Pembangian Zakat dan Pengumpulan Padi Ton

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (Qs.  Al Baqarah ayat 110)”

www.gampongcotbaroh.desa.id | Cot Baroh (12/04/2015) Jam menunjukan pukul  8 pagi masyarakat mulai berdatangan ke Meunasah untuk menunaikan zakat pertanian yaitu padi yang di terima oleh Tgk Zulkifli selaku Tgk Imam meunasah Gampong Cot Baroh pasca meninggal Tgk Usman Ali beberapa bulan yang lalu. Turud mendampingi Pj Keuchik Gampong  Cot Baroh Abdul Gani Hasan dan Sabri Nurdin selaku sekretaris Gampong yang mencatat nama-nama muzakki dan mustahiq pada hari itu Minggu tanggal 12 April 2015.

Sebagian masyarakat  telah menunaikan  zakat begitu panen usai namun juga ada baru hari ini menyerahkan di karnakan  tidak muat/cukup tempat penampungan padi zakat. hari ini masyarakat menyerahkan dan menerima bagi yag berhak.kepada  masyarakat  yang tidak sanggup membawa sendiri padi zakat dari rumah ke Meunasah  panitia telah menyiapkan satu unit becak untuk menjemput zakat.

Bismillahirrahma nirrahim nyoe zakeut loen Allah peuwajeb dalam thon nyoe 24 Naleh hukom Tgk.

(Bismillahirrahmanirrahim. Ini Zakat saya yg Allah wajibkan dalam tahun ini 24 Naleh) lafaz yang di ucapkan oleh salah seorang Muzakki pd saat menunaikan Zakat.  Zakat yang terkumpul semuanya berjumlah 669 Naleh. Setelah semua masyarakat  menunaikan zakat tak lama berselang panitia  mulai membagikan  ke tiga bagian yaitu Fakir, miski dan Amil (panitia Zakat).  Orang-orang yang berhak menerima zakat disebutkan dalam Al-Qur’an surat At Taubah ayat 60 yang berbunyi :

 إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّـهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّـهِ ۗ وَاللَّـهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Yang artinya

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Namun  Gampong Cot Baroh hanya ada tiga golangan  yang ada dari delapan golongan yang wajib menerima zakat sesuai ayat Al Qur’an. Jumlah masyarakat fakir 116 jiwa dan miskin 290 jiwa. Masyarakat fakir mendapatkan 45 Are/Jiwa atau 2 Naleh plus 13 Are. (1 Naleh = 14 Kg, 1 Naleh = 16 Are/Liter Banbu)Sementara yang miskin perjiwa mendapatkan 18 Are atau 1 Naleh 2 Are. Kemudian Abdullah  M Yusuf mengumumkan kepada masyarakat melalui pengeras suarauntuk mengambil padi zakat di meunasah dan jangan lupa membawakan karung

Alhamdulillah sedikit membantu dengan adanya padi zakat ini. kilah Abu Bakar Saidi (Apa Bu) salah satu  mustahiq dari golongan miskin pada saat menerima zakat.

Namun ada yang menarik  pembeli padi zakat sudah menanti di sudut Meunasah. Jadi setelah menerima zakat  bagi masyarakat yang mau menjualnya langsung ada yang membeli di tempat dengan harga Rp 4300/kg, langkah itu dilakukan demi memudahkan masyarakat dalam menjual padi zakat sebut Abdurrahman   Hasan (pembeli padi) yang juga di temani seorang anak kecil yang ikut membantu di timbangan.

Pada hari itu juga di lakukan pengumpulan padi untuk pembangunan Mesjid (Pade Ton) 10 kg/ kepala keluarga . sekilas tentang pade Ton. Padi yang di bebankan kepada semua Gampong dalam satu kemukiman Aron untuk membantu pembangunan Mesjid kemukiman  yaitu Mesjid Baitul izzah Aron. Setiap Gampong di bebankan 1000 kg (1 Ton) kemudian Keuchik mengumpulkan dari masyarakat 10 kg/kk.

Sekilas tentang nama-nama alat takaran  yang sering di gunakan  masyarakat Aceh dalam menakar padi  yaitu

 Naleh adalah Nama sebuah alat takaran padi yang di buat dari papan dengan bentuk peregi empat (1 Naleh= 14 Kg)

 Are adalah takaran yang terbuat dari bambu (16 Are= 1 Naleh = 14 Kg)

Penulis : Muhammad Dahlan | Photo : Safwaturrahman | Editor : Cot Baroh ICT Center

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan