Usaha Asah Batu Cincin Kian Menjamur di Gampong

Salahuddin (25) Warga Gampong Kreung Jangko membuka jasa asah batu cincin di Gampong Cot Baroh

www.gampongcotbaroh.desa.id | Cot Baroh, (26/1/2015) – Bunyi gesekan batu kecil dengan mata gerenda menimbulkan suara riuh. Banyak pasang mata yang melihat dan memperhatikannya. Batu-batu kecil itu terus diolah dan diasah hingga membentuk benda berbentuk bulat mungil dengan tampilan menarik.

Usaha asah batu cincin menjamur di Aceh, mulai kota hingga gampong. Dalam dua hari terakhir, usaha asah batu cincin sudah dijumpai di Gampong Cot Baroh.

Usaha asah batu cincin tumbuh bak cendawan di musim penghujan. Hal ini disebabkan demam batu cincin yang melanda seluruh penjuru Aceh. Warga Gampong Cot Baroh lebih memilih batu akik dari Sungai Jiem-jiem karena bahan baku mudah didapat. Bagi warga yang berpenghasilan besar, mereka lebih memilih batu yang tengah tren, yaitu giok, cempaka madu, belimbing, delima, metrik, solar, idocrase, dan sebagainya.

Awalnya, usaha asah batu cincin digeluti beberapa orang pengrajin batu cincin. Namun, sejak demam batu cincin melanda Aceh setahun terakhir ini, pengrajin dadakan tumbuh di mana-mana. Hal ini merupakan peluang bisnis dan lapangan kerja baru di Aceh.

Batu dari sungai jiem-jiem setelah di asah

Salahuddin , salah seorang pengasah batu cincin asal Gampong Kreung Jangko membuka usaha  asah batu cincin di Ulee Jembatan Gampong Cot Baroh.

Baginya, demam batu cincin telah memberikan pekerjaan baru serta membuat dirinya sibuk mengais rupiah. Dari setiap biji batu yang diolahnya, ia mendapatkan bayaran sebesar Rp 15.000 hingga Rp 30.000.

Salahuddin merupakan pengrajin dadakan yang menangkap peluang usaha asah batu cincin. Meskipun masih pemula, banyak peminat keindahan batu yang memanfaatkan jasanya. Di Aceh, demam batu cincin membangkitkan perekonomian masyarakat. [redaksi]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan