Sekretaris dan Bendahara Gampong Bakal Berstatus PNS

SIGLI – Total Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) Kabupaten Pidie 2015 mencapai Rp 111.912.989.416 untuk 731 desa. Rincian setiap gampong mendapat Rp 75 juta untuk operasional dan jerih aparatur desa. Ini merupakan acuan berdasarkan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

Wakil Bupati (Wabup) Pidie, M Iriawan SE mengatakan selain Rp 75 juta per gampong, dari APBG itu juga akan ditambah lagi pembagian dana berdasarkan luas gampong, jumlah penduduk, terutama warga miskin dari setiap gampong itu. Semakin besar angka kemiskinan dan gampong paling jauh dari Ibu Kota kabupaten, maka akan mendapat lebih besar.

 Jumlah dana di luar Rp 75 juta per gampong ini berkisar Rp 95 juta hingga Rp 1,8 miliar per gampong. “Adapun kebutuhan dasar Rp 75 juta per gampong dikalikan 731 gampong, hasilnya Rp 54,825 miliar. Ini baru untuk kebutuhan rutin, belum termasuk anggaran pembangunan. Sedangkan anggaran pembangunan diberikan berdasarkan situasi dan kesepakatan gampong dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) gampong. Jadi, antara kebutuhan dan alokasi gampong diyakini belum cukup,” kata M Iriawan kepada Serambi Indonesia.

Didampingi Kepala Bappeda Pidie, Muhammad Adam ST MM, Wabup mengatakan sumber APBG ini dari APBN Rp 29.995.516.750, APBK Rp 79.217.472.666 dan PAD Rp 2.506.009.697. Terkait kualitas SDM pengelola APBG dikhawatirkan masih rendah, kata Wabup pada 2015 Pemkab akan melakukan bimbingan teknis untuk sekretaris desa dan bendahara. “Sekdes dan bendahara nantinya akan berstatus PNS,” katanya.

Kepala Bappeda Pidie, Muhammad Adam juga menginformasikan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pidie tahun 2013, angka kemiskinan di kabupaten itu masih tinggi mencapai 21,12 persen (85.800 jiwa) dari jumlah penduduk 453.827 jiwa. Salah satu cara untuk menekan angka kemiskinan ini, Muhammad Adam menyarankan agar masyarakat membeli atau memanfaatkan hasil rumah tangga dari dalam daerah. Misalnya penganan jajanan dari desa seperti ubi kayu, pisang.

Muhammad Adam mengakui hal ini kecil, tapi jika diberdayakan, maka besar manfaatnnya bagi masyarakat. “Sedangkan kita Pemkab juga akan terus berbuat yang terbaik untuk masyarakat Pidie,” demikian Muhammad Adam [Serambi Indonesia]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan