Pidie Menepati Posisi Kedua Penduduk Miskin di Aceh

Kepala Dinas Sosial Aceh, Bukhari mengatakan saat ini jumlah penduduk miskin di Aceh mencapai lebih dari 900 ribu jiwa. Data ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh.

Berdasarkan data BPS, kata Bukhari, diketahui Aceh Utara menduduki urutan pertama jumlah terbanyak penduduk miskin di Aceh yaitu 50.697 kepala keluarga. Sementara di posisi kedua penduduk miskin di Aceh ditempati Pidie dengan 40.165 KK, kemudian Bireuen sebanyak 33.787 KK, Aceh Timur sebanyak 25.200 KK, dan Aceh Tamiang sebanyak 18.508 KK. Jumlah total penduduk miskin di Aceh mencapai 900 ribu jiwa lebih.

????????????????????????

Salah Satu Atap Rumah Keluarga Miskin di Gampong Cot Baroh

Ia mengatakan kepada penduduk miskin ini nanti akan disalurkan kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurutnya, sistem penyaluran ini akan diberikan selama dua bulan terhitung sejak November-Desember 2014.

“Sistem penyaluran kompensasi ini akan kami lakukan usai mengadakan pertemuan dengan pihak Kementerian Sosial di Jakarta nanti. Rencananya Menteri Sosial akan mengundang seluruh Kepala Dinas Sosial se Indonesia pada 26 November 2014,” ujarnya kepada ATJEHPOST.co via telepon seluler, Banda Aceh, Jumat, 21 November 2014.

Ia mengatakan Dinas Sosial akan menyalurkan kompensasi BBM melalui kantor pos di masing-masing kecamatan di Aceh. Sementara tenaga penyalur mempergunakan jasa Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di seluruh kecamatan yang diperuntukkan bagi 355.928 kepala keluarga di Aceh.

Adapun jumlah kompensasi yang akan disalurkan kepada masyarakat ekonomi kelas rendah di Aceh adalah sebesar Rp400 ribu per kepala keluarga.

“Biaya kompensasinya akan kita salurkan sebanyak Rp 200 ribu/bulan yang diberikan kepada setiap masing-masing kepala keluarga. Pemberikan itu akan kami berikan selama dua bulan terhitung bulan November hingga Desember nanti. Jadi jumlah totalnya adalah sebanyak Rp 400 ribu,” ujarnya.

Kemiskinan adalah keadaan terjadinya ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan gambaran dari kondisi sulit seperti kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, kesehatan, kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Kemiskinan bukan hal baru, kemiskinan adalah hal umum yang menyangkut masalah ekonomi, agama, sosial, politik, dah paham-paham lainnya. Kemiskinan tidak memandang usia, mulai dari balita, remaja, orang dewasa dan orang tua. Kemiskinan terjadi dimana-mana, dikota, didesa, dan di Negara seluruh dunia.

Berikut beberapa dampak positif dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi

Dalam Bidang Pendidikan :

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Dalam bidang pendidikan, TIK banyak memiliki peranan. Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalih fasihan buku, guru dan sistem pengajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Teknologi Informasi menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang. Namun, TIK juga memiliki dampak positif dan negative terhadap kehidupan, salah satunya yang menonjol adalah di bidang pendidikan.

Dalam Bidang Pemerintahan :

  1. Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor, informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
  2. Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum, adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik, keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.
  3. Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya.
  4. Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Untuk Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja. Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on-line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan teknologi informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi hal baru dan upaya peningkatan kinerja serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance).

Dalam Bidang Ekonomi :

  1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
  2. Terjadinya industrialisasi.
  3. Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
  4. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
  5. Kemajauan ekonomi dalam bidang kedokteran mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi.
  6. Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.[http://atjehpost.co] [SR]

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan