Timphan, Makanan Khas Aceh Ketika Uroe Raya

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Timphan adalah kue/hidangan khas Aceh di saat lebaran/hari raya (Red : Uroe Raya Bahasa Aceh) baik hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Timphan dibuat 1 atau 2 hari sebelum lebaran dan daya tahannya bisa mencapai lebih kurang seminggu. Timphan adalah menu hidangan utama buat tamu yang berkunjung ke rumah saat lebaran.

Timphan

Timphan (Foto Warga Gampong Cot Baroh)

Seperti di Gampong Cot Baroh saat ini kueh timphan hidangan wajib saat berkunjung ke rumah sanak keluarga di Gampong, selain timphan ada juga kueh khas lainya seperti bhoi, wajeb, makanan  hingga keuh reudoek. namun banyak di jumpai timphan karena proses pembuatan yang mudah.

Bagi orang Aceh, baik yang berada di Aceh maupun di luar Aceh, tiada yang tidak mengenal kue/adonan yang satu ini. Timphan yang merupakan makanan lembek berbalut daun pisang muda ini yang paling terkenal adalah timphan rasa srikaya. Sebelum menjelang lebaran bisanya ibu-ibu sudah menyiapkan daun pisang muda baik memetik di kebun atau beli di pasar.

Saking terkenalnya Timphan ini di Aceh, sehingga banyak ungkapan/pribahasa dengan kata Timphan diantaranya yaitu ìUroe goet buluen goet Timphan ma peugoet beumeuteme rasaî (Hari baik bulan baik Timphan ibu buat harus dapat kurasaka.

Adapun bahan-bahan dan cara membuatnya sebagai berikut, tergantung seberapa porsi yang diinginkan , dibawah ini kita ambila bahan untuk 15 porsi (1 porsi lebih kurang sama dengan 114 kalori ):

Bahan :

Pisang raja dihaluskan 250 gram
Tepung ketan 200 gr
Santan kental 2 sdm
Air kapur sirih 1 sdm
Garam1/4 sdt

Isi :

Telur ayam 2 butir
Santan kental 50 ml
Gula pasir 100 GR
Nangka masak cincang kecil 25 gr
Tepung terigu ½ sdt
Daun pandan 1 lembar
Kelapa muda parut halus 50 gr
Vanilli ¼ sdt.

Cara membuatnya :
1. Campurkan semua bahan dasar dengan cara aduk tepung ketan dan pisang yang sudah dihaluskanserta masukkan santan,air kapur dan garam hingga tercampur rata,adonan ini digunakan untuk kulit.

2. Kocok telur dan gula hingga kental dengar mixer atau sejenisnya (sebelum ada mixer dulu ibu-ibu di Aceh ngeremas pake tangan) lalu masukkan tepung terigu dan santan kental, aduk hingga rata,tambahkan nangka masak yang sudah dicincang kecil-kecil dan kelapa muda parut halus lalu beri daun pandan, masak sampai kental,kemudian angkat beri vanilli lalu aduk rata lagi. Setelah matang dinginkan dan gunakan sebagai iosi timphan.

3.Ambil daun pisang muda yang telah dipotong –potong sesuai untuk satu ukuran timphan olesi dengan minyak lalu tipiskan adonan kulit tadi diatas daun kemudian beri adonan isi terus digulung, dibungkus seperti gambar di atas, kukus hingga matang selama lebih kurang 10 menit.

Selamat mencoba dan silakan nikmati

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan