Suka Duka Perkembangan TIK di Gampong Cot Baroh  

Gampong Cot Baroh adalah sebuah desa atau gampong yang terletak di Mukim Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie. Pada saat Aceh dilanda konflik berkepanjangan, Gampong Cot Baroh yang berbatasan langsung dengan hutan terkena imbasnya.

Suara letupan senjata api menjadi makanan sehari-hari. Banyak terjadi pembakaran rumah penduduk dan sekolah. Penduduk gampong banyak yang tewas ditembak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kejadian ini menimbulkan trauma.

Kini, seiring dengan perdamaian yang terjadi, Gampong Cot Baroh bangkit. Gampong ikut melaksanakan pembangunan secara baik dan berkesinambungan. Salah satunya dengan mempromosikan gampong melalui internet untuk menciptakan e-government gampong.

Aceh Damai MoU Helsinki

Perkembangan TIK Gampong Cot Baroh dimulai dengan merintis akun facebook, yaitu fanpage [www.facebook.com/GampongCotBaroh] pada akhir 2012. Fanpage ini berisi kegiatan masyarakat Cot Baroh, yaitu musim turun sawah, kearifan lokal, peringatan Maulid Nabi serta beberapa Pengemuman gampong. Fanpage ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Gampong Cot Baroh, yaitu banyak yang me-like. Masyarakat yang merantau ke Jakarta, Kalimantan bahkan Malaysia senang dengan fanpage ini karena mereka dapat mengakses gampong dari internet.

Berhasil dari fanpage, kami mencoba merintis akun facebook resmi gampong, e-mail, twitter hingga blog (gampongcotbaroh.blogspot.com) yang kini menjadi ilovecotbaroh.blogspot.com. Dari blogspot, pegiat TIK gampong melanjutkan ke domain, yaitu mencari domain gratis. Hal ini disebabkan tidak ada operasional serupiahpun dari pemerintah gampong/ kepala desa. Gampong Cot Baroh belum memiliki kantor desa, balai desa, dan komputer desa.

Domain gratis belum berhasil didapatkan. Hal ini disebabkan background pendidikan yang bukan murni teknik informatika. Kami hanya sedikit mengerti teknik informatika. Alhasil, kami tetap menggunakan blogspot.

Pada suatu ketika, kami tidak sengaja membuka chanel Metro TV Berita 360. Najwa Sihab membacakan berita tentang para petani di desa yang fasih memanfaatkan teknologi. Reporter Stephanie Silitonga memberikan jawaban dengan berkunjung ke kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah. Di sana, ada sebuah desa yang para petaninya fasih menggunakan internet, komputer, dan telepon pintar.

Desa yang dimaksud adalah Desa Melung di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kecanggihan dan kemajuan teknologi telah membuat kehidupan petani berubah tanpa harus mengemis uluran tangan pemerintah. Desa tersebut mempunyai wifi, laboratorium komputer, dan website desa berdomain desa.id . Desa ini menjual sayur organik secara online.

Dari berita di atas, kami iri, mereka bisa, kenapa kami tidak? Kami langsung menyimpan melung.desa.id di handphone untuk memudahkan pencarian di google. Besoknya, ketika membuka google, kami mendapatkan berita di tekno.kompas.com, 3 April 2013, desa.id adalah domain khusus untuk perdesaan.

Kami seacrhing desa.id di google, muncullah desa.web.id. Kami mencari tempat pendaftaran, mempelajari serta mencoba mengontak admin lewat facebook melalui fanpage like page desa.id. Kami mendapat respon untuk bergerak bersama-sama.

Setelah menyiapkan surat pendaftran selama tiga hari. Mengapa lama? Kami harus menjelaskan kepala keuchik (kepala desa) tentang website dan fungsinya, memperlihatkan contoh website pemkab dengan menampilkan profil daerah. Keuchik menyetujui. Kami mendaftar dan mendapatkan domain www.gampongcotbaroh.desa.id. Tiga hari berselang, website langsung aktif. Kami mendapat link, user, dan password lewat e-mail.

Berkas Pendaftaran Domain DESA.ID November 2013

Website gampong menggunakan mesin wordpress. Ini pengalaman pertama belajar platform wordpress tanpa bimbingan dari pakar TIK. Kami belajar secara otodidak bermodalkan kamputer pribadi, modem pribadi, blog, dan tentunya modal nekat.

Waktu terus berjalan, konten website harus terisi, pertama-tama adalah menyesuaikan menu sesuai ke-Aceh-an yaitu desa diganti gampong dan sebagainya. Konten terisi dan lambat laun website terus berkembang hingga mengikuti acara Konferensi Online Desa Indonesia (KODI) pada 9 Desember 2013. Kami juga mengikuti Video Konferensi 1000 Desa yang merupakan salah satu rangkaian acara di “Rembug 1000 Desa” di desa Mekarwangi, Cariu, Bogor pada 12 Maret 2014.

Kami mensosialisasi desa.id melalui sosial media dan mengajak gampong lain untuk mendaftarkan website berdomain desa.id. Hasilnya, ada beberapa gampong yang mendaftar desa.id sehingga terjalin kerja sama. Komunitas gerakan gampong membangun terlahir dari kerjasama ini, yaitu pada Minggu, 29 Juni 2014 bertepatan dengan 1 Ramadhan 1435H di Gampong Neulop, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.

16 Agustus 2014, kami mendapatkan undangan untuk tampil dalam acara dialog internaktif Mengenal IT dengan tema Gampong Online. Acara berlangsung live di TVRI Aceh pada 18 Agustus 2014. Berkat kerja sama dengan MIT (Masyarakat Informasi Teknologi) Indonesia pada akhir September 2014, kami mendapatkan undangan ke acara Festival Desa Teknologi Informasi dan Komunikasi (DesTIKa) Nasional. Acara berlangsung di desa Tanjungsari, kecamatan Sukahaji, kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Acara DesTIKa sangat berharga bagi kami. Selama ini, kami susah menjelaskan kemajuan dunia maya kepada masyarakat yang gagap TIK karena dunia maya itu tidak bisa dilihat secara langsung. Kami kerap mendapat ejekan wartawan tidak punya kantor. Hobinya foto ini, foto itu, bahkan kami disamakan dengan orang gila yang bicara tidak masuk akal. Berkat ejekan tersebut, semangat kami untuk bekarya terus terpacu. Pada acara DesTIKa Nasional, kami mendapatkan penghargaan. Artinya, kami berhasil membuktikan kepada masyarakat bahwa kegiatan kami positif.

Photo Bersama Budiman Sudjatmiko, M.Sc.,M.Phil, Pada Saat Acara DesTIKa, RTIK Gampong Cot Baroh Dua Dari Kiri (Baju ID)

Gampong Cot Baroh mendapatkan penghargaan Destika Desa.Id Awards, yaitu penghargaan untuk desa dan pemerintah daerah yang berkomitmen dan sudah terbukti mendukung penuh pemanfaatan TIK perdesaan serta menggunakan domain desa.id untuk website desa. Musyawarah tiga pihak, perwakilan Kemkominfo RI, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), dan Gerakan Desa Membangun memutuskan 10 penerima penghargaan. Kami terharu karena Gampong Cot Baroh dipanggil pertama kali pada saat penyerahan penghargaan.

Destika Desa.Id Awards

Pada acara Festival Desa Teknologi Informasi dan Komunikasi (DesTIKa) Nasional, kami berjumpa langsung dengan pegiat DESA.ID, PANDI, dan GDM. Sebelumnya, kami sering berdiskusi tentang desa atau gampong di sosial media. Kami berjumpa Budi Satrio dan warga desa Melung yang kami nonton di Metro TV, Soepriyanto, dan kawan-kawan yang sering memberikan arahan dan masukan untuk pengembangan website gampong.

Saat ini, kami sedang melakukan pendekatan dengan Kabag Santel PDE Kabupaten Pidie. Alhamdulillah, mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Tidak tertutup kemungkinan semua gampong atau desa di Kabupaten Pidie yang berjumlah 731 gampong akan memiliki website berdomain desa.id. [Redaksi]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan