan komunikasi, potensi desa dapat dioptimalkan. Perekonomian pun akan meningkat,  ketimpangan sosial bisa berkurang, dan pelayanan menjadi lebih mudah.

“Misal ada produk unggulan Tasikmalaya, dari hasil pertanian, peternakan, dan pariwisata, bisa disebarluaskan di media sosial,”  kata Niken.

Desa istimewa

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara mengatakan, Desa Mandalamekar adalah satu dari 75.000 desa yang istimewa. Meskipun akses menuju Mandalamekar terbatas, namun Mandalamekar justru mampu menjadi desa percontohan dalam pemanfaatan teknologi dan informasi.

“Mandalamekar menjadi desa pertama yang tidak ‘ndeso’ karena sudah ada Internet. Di Indonesia dari 75.000 desa, baru 200 desa yang melek internet, yang belum tersentuh internet sama sekali ada sekitar lebih dari 20.000 desa, ” kata Rudiantara.

Menurur Rudiantara, program desa broadband adalah hasil dari kerjasama dari berbagai pihak, di antaranya  warga setempat, penyedia layanan, dan relawan Teknologi dan Informasi (TIK) bersama pemerintah setempat dan pusat. Melalui kerja sama tersebut,   akses internet dapat dirasakan di Desa Mandalamekar dan lima desa lainnya.

“Pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak hanya dilakukan di kota besar, namun juga di desa untuk mengatasi masalah ketimpangan di Indonesia,” ucap Rudiantara.

Dengan adanya akses internet, Rudiantara berharap desa broadband di Kabupaten Tasikmalaya bisa memajukan desa. Rudi juga berharap Desa Mandalamekar bisa memajukan desa melalui pemanfaatan teknologi dan informasi sehingga menjadi contoh bagi desa lainnya di Indonesia.

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan