Kayu Manis Komoditi Terkecil Sektor Perkebunan Gampong Cot Baroh

www.gampongcotbaroh.desa.id | Kayu manis (Cinnamomum verum, sin. C. zeylanicum) adalah sejenis pohon penghasil rempah-rempah. Masuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat beraroma, manis, dan pedas. Orang biasa menggunakan rempah-rempah dalam makanan yang dibakar manis, minuman bandrek, kanji atau ei buu (kanji Aceh).

Kayu Manis | Latin : Cinnamomum verum, sin. C. zeylanicum | Aceh : Bak Kulet Kayee Maneh

Di gampong Cot Baroh komoditi kayu manis adalah komoditi dengan produksi jumlah terkecil daripada komoditi lainnya. Dari sekian banyak kebun warga, hanya satu kebun yang ditanami kayu manis dengan luas kebun berkisar ± 5Ha. Mayoritas perkebunan warga ditanami kakou, pinang, padi ladang, melinjo, pisang, durian, dan sebagainya.

Potret perkebunan warga Gampong Cot Baroh yang ditanami pisang di kawasan perbukitan

Untuk memanen kayu manis memerlukan cara-cara khusus agar hasil panen memuaskan. Berikut ini, beberapa cara khusus yaitu memotong batang kayu manis setinggi 10 cm dari permukaan tanah.

Prosesi pemotongan kayu manis

Pangkal batang yang tersisa dibiarkan saja agar tumbuh tunas baru yang kelak bisa dipanen lagi bila cukup umurnya.

Batang, cabang, dan ranting yang dipanen dikupas kulitnya setelah dipotong sepanjang 10-110 cm sesuai keinginan.

Prosesi pengupasan kulit kayu manis

Selanjutnya, batang dibersihkan dari kotoran dan lumut dengan pisau sampai bersih dan dijemur untuk menghasilkan kayu manis yang berkualitas.

Penjemuran kayu manis setelah bersihkan

Kayu manis menyimpan beberapa manfaat yang mengejutkan, di antaranya :

  1. Mencegah Penggumpalan Darah

Cinnamaldehyde, minyak yang dihasilkan oleh kayu manis bisa mencegah darah untuk menggumpal. Berdasarkan whfoods.com, kayu manis mengeluarkan asam lemak anti-peradangan yang disebut arachidonic. Asam lemak ini kemudian mengurangi radang dan penggumpalan darah.

  1. Anti Bakteri

Minyak alami dari kayu manis juga bisa mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri pada tubuh. Karena kemampuan anti-bakteri dan mikroba ini, peneliti bahkan menjelaskan bahwa kayu manis bisa digunakan sebagai pengawet makanan tradisional yang alami.

  1. Mengontrol Gula Darah

Kayu manis mengandung antioksidan yang bisa membantu mengontrol tingkat gula darah. Kayu manis membantu proses pencernaan setelah makan dan membantu memperbaiki respon insulin pada pasien diabetes tipe-2. Satu gram kayu manis saja diketahui bisa menurunkan tingkat gula darah, triglycerides, kolesterol buruk, dan kolesterol total pada pasien diabetes. Berdasarkan whfoods.com, kayu manis juga menurunkan risiko penyakit jantung pada pasien diabetes.

  1. Meningkatkan fungsi otak

Mencium bau kayu manis diketahui bisa meningkatkan aktivitas otak. Whfoods.com juga menjelaskan bahwa bau kayu manis bisa meningkatkan proses kognitif seseorang dan membantu dalam hal berkonsentrasi, mengingat, kecepatan bekerja pada program komputer

  1. Menurunkan Kolesterol

Kayu manis mengandung kalsium, serat, dan banyak mineral seperti mangan. Untuk itu, kayu manis sangat cocok untuk kesehatan pencernaan, usus, serta melindungi dari penyakit jantung. Kayu manis juga bisa menurunkan kolesterol. Kalsium dan serat pada kayu manis juga membantu menghilangkan garam pada tubuh dan mencegah kanker usus. Tak hanya itu, serat pada kayu manis juga bisa mengobati konstipasi atau diare.

  1. Menghangatkan
    Kayu manis biasanya digunakan pada pengobatan tradisional China pada orang yang terkena demam atau influenza. Hal ini karena kayu manis mengandung zat yang membuat tubuh lebih hangat dan nyaman.

“Saat ini, hasil dari komoditi kayu manis gampong Cot Baroh sebagian dikosumsi oleh pemilik kebun dan lainnya dijual ke pasar dengan kisaran harga  Rp 20.000 per kg,” kata Pemilik Kebun. [redaksi/merdeka.com]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan