Gampong Cot Baroh Memperingati Maulid

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Masyarakat Gampong Cot Baroh, Kemukiman Aron Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie, Minggu (8/1/2016) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H.

Acara berjalan sukses sebagaimana diharapkan,  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dihadiri oleh ratusan tamu undangan dari gampong-gampong tetangga dalam wilayah kemukiman  Aron Kecamtan Glumpang Tiga dan Gampong Tanoh Mirah Kab.Pidie Jaya serta para santri Dayah Fauzal Munawarah Gampong Cot Baroh yang mengumandangkan zikir dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Nomor hidang maulid Disponsori oleh gampongcotbaroh.desa.id

Seperti biasanya, setiap daerah mempunyai ciri khas tersendiri dalam memperingati maulid, seperti  di Gampong Cot Baroh setiap peringatan Maulid yang mulai dirayakan oleh sebagian masyarakat, dengan bu kulah (nasi yang dibungkus dengan daun pisang yang mana daun pisang sudah dilayu dengan hawa panas api). Kira-kira lebih kurang tiga puluh lima bungkus dimasukkan kedalam dalong kemudian ditutupi dengan sange atau orang menyebutnya hidang.

Sedangkan menu masakan seperti, Sie Itek (daging bebek,red), Sie Manok (daging ayam) sampai sei kubei (daging kerbau, red) dan beberapa jenis ikan dengan masakan yang berbeda-beda), bahkan ada juga beberapa buah-buahan yaitu berupa pisang, buah nanas yang di iris-iris serta papaya dan ketimun, dimasukkan kedalam hidangan lain yang terpisah dengan nasi.

Santri Dayah Fauzan Munawwarah Gampong Cot Baroh

Dua dalong/hidang yang penuh dengan bu kulah dan menunya dibungkus dengan kain khusus berwarna khas Aceh dan dibawa ke Meunasah. Sesampai di Meunasah, hidang tadi ditaruh pada suatu tempat yang telah ditentukan bersama sebelumnya.

Sedangkan para tamu undangan dari gampong tetangga yang telah datang memenuhi undangan kenduri maulid tersebut telah berkumpul didekat tempat kenduri menunggu giliran dipanggil. Setelah dipanggil, mereka langsung menuju tempat kenduri yang telah ditentukan, mereka dipersilahkan masuk dan sebelum warga gampong tetangga itu duduk bersila, mereka diminta untuk membacakan shalawat kepada Nabi.

Setelah pembacaan shalawat selesai, maka mereka menunggu hidangan dibuka sembari duduk bersama dan dibagikan menunya oleh dua orang dari kelompok tersebut. Mula-mula yang dibagikan adalah bu kulah untuk dibuka menampung sie itek, sei manok, sei kubei dan menu lainnya. Pembagiannya hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Setelah bu kulah dan menunya terbagi rata, maka selanjutnya dibagi-bagilah kantong plastik untuk dimasukkan bu kulah yang telah dicampur dengan menunya tadi untuk dibawa pulang, lalu mereka berpamitan untuk membawa pulang kenduri dengan cara bersalaman penuh kemaafan dan kesenangan. Tamu yang diundang adalah tamu dari warga gampong lain yang berdekatan dengan gampong yang mengadakan kenduri maulid dan kampung tersebut tidak mengadakan kenduri maulid pada waktu yang sama dengan gampong yang mengundang. Kira-kira bagitulah yang dirasakan oleh warga gampong pada saat kenduri Maulid.

Lain halnya jika di rumah, sebagian tamu yang diundang adalah kerabat dan teman dekat atau sanak saudara, mereka membawa sebuah bungkusan roti atau sekilo gula pasir yag dibalut dengan koran. Sedangkan hidangan yang disuguhkan untuk tamu yang diundang kerumah sangat berbeda dengan yang di keluarkan ke Meunasah. Mereka diberikan kenduri dengan cara dihidangkan dengan beberapa menu makanan dalam sebuah tafsi (talam) yang langsung menyantapnya dirumah tersebut tanpa membawa pulang. Menurut banyak sumber, tradisi ini telah berlaku di Gampong Cot Baroh dan Kabupaten Pidie pada khususnya semenjak puluhan tahun yang lalu. []

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan