Masyarakat Gampong Cot Baroh Peringati Maulid Nabi 1437 H

Masyarakat Gampong Cot Baroh Peringati Maulid Nabi 1437 H
Gampongcotbaroh.desa.id Sponsor Utama Dalam Penomoran dalong/hidang maulid

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID, Maulid Nabi yang selalu diperingati pada tanggal 12 Rabiul Awal, untuk tahun 1937 H, tanggal 12 Rabiul Awal jatuh pada 24 Desember 2015 Masehi, pada tanggal tersebut ditetapakn sebagai hari libur Nasional, namun dalam kalender Aceh, ada tiga bulan berturut yang disebut dengan bulan Maulod, yaitu bulan Rabiul Awal disebut dengan Maulod Awai (Awal Maulid) yang dimulai dari tanggal 12 Rabiul Awal sampai berakhir bulan Rabiul Awal. Sedangkan Kenduri Maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir disebut Maulod Teungoh (Maulid Tengah) yang dimulai dari tanggal 1 bulan Rabiul Akhir sampai berakhirnya bulan Rabiul Akhir tersebut. Selanjutnya, Kenduri Maulid pada bulan Jumadil Awal disebut Maulod Akhee (Maulid Akhir) yang dilaksanakan sepanjang bulan Jumadil Awal.

Masyarakat Gampong Cot Baroh Peringati Maulid Nabi 1437 H
Gampongcotbaroh.desa.id Sponsor Utama Dalam Penomoran dalong/hidang maulid

Sabtu (6/02) bertepatan dengan 26 Rabiul Akhir 1937 H, Masyarakat Gampong Cot Baroh memperingati Maulid dalam rangka memuliakan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

Sejarah peringatan Maulid pertama sekali diadakan pada masa sultan Salahuddin al-Ayyubi memerintah dinasti Ayyubiyah di Mesir pada tahun 1185 M (581 H), yang bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat kaum Muslimin yang sudah mulai surut dalam berperang melawan pasukan perang salib yang pada waktu itu telah banyak membunuh kaum Muslimin dan menguasai kota Al-Qud selama lebih kurang 70 tahun.

Sultan Shalahuddin al-Ayyubi pada waktu itu berinisiatif ingin menyelenggarakan sejenis sayembara tentang riwayat kehidupan Nabi. Sayembara tersebut dimenangkan oleh Syaikh Ja’far al-Barzanji dengan karyanya Al-Jawahir yang dikemudian harinya dikenal dengan kitab Al-Barzanji yang alunan syairnya sering diperdengarkan diwaktu Maulid tiba .

Setelah even ini selesai digelar dengan segelintir acara penyemangatan kaum Muslimin lainnya, maka semangat kaum Muslimin berapi-api kembali untuk memerangi tentara salib pada waktu itu dan kota suci Al-Qud serta mesjidil Aqsa yang dulu dijadikan geraja oleh tentara salib dapat diambil kembali.

Memperingati Maulid ini turun-temurun masih dilakukan oleh orang-orang islam umumnya di Aceh sampai sekarang. Kebiasaan-kebiasaan ini diadakan setiap tahun terhitung sejak tanggal 12 Rabi’ul awal sampai 100 hari kemudian menurut hitungan tahun Hijriah. Kebiasaan ini dilakukan untuk mengenang kembali arwah Nabi Muhammad SWA, yang telah sukses membawa ummat dari polapikir jahiliah ke pola pikir yang islamiah sesuai dengan perintah Allah SWT.

Masyarakat Gampong Cot Baroh Peringati Maulid Nabi 1437 H
Potret Warna Warni Hidangan Maulid Gampong Cot Baroh

Di Gampong Cot Baroh setiap peringatan Maulid masyarakat merayakan dengan bu kulah (nasi yang dibungkus dengan daun pisang yang sudah dilayu dengan hawa panas api). Kira-kira lebih kurang dua puluh lima bungkus dimasukkan kedalam dalong kemudian ditutupi dengan sange atau orang menyebutnya hidang. Sedangkan menu masakan seperti, Sie Itek, Sie Manok, dan beberapa jenis ikan dengan masakan yang berbeda-beda (masak mirah, masak puteh, asam ke eung, dan sebagainya), bahkan ada juga beberapa buah-buahan yaitu berupa pisang, boh aneuh ngeon boh mamplam teucang-cang (nenas dan mangga yang telah di iris-iris) serta papaya, dimasukkan kedalam hidangan lain yang terpisah dengan nasi, atau lazem disebutnya sebagai hidangan pencuci mulut.

Dua dalong/hidang yang penuh dengan bu kulah dan menunya dibungkus dengan kain khusus khas Aceh dan dibawa ke Meunasah. Sesampai di Meunasah, hidang tadi ditaruh pada suatu tempat yang telah ditentukan bersama sebelumnya. Sedangkan warga kampung tetangga yang telah datang memenuhi undangan kenduri Maulid tersebut telah berkumpul didekat tempat kenduri menunggu giliran dipanggil. Setelah dipanggil, mereka langsung menuju tempat kenduri yang telah ditentukan. oleh si empunya hidangan mereka dipersilahkan masuk dan sebelum warga desa tetangga itu duduk bersila, mereka diminta untuk membacakan Shalawat kepada Nabi.

Setelah pembacaan Shalawat selesai, maka mereka duduk bersama sembari menunggu hidangan dibuka dan dibagikan menunya oleh dua orang dari kelompok tersebut. Mula-mula yang dibagikan adalah bu kulah untuk dibuka menampung menu sie itek, manok dan menu lainnya. Pembagiannya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Setelah bu kulah dan menunya terbagi rata, maka selanjutnya dibagi-bagilah kantong plastic untuk dimasukkan bu kulah yang telah dicampur dengan menunya tadi untuk dibawa pulang, lalu mereka berpamitan kepada siempunya hidangan untuk membawa pulang kenduri dengan cara bersalaman penuh kemaafan dan kesenangan. Tamu yang diundang adalah tamu dari warga gampong lain yang berdekatan dengan gampong yang mengadakan kenduri Maulid dan kampung tersebut tidak mengadakan kenduri Maulid pada waktu yang bersamaan dengan kampong yang mengundang. Kira-kira bagitulah yang dirasakan oleh warga gampong pada saat kenduri Maulid.

Lain halnya dirumah, sebagian tamu yang diundang adalah sanak saudara, kaum kerabat dan teman dekat, mereka membawa sekilo gula pasir atau sebuah bungkusan roti. Sedangkan hidangan yang disuguhkan untuk tamu yang diundang kerumah sangat berbeda dengan yang di keluarkan ke Meunasah. Mereka diberikan kenduri dengan cara dihidangkan beberapa menu makanan dalam sebuah tafsi (talam) yang langsung menyantapnya dirumah tersebut tanpa membawa pulang. Menurut banyak sumber, tradisi ini telah berlaku semenjak puluhan tahun yang lalu.

“Pada peringatan Maulid 1437 H Masyarakat Gampong Cot Baroh menjamu tamu Maulid lebih kurang 1.000 undangan yang terdiri dari 10 gampong, peringatan Maulid tahun ini mengangkat tema “memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW : Menyosong hari esok yang lebih Islami, Berkualitas, dan beraklah Mulia”. Ujar Keuchik Gampong Cot Baroh

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan