Satu Pintu Kemajuan Gampong Cot Baroh Bernama “KSU Hareukat Meugoe”

IMG_20141230_115455

KSU HAREUKAT MEUGEO

Hamparan besar digantungkan Pemerintah Indonesia untuk pembangunan di Aceh melalui Proyek Aceh Economic Development Financing Facility (AEDFF). AEDFF yang didanai dari hibah Multi Donor Fund (MDF) diharapkan mampu melahirkan model model pembangunan yang tepat untuk berkontribusi menekan angka kemiskinan melalui upaya peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan dan terbukanya lapangan kerja baru. Pemerintah mengajak sejumlah lembaga untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan harapan AEDFF.

Canadian Co-operative Association (CCA) menawarkan pengentasan kemiskinan melalui peningkatan ekonomi masyarakat berkelanjutan dengan pendekatan sosial ekonomi terintegrasi “koperasi”. Koperasi memiliki tujuan ekonomi yang jelas dan terintegrasi dengan program sosial. Koperasi salah satu solusi terbaik dalam mengentaskan kemiskinan karena mengarah pada pemetaan, kemandirian, dan berkelanjutan. Model tersebut diimplementasikan CCA bersama mitra lokalnya, Pengembangan Sosial Ekonomi Aceh (Paska Aceh) pada Proyek Ekonomi Sosial Terpadu (PESAT).

CCA memulai pendampingan masyarakat dengan 9 koperasi yang pernah didampingi CCA sebelumnya pada program SERAP. CCA melalui pesat berhasil mendampingi 1 pra koperasi, 26 koperasi primer berbadan hukum dan  1 koperasi sekunder di wilayah kabupaten Pidie dan Nagan Raya. Jumlah penerima manfaat mencapai 1.536 orang dengan perbandingan 739 laki-laki dan 797 perempuan.

Penerima manfaat Pesat adalah petani, nelayan dan pelaku usaha kecil yang menghasilkan komoditi padi, ikan air tawar, ikan laut, kepiting lunak, dan emping melinjo. Persoalan awal yang dihadapi penerima manfaat di bidang komoditi adalah teknologi produksi, permodalan, dan pemasaran.

Untuk persoalan teknologi produksi, Pesat memberikan sejumlah peningkatan kapasitas  dan transfer teknologi kepada penerima manfaat. Terkait dengan persoalan permodalan, Pesat memperkenalkan koperasi dengan institusi keuangan untuk membantu dalam permodalan modal usaha. Hasilnya sangat mengembirakan, mayoritas koperasi membayar tepat waktu dan ketergantungan pada tengkulak menurun tajam. Perkembangan yang baik ini telah membuktikan petani, nelayan dan pelaku usaha kecil bisa menjadi bankable.

Persoalan pemasaran merupakan persoalan terbesar yang dihadapi penerima manfaat. Panjangnya mata rantai pemasaran menyebabkan rendahnya harga beli komoditi yang berujung pada rendahnya pendapatan yang diterima petani, nelayan dan pelaku usaha kecil. Solusi untuk mengatasi masalah pemasaran maka koperasi primer dampingan Pesat mendirikan koperasi sekunder yaitu Koperasi Pemasaran Masyarakat Aceh (KOPEMAS Aceh). KOPEMAS Aceh diberi tanggung jawab untuk memasarkan hasil produksi anggotanya. Kehadiran KOPEMAS Aceh diharapkan mampu mempersingkat mata rantai pemasaran yang selama ini merugikan petani, sementara dari sisi program, KOPEMAS Aceh merupakan exit strategy pada saat Pesat berakhir. Saat ini, KOPEMAS Aceh telah menjadi payung bagi koperasi primer dampingan Pesat maupun koperasi primer lainnya yang berkeinginan menjadi anggota.

Koperasi Serba Usaha (KSU) Hareukat Meugoe Gampong Cot Baroh adalah koperasi primer dampingan dari KOPEMAS Aceh. Berkat dari Proyek Ekomoni Sosial Aceh Terpadu (Pesat) yang sub proyek dari Aceh Economic Development Financing Facility (AEDFF) yang didanai oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) bersumber dari dana hibah Multi Donor Fund (MDF), program Pesat sendiri dijalankan oleh Canadian Co-operative Association (CCA) yang bermitra dengan lembaga lokal yaitu pengembangan Aktivitas Sosial Ekomoni Aceh.

Koperasi Serba Usaha Hareukat Meungoe atau KSU Hareukat Meugoe sendiri didirikan pada tanggal 16 Maret 2009 di gampong Cot Baroh, kecamatan Glumpang Tiga, kabupaten Pidie dengan nomor Akte 037/ BH/ I.10/ IV/ 2009 pada Notaris  Sri Susilowati, S.H. Sampai tahun  2015, anggota koperasi sebanyak 52 anggota. Semua anggota koperasi adalah penduduk gampong Cot Baroh.

Koperasi Serba Usaha Hareukat Meugoe bergerak dalam bidang simpan-pinjam dan jual-beli hasil pertanian seperti gabah, pinang kering, dan kacang kuning dan juga menjual pupuk pertanian seperti pupuk UREA, MPK, SP, ZA dan pupuk cair organik.  Saat  ini ketua koperasi dijabat oleh Amiruddin, Sekretaris Rahmat, dan Bendahara Radiah. Dewan pengawas koperasi ketua dijabat oleh Keuchik Gampong Cot Baroh yaitu Abdul Gani Hasan dan anggota pengawas yaitu Idris Ismail dan Rahmawati Ishak.

???????????????????????????????

Pupuk Pertanian

 

Sejauh ini masyarakat gampong Cot Baroh belum begitu memahami koperasi. Gampong Cot Baroh merupakan wilayah bekas konflik. Masalah terbesar yang dihadapi adalah SDM masyarakat di bidang koperasi, pertanian, teknologi informasi dan komunikasi serta marketing yang berspektif gender, ramah lingkungan, transparansi, dan akuntabel.

???????????????????????????????

Pencampuran Pupuk

Pelatihan dan sosialisasi tentang koperasi pernah dilakukan, tapi hasilnya belum optimal. Koperasi masih dipandang sebagai usaha bisnis atau pengembangan ekonomi semata. Sebagian kecil mengabaikan pelatihan koperasi dengan alasan waktu.

???????????????????????????????

Warga Membeli Pupuk

Saat ini, warga gampong Cot Baroh sedang sibuk turun ke sawah. Mereka membutuhkan pupuk supaya padi tumbuh subur. Koperasi  Hareukat Meugoe menyediakan pupuk pertanian untuk anggota koperasi dan masyarakat. Bagi anggota atau masyarakat yang kurang mampu, diperbolehkan berhutang terlebih dahulu dan melunasinya saat panen. Atan tetapi, saat ini koperasi tidak sanggup menyediakan pupuk pertanian bersubsidi karena stoknya langka di kabupaten Pidie. Atas kondisi ini, anggota koperasi mengeluh atas kelangkaan pupuk pertanian bersubsidi. [Dari Berbagai Sumber]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan