Petani Gampong Cot Baroh, Tanam Padi Musim Gadu Tahun 2015

WWW.GAMPONGCOTBAROH.DESA.ID | Cot Baroh (12/05/2015) Paska panen padi tahunan beberapa bulan lalu, kini para petani yang berdomisili di Gampong Cot Baroh dan sekitarnya menanam padi Musim Tanam (MT) gadu 2015.

Tampa persawahan yang kembali hijau

Pada tahun ini masa tanam padi MTG lebih cepat dari pada  biasanya, ini disebabkan oleh indentitas hujan yang tinggi pada bulan april lalu bahkan sempat terjadi banjir hingga tiga kali yang membuat sebagian petani merugi karena benih padi yang siap disenai dibawa banjir serta 100 M infrasruktur irigasi rusak.

???????????????????????????????
Petani sedang memperbaiki saluran irigasi yang jebol saat banjir datang dengan menggunakan batang pinang dan dilapisi plastik

dari amatan redaksi gampongcotbaroh.desa.id tampak persawahan di Gampong Cot Baroh dan sekitarnya kembali hijau lebih kurang 60 Ha yang kebetuhan air bisa dipenuhi oleh bendungan Paya Raoh, tidak semua sawah ditanami padi ditakutkan akan kekurangan air, saat ini curah hujan sedang dan kadang-kadang tinggi seperti pada bulan april yang sempat banjir, bendungan Paya Raoh memiliki dua waduk untuk saat ini satu waduk difungsikan dan satu lagi sedang dikeruk untuk perluasan.

dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Ir Ainul Mardyah, meminta para masyarakat untuk tidak memaksakan diri menanam padi pada Musim Tanam salah musim gadu tahun 2015 karena musim kemarau yang di perkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan ini.

Sehingga kesulitan untuk mendapatkan air yang cukup, namun sebaiknya para petani yang memiliki lahan di daerah kekeringan untuk sementara dapat beralih ketanaman lain seperti palawija atau sayuran” (dikutip dar radaraceh.com )

“Untuk menghindari kemungkinan besar kedepan mengalami kekeringan akibat pengaruh iklim kita akan tentukan dan bagikan wilayah yang dapat ditanam padi, masa tanam atau tanam Gadu (MT/2015) dalam bentuk persentase yang menurut perkiraan memudakan terjangkau air.   Kecamatan Keumala 80%, Titeu 80%, Sakti 80%, Mila 30%, Delima 30 %, Grong Grong 30 %, Pidie 30 %, Tiro 90 %, Mutiara Timur 60 %, Geulumpang Tiga 40 %, Mutiara 50 %, Peukan Bero 20 %, Indra Jaya 20 %, kecuali Kecamatan Tangse dan Mane diperbolehkan 100 %, sedang untuk Kecamatan Simpang Tiga dan Muara Tiga, diharapkan untuk tidak menanam padi dikernakan dianggap sulit memperoleh air, sedangkangkan selebihnya diharapkan dapat diseling dengan tanaman palawija,” jelas Kepala Distannak Ainal Mardiyah. (dikutip dari ww.suaranasionalnews.com) [Redaksi]

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan