Lagi, Keuchik Protes Raskin Busuk

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – MEULABOH – Protes terhadap beras miskin (raskin) bersumber dari Bulog yang berkualitas rendah atau buruk kembali dilayangkan keuchik di Aceh Barat. Setelah sebelumnya Keuchik Ie Itam Tunong, Kecamatan Woyla, kini giliaran Keuchik Gampong Baro, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat, Basri yang meminta raskin jatah masyarakat yang buruk itu diganti dengan beras yang lain.

Contoh beras raskin tidak layak kosumsi di Gampong Cot Baroh pada tahun 2015

“Raskin jatah desa kami sekitar 60 sak sudah ditebus lima hari lalu. Karena berasnya busuk, sehingga ditunda disalurkan kepada masyarakat. Kalau dibagikan maka akan menuai protes sebab tidak layak konsumsi,” kata Keuchik Basri.

Ia meminta beras yang jelek tersebut diganti yang baru, serta kasus seperti ini ke depan tidak lagi terulang. Beras tersebut ditebusnya melalui kecamatan yang sebelumnya bersumber dari Bulog Meulaboh untuk jatah bulan April-Juni atau untuk 3 bulan.

Ketua Komisi B DPRK Aceh Barat, Masrizal SSi dan anggota komisi, Nurhayati SPdI mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari keuchik bahwa raskin yang bersumber dari Bulog sangat jelek dan tidak layak konsumsi. “Kasus seperti ini sudah dua kali kami terima. Kita sudah jadwalkan Kamis turun ke lapangan. Kami menyesalkan, apalagi masyarakat menggunakan untuk Ramadhan,” kata Nurhayati.

Masrizal menambahkan, temuan raskin ini akan diklarifikasikan kepada Bulog Meulabih, sehingga kasus ini tidak lagi terulang. “DPRK setelah turun ke lapangan akan memanggil Bulog. Kita meminta ke depan tidak lagi terjadi,” kata Masrizal.

Kepala Perum Bulog Divre Meulaboh, Ardiman yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, sejauh ini belum dilaporkan dari kecamatan adanya temuan beras yang kualitas rendah. Namun, terhadap beras yang dipersoalkan di Gampong Baro sudah berkoordinasi dengan keuchik, dan akan diganti dengan beras lain.

“Artinya, kalau ada temuan langsung kita ganti. Ini tidak ada laporan dari desa dan kecamatan ke kita. Kita baru tahu ketika dikonfirmasi oleh wartawan,” katanya.

Diakuinya, penyebab baras rendah kualias perlu dilakukan pemeriksaan dan bisa saja penyebab ketika dibawa terkena hujan atau ketika diletakkan di desa atau kecamatan. Sebab, sebentar saja kena air hujan, maka langsung berubah berasnya.

Namun, ia berharap kepada pihak desa yang menemukan beras yang kualitas rendah, selain dilaporkan ke kecamatan, juga ke BPM (Badan Pemberdayaan Masyarakat) atau langsung ke Bulog Hp 08126924454, sehingga diganti dengan beras lain.

Sumber : aceh.tribunnews.com

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan