648 Gampong belum Rampung Draf RAPBG

* Camat Diminta Membimbing Keuchik

WWW.GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID iSIGLI – Memasuki pertengahan tahun anggaran 2015, dari 727 gampong yang ada di Pidie, baru 79 gampong yang telah menyusun draf Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (RAPBG). Sedangkan 648 gampong lainnya hingga kini masih terkendala karena berbagai hal.

Karena itu pula, Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE saat membuka rapat evaluasi RAPBG di Op Room Setdakab Pidie, Kamis (28/5) meminta para camat agar membimbing keuchik dan paling lambat 8 Juni 2015 semua desa telah menyerahkan draf RAPBG tersebut.

Di hadapan patra camat, M Iriawan menekankan, agar para camat tidak tinggal diam dan harus segera turun tangan dan mengarahkan keuchik sehingga bisa menyusun draf tersebut. “Jika masalah ini tak segera diselesaikan, dikhawatirkan akan timbul banyak masalah di desa,” kata M Iriawan.

Menurut Wabup Pidie itu, tahun ini honor perangkat gampong, dana anak yatim serta dana untuk kaum duafa disalurkan melalui dana gampong tersebut. Katanya, jika RAPBG terlambat diselesaikan keuchik, maka berdampak pada molornya pembayaran honor aparatur gampong dana anak yatim dan kaum duafa lainnya.

“Memang masalah ini rumit, karena baru tahun pertama dijalankan dana desa dikelola berdasarkan Undang-undang desa,” ujar Wabup Pidie tersebut.

Dalam pertemuan itu beberapa camat menyampaikan kesulitan menyusun draf RAPBG terkait pembangunan infra struktur. Maka itu, para camat juga meminta Pemkab Pidie mengirim pendamping ke desa untuk susun anggaran.

Camat Geumpang, Saiful Zuhri mengakui penyusunan RAPBG mendekati rampung. Hanya katanya, kendala di infra struktur penentuan pembangunan. “Kami mohon ada pendamping diutus kabupaten,” pintanya.

Hal senada juga dikatakan Camat Mane, Fahmi SSTP MSi. Katanya, pihaknya terkendala pembangunan proyek desa di atas Rp 300 juta, karena proyek sebesar itu harus ditender.

Sumber : aceh.tribunnews.com

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan