Penyakit Campak Meningkat di Pidie

Karakter Campak (Sumber : Google)

* Sudah Mencapai 119 Kasus

WWW.GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID – SIGLI – Kasus penyakit campak (bintik merah di sekujur tubuh) terus meningkat di Kabupaten Pidie. Dari Januari sampai Mei 2015 sudah mencapai 119 kasus. Kasus itu paling dominan mendera anak usia 9 bulan sampai 4 tahun.

“Ada lima bayi di antaranya usia sembilan bulan sempat dirawat karena campak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pidie, drg Mohm Riza Faisal MARS didamping Kabid Pengendalian Masalah Penyakit (PMK) dr Dwi Wijaya, Minggu (31/5).

Disibutkan, jangkitan campak merata di 23 kecamatan di Pidie. Paling banyak di tiga kecamatan yakni, Kecamatan Sakti 15 kasus, Simpang Tiga 10 kasus dan Kecamatan Tangse 17 kasus. Selebihnya di kecamatan lain yang rata-rata di setiap kecamatan di bawah 10 kasus, hingga totalnya mencapai 119 kasus. “Jumlah ini cukup meningkat dibanding tahun lalu hingga posisi Mei hanya 90 kasus,” tambah Kabid PMK Dinkes Pidie, dr Dwi.

Dwi menduga meluas kasus campak akibat masyarakat menolak diimunisasi. Padahal, bayi berusia di bawah 9 bulan harus mendapat imunisasi lengkap salah satunya adalah vaksin campak. Faktor menolak diimunikasi karena ada fatwa adanya cairan mengandung unsur yang tak benarkan dalam Islam.

Di samping itu, Kabid PMK Dinkes Pidie, dr Dwi Wijaya mengatakan, penyakit campak mudah menular pada orang lain. Proses penularannya bisa melalui pernafasan dan bersentuhan langsung dengan penderita.

Secara medis, jelasnya, campak terjangkit akibat panas terlebih di bulan antara Mei sampai Agustus. Penyebarannya diawali oleh virus lalu menimpa penderita diawali demam, batuk lalu tumbuh bercak merah di tubuh. “Ada juga bercak merah sampai ke dalam bola mata sehingga mengkhawatirkan masyarakat,” ujar dr Dwi.

Cara mengantisipasinya, sebut Dwi, makan makanan bergizi cukup, buah-buahan. “Jika ada anggota keluarga sudah mengalami demam disertai bercak merah di tubuh segera dibawa ke Puskesmas terdekat,” imbuh dr Dwi.

Sumber : aceh.tribunnews.com

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan