Semangat Membangun Gampong

Membangun Gampong Dengan Media

Membangun Gampong tidak mesti dengan sendok semen, cangkul dan moler, bisa juga dengan menulis, tulisan tersebut di publish ke internet dengan menyediakan sebuah website gampong yang merupakan sebuah produk positif dari keganghihan teknology informasi dan komunikasi pada saat ini.

Sangat diharapkan kepada mahasiswa tak sekadar menjadi civitas akademika saja, tapi sudah seharusnya aktif membangun desa baik lewat kuliah kerja nyata atau pun selepas luluh kuliah.

Kita harus semangat membangun gampong dengan keterbatasan dengan semangat membangun Indonesia dari Desa Membangun Aceh dari Gampong, maka disini yang paling kita butuhkan adalah sebuah teamwork yang tangguh dan solid dengan segala keterbatasan infrastuktur dan prasarana.

Kampung orang sudah jauh melangkah, semetara kita masih tertatih-tatih jauh terbelakang. “Jangan patah semangat, ayo bangkit tunjukan pada dunia bahwa Aceh bisa.”

Seperti berita yang kita kutip di nasional.republika.co.id  “Menteri Desa Resmikan E-Village Budgeting di Banyuwangi”

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja’far meluncurkan sistem penganggaran pemerintahan desa terintegrasi dalam jaringan “e-Village Budgeting” di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Ahad (7/12).

Peluncuran itu dilakukan bersamaan kegiatan Pameran Akuntabilitas Publik Banyuwangi di depan Taman Makam Pahlawan, Wisma Raga Satria, yang dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Marwan Ja’far memberikan apresiasi terhadap langkah Pemkab Banyuwangi dalam mendorong transparansi penganggaran dan pelaporan keuangan berbasis online di pemerintahan desa, karena upaya ini selaras dengan misi Kementerian Desa yang berencana meluncurkan sistem desa online pada 2015. “Rencananya ada 5.000 desa online. Jika Bupati Banyuwangi sudah melangkah lebih dulu, ini bagus,” katanya saat mengawali peluncuran dengan mengklik login pada laman Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

Menurut ia, pihaknya telah merancang ruangan khusus di kementerian untuk memonitor lebih detil pola penganggaran di setiap pemerintahan desa yang sudah mengaplikasikan laporan keuangan online. Sistem ini akan menyoroti transparansi anggaran, memastikan program pembangun di desa sesuai kebutuhan masyarakat dan menjamin penggunaan anggaran tepat sasaran.

“Sekarang eranya online, tentu kami juga memodernisasi sistem. Bahkan, kami akan tahu siapa nama kades, sekdes dan bendahara desanya,” tambah Marwan. Redaksi/nasional.republika.co.id

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan