Gampong Cot Baroh Salah Satu Pemasok Bahan Baku Emping Melinjo

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – Kabupaten Pidie  memiliki  731 Gampong, suatu daerah dengan potensi tanah/lahan yang subur, luas areal pertanian capai ± 29.369 hektar luas baku sawah, belum lagi lahan hutan belantara dan hutan rakyat, berbagai jenis tanaman, tumbuhan palawija dan potensi peternakan, dan bidang indutri rumah tangga menjadi jendela bagi kabupaten penghasil melinjoe. 

Buah Melinjoe Bahan Baku Emping Melinjo

Bicara emping melinjoe Pidie, saat ini unit usaha potensi industri pangan emping melinjo mencapai 1.326 unit berdasarkan bank data elektronik kabupaten pidie bagian santel & pde setdakabupaten pidie yang dikutip dari www.pidiekab.go.id .

Emping melinjoe adalah sejenis krupuk berbahan dasar biji melinjoe yang dipipih menggunakan palu ataupun mesin pengepres. Pemipihan emping melinjoe dengan palu dilakukan secara manual oleh tenaga manusia. Cara ini menghasilkan emping melinjoe dengan diameter yang tidak seragam dan biasanya bagian pinggir lebih pipih dibandingkan bagian tengah.

Seorang Pengrajin Sedang mepipih emping melinjoe (Sumber : webblogkkn.unsyiah.ac.id)

Keuntungan cara ini yaitu emping melinjoe yang didapat lebih disukai konsumen karena lebih pipih dan saat digoreng dapat mengembang seperti kelopak bunga. kelemahannya produktivitas lebih rendah karena proses pemipihan tidak dapat dilakukan secara cepat. Pemipihan emping melinjoe juga dapat dilakukan menggunakan mesin semi-mekanis ataupun mekanis.

Penggunaan mesin memberikan keuntungan terhadap peningkatan produktivitas emping melinjoe. Emping melinjoe yang dihasilkan lebih banyak per satuan waktu dibandingkan dengan menggunakan palu. Keuntungan lainnya emping melinjoe yang dihasilkan diameternya lebih seragam. Namun, emping melinjoe yang dihasilkan dengan cara ini lebih tebal dan kurang mengembang saat digoreng.

Oleh karena itu, kebanyakan konsumen lebih menyukai emping melinjoe yang dihasilkan secara manual karena memberikan ciri khas tersendiri saat dikonsumsi. Biasanya emping melinjoe yang dipipih menggunakan mesin mekanis diproduksi di daerah Jawa dan sekitarnya.

Sedangkan emping melinjoe yang diproduksi secara manual didatangkan dari Sumatera yaitu di daerah Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Kabupaten Pidie menjadi sentral produksi emping melinjoe Aceh yang sangat disukai oleh konsumen terutama di Sumatera Utara dan Jakarta.

Emping melinjoe diolah menjadi beraneka ragam masakan sebagai makanan cemilan dan biasanya menjadi makanan pelengkap nasi, mie Aceh, masakan sayur dan lain-lain. Oleh karenanya, emping melinjoe menjadi makanan konsumsi sehari-hari warga Indonesia karena selain dibuat dari biji melinjoe pilihan serta mempunyai cita rasa yang lezat.

Mie Aceh dengan emping melinjoe yang leazat

Untuk bahan baku emping melinjoe banyak dipasok dari gampong-gampong di pedalaman Pidie, seperti Gampong Cot Baroh Kecamatan Glumpang Tiga, yang banyak ditemukan pohon melinjoe yang memiliki nama dalam bahasa latin Gnetum gnemon Linn.

Gnetum gnemon Linn.

Harga melinjoe Rp 8000 s/d 15000 perliter, warga menjual kepada penggepul atau dikenal dengan sebutan muge mulieng  yang masuk ke gampong-gampong pada pagi atau sore hari, melinjoe menjadi salah satu alternatif peningkatan ekonomi warga. (red)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan