Jembatan Krueng Jangko Telantar Dua Tahun

GAMPONGCOTBAROH.DESA.IDCot Baroh (18/082015) Sudah  50 hari dari senin tanggal 29 Juni 2015 yang mana pada hari tersebut sebuah media ternama di Aceh menulisakan berita “Jembatan Krueng Jangko Telantar DuaTahun” hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dilanjutkan pembangunan jembatan tersebut, apa akan telanjar untuk tiga tahun lamanya ?

Jembatan Krueng Jangko Telantar Dua Tahun

Seperti dikutip dari akun facebook salah seorang penduduk Gampong Krueng Jangko yang mengekspresikan pertanyaan terkait jembatan tersebut dengan mengunggah photo jembatan menuliskan “Aleh pjan siap tetue yoe … . . ..” 

“Aleh pjan siap tetue yoe … . . ..” (Sumber : www.facebook.com)

Mungkin yang bersangkutan sudah tidak sabar lagi menunggu jembatan siap setelah sekian lama terbengkalai. Lokasi jembatan ini sangat srategis untuk menghubungkan Kemungkiman Aron yang selama ini hanya mengandalkan jembatan gantung untuk transportasi menuju ke Glumpang Minyeuk.

Berikut kutipan berita dari aceh.tribunnews.com (29/06/2015) yang menuliskan berita dengan judul “Jembatan Krueng Jangko Telantar DuaTahun” SIGLI- Proyek jembatan rangka baja di Krueng Jangko, Kemukiman Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, telah dua tahun lebih ditelantarkan. Sehingga jembatan yang baru tahap pemasangan leger itu belum dipsang lantai dan belum dibuat abutmen.

Anggota DPRK Pidie, Nur Saadah SAg, kepada Serambi, Sabtu (27/6) mengatakan, berdasarkan laporan warga Krueng Jangko bahwa jembatan rangka baja itu terakhir dikerjakan tahun 2013. Sampai sekarang masyarakat belum bisa memanfaatkan jembatan itu sebagai sarana penyeberangan.

“Sampai kini tidak ada tanda-tanda proyek jembatan itu dilanjutkan. Saya berharap kepada dinas terkait, agar jembatan tersebut segera dilanjutkan pembangunannya,”katanya.

Ia menjelaskan, jika jembatan tersebut rampung dikerjakan, maka menjadi akses sarana penyeberang bagi warga di delapan gampong, yaitu Gampong Krueng Jangko, Reudep Melayu, Bili, Panjou, Simpang Aron, Cot Tunong dan Cot Baroh. Masyarakat dengan mudah menjual hasil bumi ke pasar Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga.

“Kelanjutan pekerjaan jembatan rangka baja Krueng Jangko selama ini tidak pernah dilaporkan ke dewan. Sekarang ini baru kami mengetahui, jadi dinas harus mengusulkan dana kelanjutan jembatan itu dalam APBK-Perubahan tahun 2015,” katanya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Pidie, Muhammad Nazar MT, kepada Serambi Sabtu (27/6) menjelaskan, lanjutan pembangunan rangka baja jembatan Krueng Jangko, Kecamatan Glumpang Tiga akan dikerjakan tahun ini dengan anggaran Rp 1,6 miliar bersumber dari DAU. “Kami baru bisa mengerjakan tahun ini oprit dan pengecoran lantai jembatan tersebut. Sedang tahun lalu tidak ada anggaran untuk kelanjutan pembangunan jembatan tersebut,” katanya.

Dikatakan, hingga kini proses tender untuk kelanjutan pekerjaan oprit dan pengecoran lantai jembatan tersebut belum dilakukan karena adanya masalah teknis. “Kalau tidak ada halangan proyek kelanjutan jembatan Krueng Jangko dikerjakan Agustus tahun ini,” katanya. (Redaksi)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan