Warga Miskin dan Pengangguran Jangan Tulis Wiraswasta di KTP, Ini Dampaknya

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID, Lhoksumawe – Kepala Dinas Sosial Lhokseumawe, Syoeib meminta masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap, pengangguran, atau yang tergolong masyarakat miskin, tidak asal menulis pekerjaan sebagai wiraswasta di KTP.

Salah satu dampaknya adalah, masyarakat miskin tersebut tidak akan diterima sebagai calon penerima bantuan dari pemerintah pusat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
Hanya gara-gara tercantum pekerjaan wiraswasta di KTP, banyak masyarakat miskin dan pengangguran gagal mendapatkan bantuan tersebut.

Berikut penjelasan Kepala Dinas Sosial Lhokseumawe, Syoeib kepada Serambinews.com.
Selama ini, banyak pihak menilai proses verifikasi penerima dana PKH di Lhokseumawe tidak valid. Sebab orang yang berhak menerima tidak terdata, sedangkan yang dinilai mampu secara ekonomi malah menerima bantuan itu.

Hasil penelusuran Dinas Sosial bersama tim pendamping program PKH di Lhokseumawe, hal ini salah satunya terjadi karena pada KTP masyarakat miskin tercantum pekerjaan wiraswasta.
Saat data calon penerima bantuan dikirimkan ke pusat, banyak yang dicoret.

Belakangan diketahui, nama-nama yang dicoret karena pada KTP-nya tercantum pekerjaan wiraswasta.

Menurut Syoeib, Pusat berasumsi bahwa orang yang pekerjaannya wiraswasta, adalah seorang pengusaha atau minimal punya usaha. (sumber : aceh.tribunnews.com)

Facebook Comments

1 Comment

Tinggalkan Balasan