Manajemen Usaha Ternak Kambing dan Domba

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Usaha ternak domba dan kambing adalah salah satu jenis ternak yang potensial dan mempunyai prospek untuk dapat mengimbangi kesenjangan protein hewani asal ternak. Daging domba sangat digemari, akan tetapi pemeliharaan sangat kurang. Domba dan kambing juga mempunyai kedudukan penting dalam lingkungan masyarakat kita, karena sering dimanfaatkan sebagai hewan kurban pada hari raya Idul Adha yang permintaannya selalu meningkat setiap tahun.

Anak2 Gp Cot Baroh
Remaja Gampong Cot Baroh sedang memwa pulang pohon jagung yang baru dipanen untuk pakan ternak.
Untuk tujuan itu diperlukan peningkatan produktivitas dan populasi ternak yang berpegang pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
  • Peningkatan produktivitas berarti kita harus menempuh perbaikan mutu genetik. Ini hanya dapat dilakukan  dengan jalan pemuliaan.
  • Perbaikan mutu genetik hanya merupakan salah satu faktor dalam peningkatan produktivitas ternak. Faktor lainnya yang menentukan adalah pakan, pengelolaan, dan kesehatan ternak. Jadi agar potensi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin faktor lingkungan seperti diatas harus diperbaiki.
  • Peningkatan populasi dapat dicapai dengan peningkatan angka kelahiran dan penekanan angka kematian.

 

Dalam Artikel ini akan diulas mengenai manajemen pemeliharaan ternak domba dan kambing secara lebih rinci meliputi pakan, perkandangan, perawatan, sanitasi dan pencegahan penyakit.
Seleksi Ternak
Tujuan terpenting beternak kambing dan domba adalah menghasilkan ternak yang banyak dan bobot ternak yang tinggi sehingga diperoleh produksi karkas, susu dan kulit dalam jumlah yang tinggi dan bermutu baik. Seleksi domba dapat dengan berbagai teknik yang dibagi menjadi seleksi berdasarkan penilaian individu, seleksi berdasarkan silsilah, seleksi berdasarkan penampilan, seleksi berdasarkan pengujian atau tes produksi. Hal itu tergantung tujuan pemanfaatan domba. Domba yang akan digunakan sebagai bibit atau peremajaan mempunyai beberapa hal yang tidak harus diperhatikan seperti dalam seleksi untuk domba yang akan dipotong.Seleksi pada berbagai tipe domba dan kambing dapat dengan penilaian (judging). Pada tipe daging tekanan pada karkas lebih diperhatikan biasanya angka % berat karkas adalah 53 %. Tipe wool dilihat keadaan bulunya, bulu harus panjang, ikal, tampak adanya volk (berwarna kuning) dan sebaiknya tidak ada serat berwarna hitam. Biasanya domba berukuran lebih besar, badan lebih menyudut, konformasi otot kurang bagus tetapi bulunya lebih tebal. Tipe susu domba betina Priangan mempunyai berat 30 – 40 kg memproduksi 21 – 83 kg susu dengan kadar lemak 5 % setiap laktasi.Tujuan seleksi adalah mendapatkan domba dan kambing dengan beberapa sifat unggul yaitu tingkat kesuburan tinggi yaitu dalam 2 tahun mempu melahirkan 3 kali dan mempunyai kemungkinan beranak kembar lebih dari 50 % atau jumlah anak dalam setiap kelahiran lebih dari 2 ekor, kecepatan pertumbuhan baik yakni dalam waktu pendek dapat menghasilkan persentase karkas tinggi baik kualitas maupun kuantitasnya, memiliki kemampuan daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan sehingga tidak mudah terserang penyakit an tidak mempunyai angka kematian rendah. Ciri fisik pada domba dan kambing yang baik dan unggul adalah tidak terserang penyakit dan tidak cacat tubuh, umur 1 – 1,5 tahun, kaki lurus dan berdiri kokoh, memiliki garis punggung lurus, tumitnya tinggi, tubuh mempunyai penampilan yang gagah dan lincah. Alat kelamin baik, bentuk tubuh yang seimbang.

Pakan ternak kambing dan domba
Pakan merupakan salah satu unsur vital dalam usaha peternakan, pemberian pakan yang tidak sesuai kebutuhan gizi ternak dapat menyebabkan defisiensi makanan sehingga ternak mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, penyediaan dan pemberian pakan harus diupayakan secara kontinyu sesuai standar gizi menurut tingkatan umur ternak.

Ransum untuk domba dan kambing dibagi menjadi 2 yaitu ransum untuk penggemukan dan ransum untuk pertumbuhan. Ransum yang diberikan adalah berupa hijauan dan konsentrat. Zat gizi makanan yang diperlukan adalah mutlak harus tersedia dalam jumlah yang cukup adalah karbohidrat (energi), lemak, protein, vitamin, mineral dan air.

Karbohidrat dan lemak dapat menghasilkan energi untuk semua proses kehidupan terutama dalam proses metabolisme, antara lain untuk mengantar tekanan darah, denyut jantung dan pemeliharaan sehari-hari (Parakkosi, 1995). Protein yang dibutuhkan ternak yaitu protein kasar dan dapat dicerna, sedang mineral digunakan untuk proses-proses dalam tubuh ternak.

Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi pakan pada ternak adalah faktor berat badan, status fisiologis, tingkat produksi dan kesehatan ternak, faktor lingkungan, keadaan kandang dan tempat pakan. Makanan ternak digolongkan menjadi beberapa kelas menurut keadaan, usia dan kebutuhan :

  • makanan kambing dan domba merupakan makanan yang diberikan pada anakan yang sudah tidak menyusu pada induknya (4 – 8 bulan)
  • makanan ternak muda merupakan makanan yang diberikan pada domba muda menjelang dewasa berusia 9 – 12 bulan
  • makanan ternak induk dewasa, merupakan makanan yang diberikan pada kambing dan domba dewasa yang siap dikawinkan dan berusia diatas 12 bulan
  • makanan ternak jantan, merupakan makanan yang diberikan pada kambing dan domba jantan dewasa yang siap digunakan sebagai pemacak dan berusia diatas 12 bulan
  • makanan domba dan kambing menyusui atau laktasi.

Bahan baku makanan yang diberikan untuk kambing dan domba dapat berupa hijauan dan konsentrat. Hijauan pakan merupakan makanan kasar yang terdiri dari hijauan pakan yang dapat berupa rumput lapangan, limbah hasil pertanian, rumput jenis unggul juga berbagai jenis leguminosa. Hijauan pakan merupakan makanan utama ternak ruminansia berfungsi sebagai pengisi perut juga sumber gizi yaitu protein, sumber tenaga, vitamin dan mineral. Kebanyakan untuk menilai gizi suatu hijauan pakan berdasarkan pada kandungan protein.

Konsentrat merupakan makanan penguat yang terdiri dari bahan baku yang kaya akan karbohidrat dan protein, seperti jagung, bekatul, dedak gandum, dan bungkil. Konsentrat untuk kambing dan domba umumnya disebut makanan penguat atau bahan baku makanan yang memiliki kandungan serat kasar kurang dari 18 % dan mudah dicerna .

Kebutuhan pakan kambing dan domba tidak bunting diberikan dengan jumlah 2,5 – 3 % dari berat badan (BK). Untuk ternak bunting pakan harus terdiri dari legum dan campuran legum dengan jerami, silase dan furrif. Agar anakan lahir cukup kuat diberikan kira-kira 0,25 kg bijian tiap ekor per hari, 30 – 45 hari menjelang kelahiran pemberian bijian ditingkatkan menjadi 0,5 kg sampai setelah kelahiran untuk memberikan gizi yang cukup agar laktasinya maksimal.

Kandang kambing dan domba
Sistem perkandangan intensif dapat membantu ternak menjadi lebih produktif. Kandang mempunyai fungsi yang sangat vital antara lain : melindungi ternak dari hewan pemangsa, melindungi ternak dari gangguan lingkungan, memudahkan pemeliharaan sehari-hari, membuat ternak beristirahat, kawin dan beranak dengan baik, kotoran dapat dikumpulkan dan dapat dibersihkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang adalah tata letak kandang, model kandang, konstruksi kandang, perlengkapan kandang.

Tata letak kandang sangat berpengaruh terhadap kehidupan ternak yang dipelihara terutama kesehatan ternak. Lingkungan bangunan kandang harus mendukung yaitu bersih, sehat dan ketenangan ternak terjamin, letak kandang harus memenuhi kriteria, letak kandang harus lebih tinggi dari lingkungan, sinar matahari dapat merata, terlindung dari angin secara langsung, harus agak jauh dari pemukiman dan sumber air, tempatnya kering dan tidak lembab.

Model kandang yang diterapkan adalah model kandang panggung dan lantai. Kandang panggung memiliki kolong yang berfungsi menampung kotoran dan air kencing ternak. Kelebihan kandang ini adalah kandang menjadi bersih lantai kering dan perkembangan penyakit dapat ditekan tetapi biaya relatif mahal, resiko kecelakaan terperosot lebih tinggi. Kandang lantai tanah tidak terdapat kolong sehingga konstruksi lantai langsung pada permukaan tanah sekaligus penampungan kotoran dan air kencing ternak. Kelebihan kandang ini lebih murah, resiko kecelakaan dapat dihindari, tetapi kebersihan kandang kurang terjamin, lantai becek dan lembab, kuman mudah tersebar, kebersihan dan kesehatan kurang terjamin.

Konstruksi kandang yang benar dapat menekan pertumbuhan parasit yang dapat menyebabkan bermacam-macam penyakit. Konstruksi kandang yang perlu diperhatikan adalah dinding kandang, lantai kandang, alat kandang, lubang ventilasi, posisi kandang, kerangka kandang, dan ukuran luas kandang.

Ukuran kandang bermacam-macam misalnya : kandang jantan dewasa (12 bulan) 1,2 m3, betina dewasa (12 bulan) 1,0 m3, induk menyusui 1,0 m2 + 0,5 m2/anak, jantan/betina muda 0,75 m3, sapihan (3 – 7 bulan) 0,5 m3.

Domba dan kambing yang dipelihara dalam kandang harus memiliki perlengkapan seperti bak pakan untuk tempat hijauan, tempat penyimpanan dan persediaan pakan, kolong kandang untuk menampung kotoran dan air kencing, sedangkan peralatan kandang berupa sabit, cangkul, alat semprot, palu, gunting cukur, sikat, gunting kuku, dan pisau untuk menunjang kelancaran proses produksi.

Perawatan ternak
Perawatan ternak kambing dan domba bertujuan untuk mencegah berbagai macam serangan penyakit dan parasit yang merugikan usaha peternakan misalnya penurunan produksi daging. Perawatan kebersihan lingkungan dapat menjamin kesehatan ternak. Perawatan ternak yang dimaksud adalah memandikan ternak, merawat atau memotong kuku dan mencukur bulu ternak.

Memandikan ternak

Tubuh kambing dan domba yang tidak pernah dimandikan akan kotor. Apabila dibiarkan, kondisi tubuh yang kotor ini akan menjadi tempat tumbuh dan berkembang pathogen misalnya jamur, parasit, dan lain-lain yang dapat membahayakan kehidupan ternak. Oleh karena itu, ternak harus dimandikan secara rutin minimal seminggu sekali. Air yang digunakan harus mengalir dan bersih. Memandikan ternak dapat dilakukan dengan cara disikat dan disabun agar kuman-kuman penyakit pada bulu dan sekitarnya mati. Setelah dimandikan, domba harus dijemur sebentar sampai bulu-bulunya kering. Waktu memandikan ternak sebaiknya pada pagi hari. Kemudian dijemur untuk mendapatkan sinar matahari pagi sehingga membantu pembentukan vitamin D.

Mencukur bulu
Bulu kambing dan domba yang terlalu panjang dan lebat dapat menyebabkan gatal-gatal yang sangat mengganggu ternak sehingga menjadi gelisah dan stres. Untuk menghindari kuman-kuman dan parasit pada tubuh, maka perlu pencukuran bulu. Pencukuran bulu dapat dilakukan minimal 6 bulan sekali. Pencukuran harus hati-hati agar tidak menimbulkan luka. Pencukuran bulu dapat dilakukan dengan menggunakan gunting biasa atau gunting rambut. Sebelum melakukan pencukuran rambut, ternak perlu dimandikan dan dibersihkan terlebih dahulu. Hal yang perlu diperhatikan dalam pencukuran bulu adalah menyesuaikan guntingan bulu kira-kira 0,5 cm. Jika pencukuran bulu dilakukan sampai habis akan menyebabkan kedinginan yang berpengaruh pada kesehatan ternak.

Memotong kuku
Kuku yang terlalu panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena akan membentuk rongga di bawah kelopak kaki. Ternak tersebut mudah sekali kemasukan kotoran yang dapat menjadi tempat tumbuh dan perkembangan pathogen. Selain itu, kuku panjang juga dapat mengganggu aktifitas ternak saat berjalan. Domba dan kambing jantan yang kukunya panjang akan kesulitan bila mengawini ternak betina. Kuku yang panjang biasanya mudah patah sehingga dapat menimbulkan luka dan infeksi. Alat pemotong yang digunakan adalah golok, pahat kayu, pisau rotan, pisau kuku atau gunting.

Pemberian obat cacing
Biasanya dilakukan pada saat masuk kandang, kemudian diulang setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Contoh obat cacing, yaitu Rintal boli berbentuk kapsul (bolus), rental mik dicampur dengan konsentrat.

Pertumbuhan Ternak
Pertumbuhan adalah perubahan ukuran yang mencakup pertumbuhan berat terhadap bentuk, dimensi linear, dan komposisi tubuh, termasuk pula di dalamnya perubahan komponen-komponen tubuh seperti otot dan tulang, lemak, protein serta abu. Proses pertumbuhan terjadi menurut tiga proses dasar, yaitu proses dasar pertumbuhan seluler yang meliputi perbanyakan sel (hiperplacia), pembesaran sel (hipertropi), dan akresi atau pertambahan benda non protoplasmic (deposisi lemak, glikogen, plasma darah, kartilago).

deferensiasi dari sel induk dalam embrio menjadi ectoderm, mesoderm, dan endoderm serta deferensiasi selanjutnya menjadi sel khusus seperti sel syaraf dan epitel (ectoderm), sel otot dan jaringan penghubung (mesoderm) serta saluran pencernaan dan kelenjar tambahan (endoderm). deferensiasi yang melibatkan banyak proses dan kontrol pertumbuhan.

Pertumbuhan biasa dimulai dengan perlahan-lahan kemudian berlangsung lebih cepat dan akhirnya perlahan-lahan lagi, kemudian mengalami masa stasioner atau berhenti sama sekali dan turun. Makanan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ini. Makanan yang sempurna mempercepat laju pertumbuhan urat daging dan penimbunan lemak.

pertumbuhan dimanifestasikan dengan pertambahan berat badan. Pertambahan berat badan hidup yang terlihat tidak lain adalah merupakan kemampuan dalam mengubah zat-zat makanan dari pakan yang diterima menjadi daging dan lemak, setelah kebutuhan pokok hidupnya terpenuhi. Selain pakan, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan adalah bangsa dari jenis kelamin. Dibandingkan dengan ternak betina, ternak jantan biasanya tumbuhlebih cepat dan pada umur yang sama berat badannya akan lebih besar. Perbedaan laju pertumbuhan antara jenis kelamin tersebut dapat menjadi lebih besar sesuai dengan bertambahnya umur. Umur yang mempunyai pertumbuhan yang bagus sehingga cocok untuk digemukkan adalah pada saat dan menjelang pubertas, pertumbuhan ternak memasuki tahap yang cepat, sedangkan menjelang dewasa tubuh, laju pertumbuhan ternak akan mengalami pertumbuhan yang lambat.

Sanitasi dan Pencegahan Penyakit
Sanitasi dilakukan untuk menjaga kesehatan ternak. Kegiatan yang dilakukan untuk kegiatan sanitasi meliputi kebersihan ternak, kandang dan lingkungan. Lingkungan sekitar kandang yang kotor dapat menjadi tempat berkembangnya pathogen. Perawatan ternak dan sanitasi lingkungan yang baik dapat membuat kambing dan domba yang dipelihara selalu sehat dan menghasilkan karkas yang baik. Lingkungan yang tidak bersih dapat menimbulkan beberapa penyakit diantaranya;

Penyakit mulut dan kuku
Merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan ternak mengalami kematian, penyakit ini menyerang bagian kuku dan mulut, mulut melepuh dan diselaputi lendir, akibatnya ternak mati karena tidak mau makan. Gejala yang timbul adanya demam tinggi, gusi, dan permukaan lidah melepuh yang berisi cairan jernih. Pencegahan penyakit adalah dengan vaksinasi menggunakan vaksin AE setiap 6 bulan. Pengobatan penyakit dapat diusahakan dengan membersihkan bagian yang melepuh pada mulut dengan larutan almunium sulfat 5% sedangkan pada kuku direndam dengan larutan natrium karbonat 4%.

Penyakit perut kembung
Penyakit ini disebabkan oleh gas dalam perut yang tidak dapat keluar, sehingga mengganggu proses pencernaan dalam rumen domba. Penyebab penyakit ini adalah pemberian makanan yang tidak teratur atau domba terlalu lapar. Gejala yang timbul adalah terjadinya lambung domba yang membesar, sehingga bila tidak segera ditanggulangi dapat menyebabkan kematian. Pencegahan penyakit ini dapat diusahakan dengan memberikan makan yang teratur dan jangan menggembalakan terlalu pagi. Pengobatan dilakukan dengan pemberian air gula yang diseduhkan dengan asam. Selanjutnya kaki domba bagian depan diangkat ke atas sampai gas keluar.
Penyakit cacingan

Cacing merupakan hewan parasit yang menyerang saluran pencernaan ternak. Jenis cacing yang menginfeksi kambing dan domba adalah cacing bulat dan cacing pita. Penularan penyakit cacingan pada umumnya melalui rumput yang menjadi sarang telur atau larva cacing dan dimakan domba. Gejala penyakit pada ternak menjadi kurus, lemah, dan pucat. Bulunya kusam, kotoran encer atau mencret, nafsu makan kurang, perut membesar. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan sanitasi lingkungan. Untuk pengobatan dilakukan dengan pemberian obat misalnya piphentane 70, piperazin, amprollum, dan sulfanilamides.
Penyakit kudis

Penyakit kudis merupakan penyakit menular yang menyerang kulit kambing dan domba dan sangat merugikan secara ekonomi sehingga produksi ternak merosot, dan kulit jadi jelek dan mengurangi nilai jual. Penyakit ini disebabkan oleh kutu, dan ternak yang diserang kondisinya semakin memburuk, badan lemah dan kurus, nafsu makan menurun, senang menggaruk. Bila tidak ditanggulangi penyakit ini akan cepat menular. Pencegahan penyakit dengan sanitasi yang baik dengan memandikan ternak dan kebersihan lingkungan. Pengobatan penyakit dilakukan dengan mengoleskan benzoas bensilicus 10% pada luka, atau merendam domba dengan coumaphos 0,05 – 0,1%.

Penyakit mata
Penyakit mata terjadi akibat peradangan selaput lender mata yang disebabkan oleh bakteri, virus, chilamidia. Menyebabkan mata selalu berair dan membengkak serta berwarna merah. Mata menjadi keruhdan timbul borok pada selaput bening, sehingga menyebabkan kebutaan. Pencegahan dapat dilakukan dengan sanitasi yang baik. Pengobatan dilakukan dengan pemberian salep mata terramyan 0,1%.

Pada ternak domba atau kambing pada saat sebelum dimasukkan ke dalam kandang sebaiknya dilakukan pengenalan kandang pada ternak, kemudian ternak diusap-usap bulunya sebagai tanda sayang pada ternak. Ternak juga harus dibiasakan ke dalam kandang, dengan sendirinya ternak akan terbiasa. Pengendalian exercise juga sangat baik bagi ternak, karena terlalu sering di dalam kandang juga tidak bagus bagi ternak.

Demikian sedikit ulasan mengenai usaha kambing dan domba, semoga membantu dalam bisnis peternakan yang anda lakukan.

Sumber :ternak.net

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan