Khanduri Tamat Kalam

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Ramadhan di Aceh penuh dengan tradisi unik. Salah satunya adalah kenduri atau khanduri khatam Al quran -dalam bahasa Aceh disebut khanduri peutamat daroih-. Ritual ini bentuk syukuran atas keberhasilan menamatkan pembacaan kalam ilahi lewat tadarus bersama di malam hari selama bulan suci.

Khanduri Tamat Kalam 2

Khanduri Tamat Kalam Ramadhan 2016 Gampong Cot Baroh

Sebagian kampung di Kabupaten Pidie, khanduri khatam Al quran digelar dini hari atau berbarengan dengan waktu sahur. Seperti di Gampong Cot Baroh, Kecamatan Glumpang Tiga. Di sana khanduri khatam Al quran biasanya diadakan pada pekan terakhir Ramadhan.

Khanduri Tamat Kalam 1

Khanduri Tamat Kalam Ramadhan 2016 Gampong Cot Baroh

“Kadang juga pada 17 Ramadhan bertepatan dengan Nuzulul Quran, kalau Quran khatam pada saat itu,” kata Helmi Hasan, Mantan Keusyik Cot Baroh, medio Juli 2014.

Selepas tarawih, warga di sana rutin tadarus bersama di meunasah. Mereka duduk melingkar, membaca bergiliran ayat per ayat Quran lewat pengeras suara hingga subuh. Saat yang satu membaca, yang lain menyimak. Warga biasanya suka rela menyumbang makanan dan minuman agar petadarus melek sampai subuh.

lustrasi baca Al quran. [Foto Salman Mardira]

Tadarus bersama pada malam Ramadhan merupakan tradisi turun-temurun di Aceh. Membaca Al Quran di bulan suci diyakini pahalanya berlipat ganda. Maka malam-malam sepanjang Ramadhan di sini terasa meriah.

Masjid dan meunasah dihidupkan lewat tadarus. Jamaahnya adalah laki-laki dewasa maupun remaja. Alunan orang mengaji terus terdengar lewat corong pengeras suara dari kampung-kampung sepanjang malam. Cukup menentramkan jiwa. Uniknya lagi, disela tadarus mereka membangunkan orang lewat pengeras suara jelang sahur.

Kalau Al Quran sudah khatam, digelarlah khanduri. Di Cot Baroh, khanduri khatam quran meriah. Kaum lelaki tua maupun muda tumpah ke meunasah untuk menyantap hidangan yang disumbang suka rela dari rumah-rumah. Khusus pagi itu, mereka sahur bareng di meunasah.

Pada malam hari, biasanya kaum perempuan menyiapkan makanan plus aneka lauk pauk di rumahnya masing-masing, untuk dibawa ke meunasah dalam bentuk idang atau baki jelang dini hari. Lauknya berupa ikan dan daging dimasak spesial hampir serupa tradisi maulid.

Prosesi khanduri diawali dulu dengan membaca beberapa surat pendek secara bersama-sama hingga surat terakhir dalam Al quran.

Kemudian dilanjutkan dengan doa dan zikir bersama dipimpin Teungku Imum atau tetua kampung. Selanjutnya ditutup dengan makan bersama serta salat subuh berjamaah di meunasah. “Adat ini tidak boleh hilang, jadi tiap bulan puasa selalu ada,” ujar Helmi.

Di sebagian daerah khanduri khatam Al Quran digelar malam hari selepas tarawih. Seperti di Gampong Meunasah Pupu, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya. Selain doa, dzikir dan makan bersama, khanduri khatam Al Quran di sana biasanya ikut diisi dengan ceramah agama.

Malah di beberapa tempat ritual ini dimeriahkan dengan potong kambing kemudian dimasak ala kari dalam kuali besar di meunasah, sebelum disantap bersama-sama. Kambing dibeli dengan sumbangan suka rela warga.

Ada  juga yang memperingatinya dengan sekadar buka puasa bersama anak-anak yatim. Pun demikian, nilai religinya tetap sama yakni wujud syukur atas khatamnya kalam Ilahi.

Menurut Ketua Majelis Adat Aceh, Badruzzaman Ismail, khanduri khatam Al quran memiliki makna khidmah atau pengabdian dalam bentuk syukuran atas keberhasilan mengkhatam Al quran. “Semacam deklarasi kebanggaan seseorang karena sudah khatam quran.”

Khanduri khatam Al quran bukan hanya saat Ramadhan, tapi juga sering digelar secara perorangan di luar bulan suci. Jika seseorang sudah mengkhatam Al quran biasanya menggelar kenduri serupa dengan memberi makan akan yatim di rumahnya.

Khanduri khatam Al quran memiliki dua makna; Secara hubungan vertikal, kata Badruzzaman, ritual ini sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Sementara secara horizontal kenduri ini menjadi ajang silaturrahmi dan saling memberi.[]

Sumber : salmanmardira.wordpress.com

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan