Ikut Pelatihan jangan Pakai Dana Gampong

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – SIGLI, Ketua Jaringan Aspirasi Rakyat Acheh (JARA), Iskandar mengkritik BPM Pidie yang mengirim para keuchik ke Lampung untuk mengikuti pelatihan, namun menggunakan Alokasi Dana Gampong (ADG) yang seharusnya digunakan sebesar-besarnya untuk membangun fasilitas masyarakat di gampong.

Pelatihan Ke Lampung
Pelatihan Ke Lampung (Sumber : Fb Peserta)

“Jumlah aparatur gampong (keuchik, sekdes, bendahara, tuha peut dan tuha lapan) yang pergi pelatihan ke Lampung selama lima hari mencapai 83 orang dari Pidie, dengan menggunakan alokasi ADG tahun 2016. Padahal pelatihan ini bukan atas inisiatif aparatur gampong,” kata Iskandar, kemarin.

Pihaknya mempertanyakan status hukum atas penggunaan dana ADG ini untuk aparatur gampong yang mengikuti pelatihan ke Lampung itu, apakah sudah melalui persetujuan anggaran di tingkat gampong, atau inisiatif BPM yang membebankan biaya ‘jalan-jalan’ itu pada dana gampong. Sementara, pembangunan di gampong malah terabaikan.

“Pelatihan ini berlangsung sejak Senin (20/6) hingga Sabtu (25/6), dengan jumlah yang pergi rata-rata empat orang per gampong, dan menguras ADG masing-masing gampong sebesar Rp 10 juta,” ungkap Iskandar.

Ia menjelaskan, jika Pemkab Pidie tetap melanjutkan studi banding dan pelatihan ke Lampung untuk gelombang berikutnya, maka miliaran rupiah dana ADG untuk setiap gampong di Pidie akan terkuras. Apalagi Kabupaten Pidie dari 730 gampong.

Menurutnya, para peserta pelatihan ini juga harus menyampaikan pertanggung jawaban kepada warga masing-masing gampong. Karena pengalokasian dana gampong untuk studi banding atau pelatihan ini bisa saja ditolak oleh warga gampong itu sendiri, jika dinilai kurang memberi manfaat langsung bagi. “Untuk kegiatan yang sudah berjalan ini, kami meminta BPM Pidie mempertanggungjawabkannya secara rinci, atas biaya yang digunakan untuk pelatihan ke luar daerah ini,” katanya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Pidie, Zulfikar Yacob MSi, mengaku tidak semua gampong yang aparaturnya diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan ke Lampung itu. “Apatur gampong yang dikirim bukan per desa, melainkan per kecamatan. Dari satu hingga empat orang dari setiap kecamatan,” kata Zulfikar, tanpa menjelaskan sumber dana dan pertanggung jawabannya, atas pengiriman peserta pelatihan ini ke luar daerah.

Sumber : Serambi Indonesia

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan