Korea Siap Kerjasama Sukseskan One Village One Product

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Duta Besar Korea Taiyoung Cho mengatakan, siap membantu pemerintah Indonesia untuk mensukseskan program one village one product (satu desa satu produk). Selain itu, ia juga mendukung program pasca panen.

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Bpk. Eko Putro Sandjojo di dampingi Sekretaris Jenderal Kemendesa, Bpk. Anwar Sanusi menerima Courtessy Call dari Duta Besar Rep Of Korea, Mr. Taiyoung Cho, dalam pertemuan ini membahas kerjasama pengembangan desa dalam bidang pembangunan infrastruktur pasca panen, pengembangan 1 desa 1 produk, dan pengembangan bumdes. dalam pertemuan ini kementerian desa mengharapkan pembangunan desa melalui investasi pada bidang pertanian dan pariwisata serta pelatihan berdasarkan pada kebutuhan desa. (Foto : Kemendesa.go.id)

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Bpk. Eko Putro Sandjojo di dampingi Sekretaris Jenderal Kemendesa, Bpk. Anwar Sanusi menerima Courtessy Call dari Duta Besar Rep Of Korea, Mr. Taiyoung Cho, dalam pertemuan ini membahas kerjasama pengembangan desa dalam bidang pembangunan infrastruktur pasca panen, pengembangan 1 desa 1 produk, dan pengembangan bumdes. dalam pertemuan ini kementerian desa mengharapkan pembangunan desa melalui investasi pada bidang pertanian dan pariwisata serta pelatihan berdasarkan pada kebutuhan desa. (Foto : Kemendesa.go.id)

Hal tersebut disampaikan saat mengunjungi ruang kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo di Jakarta (15/9).

“Kami sangat setuju dengan program ini (satu desa satu produk), dan Korea akan membantu program tersebut,” ujarnya saat berdiskusi dengan Menteri Eko.

Baca Juga : 1. New Zealand Dukung Program ‘Satu Gampong Satu Produk

                      2. Satu Gampong Satu Produk akan Permudah E-Commerce

Taiyoung Cho mengungkapkan, bahwa pernah ada kerjasama antara CJ Company dari Korea dengan Kabupaten Kulonprogo terkait produk unggulanKulonprogo. Di mana CJ Company melihat potensi penghasil gula semut di sana. Dalam kerjasama tersebut, penghasil produk diajari untuk mengemas gula semut agar terlihat lebih menarik.

“Dengan begitu gula semut dapat dipasarkan ke toko-toko. Dan salah satu produk makanan milik Korea memakai gula merah dari Kulonprogo,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Mendes PDTT Eko Sandjojo mengatakan, perlu adanya simple model (model sederhana) untuk menerapkan program satu desa satu produk. Misalnya contoh strategi memasarkan produk unggulan yang bisa ditiru oleh beberapa desa lainnya.

“Program satu desa satu produk ini semata-mata adalah untuk meningkatkan kapasitas perekonomian daerah. Kalau di desa sudah berhasil, kita akan tingkatkan menjadi satu kecamatan satu produk, dan terus ditingkatkan ke skala yang lebih besar,” ujarnya.

Selanjutnya Mendes Eko juga mengatakan, Indonesia memiliki program unggulan lain untuk desa yakni ‘dana desa’. Program dana desa dilakukan dengan menyalurkan dana secara langsung ke desa-desa, untuk dilakukan pembangunan secara mandiri di desa.

“Selain itu, pembangunan desa juga bisa dilakukan melalui investasi di bidang pertanian dan pariwisata,” ujarnya. (Disadur dari kemendesa.go.id)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan