Masyarakat Gampong Cot Baroh Mengadakan Kanduri Top Blang Musim Tanam Gadu 2015

GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID | Cot Baroh (08/06/2015) Kanduri Top Blang yaitu sebuah tradisi di Aceh yang dinamakan Kanduri Blang yang merupakan adat budaya kenduri turun ke sawah yang secara turun temurun dilakukan sejak jaman dulu hingga sekarang.

Adat turun ke sawah ini merupakan tradisi bagi petani yang akan memulai menanam padi, kanduri blang dilakukan dari membajak sawah, menyemai benih padi, padi sudah siap ditanam ditandakan degan semua permudakan sawah tertutup hijaunya daunan padi maka diadakan kanduri top blang (kanduri tutup aktifitas di sawah) dan jika pada sudah mengandung biji padi maka di adakan kanduri blang keumaweuh.

Kanduri Top Blang dipusatkan di Cot Tgk Glee Cot Tapang Gampong Cot Baroh, acara adat ini dihadiri oleh Keuchik Gampong Cot Baroh, Perangkat Gampong, Tokoh adat Gampong, Tuha Peut Gampong serta tokoh masyarakat dan pemuda yang semua berprofesi sebagai petani.

Asal usul kanduri blang ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. Tradisi ini dilakukan untuk peusejuek (tepung tawar)  batang padi yang sudah siap ditanam (kisaran padi berumur 1 bulan setengah) hingga padi mengandung biji padi setiap ada kanduri top blang dan keumaweuh pasti ada ritual peusejuek kecuali khanduri blang untuk pembukaan persawahan.

Sebelum kanduri blang digelar, terlebih dahulu ada pemberitahuan bahwa akan diadakan kanduri blang  oleh Keuchik Gampong memalui pengeras suara di Meunasah, maka dari itu mayarakat yang manyoritas petani pengarap sawah akan mempersiapkan makanan untuk di bawa ke kanduri blang, biasanya mereka sembelih ayam, bebek dan menyediakan nasi nasi bungkus atau bu kulah atau membuat bu lukat (nasi kentan) untuk di bawa ke tempat kanduri dimakan bersama-sama  dan dibawa pulang.

Tahapan-tahapan  kanduri top blang, masyarakat datang ke tempat kanduri dengan membawa makanan yang telah disiapakan, masyarakat telah berkumpul semua kemudian tokoh adat membuat air obat  di dalam timba dengan menggunakan manyam pinang, jeruk perut, daun cocor bebek dan bedak, kesemua bahan tersebut dicampurkan dalam air dan diaduk hingga bercampur.

Air obat sudah siap dibuat kemudian dibacakan Surah Yasin, di lanjutkan dengan Zikir sampai doa, jika air dibacakan padanya kata-kata yang baik, air akan bereaksi positif dan kemudian membagikan makanan-makanan yang telah di bawah untuk dimakan bersama dan jika tidak habis bisa di bawa pulang untuk dimakan di rumah.

Air obat yang telah dibacakan doa tadi dibagikan ke masyarakat untuk di peusejuek (tepung tawar) pada batang padi, dan setelah semua proses khanduri top blang selesai, keseokan harinya akan ada hari pantang pergi ke sawah (beratifitas di sawah bagi petani) selama tiga hari, jika ada masyarakat atau petani yang melanggar resiko ditanggung sendiri yaitu sebuah malapetaka. (Redaksi)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan