Menurunkan Angka Kemiskinan dengan Upaya Membangun Inovasi TIK

www.gampongcotbaroh.desa.id | Kemiskinan di Indonesia adalah salah satu masalah yang telah ada sejak lama. Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun, kemiskinan di Indonesia tidak menunjukkan adanya angka penurunan yang signifikan. Indonesia perlu adanya suatu konsep penurunan angka kemiskinan yang efektif untuk mengatasi masalah yang sedang dialami ini.

????????????????????????Seperti yang kita ketahui bersama saat ini Kabuapten Pidie menepati peringkat kedua jumlah penduduk miskin di Aceh Berdasarkan data BPS, kata Bukhari, diketahui Aceh Utara menduduki urutan pertama jumlah terbanyak penduduk miskin di Aceh yaitu 50.697 kepala keluarga. Sementara di posisi kedua penduduk miskin di Aceh ditempati Pidie dengan 40.165 KK, kemudian Bireuen sebanyak 33.787 KK, Aceh Timur sebanyak 25.200 KK, dan Aceh Tamiang sebanyak 18.508 KK. Jumlah total penduduk miskin di Aceh mencapai 900 ribu jiwa lebih.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah mengenalkan dan membangun inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada masyarakat Indonesia, baik masyarakat dikota maupun masyarakat didesa.

Aplikasi TIK di seluruh sektor kehidupan masyarakat merupakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. TIK merupakan kombinasi antara Teknologi Informasi (TI) dan Teknologi Komunikasi (TK). Teknologi Informasi merupakan teknologi pemrosesan dan pengemasan informasi sementara teknologi komunikasi merupakan teknologi interaksi antara pengguna informasi melalui jaringan komunikasi. Sehingga jangkauan TIK tidak hanya terikat kepada pemograman, jaringan, dan analisa, namun TIK dapat penggunaannya dapat meningkatkan kualitas produk, produktifitas pekerja, daya saing internasional dan kualitas hidup.

Di Indonesia, pemanfaatan potensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk membantu upaya pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi masih sangat kurang. Dalam survei Indonesia menempati urutan ke-100 dalam indeks inovasi global pada 2012. Posisi ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan Singapura yang berada di urutan ke-3, Malaysia ke-32, dan Thailand ke-57.  Padahal Strategi untuk membangun inovasi TIK  dapat mempertemukan tiga pokok dalam pembangunan di Indonesia yang akan bersinergi secara padu menjadi kekuatan yang andal untuk meningkatkan kehidupan masyarakat di Indonesia.

Pertama, strategi TIK akan memantapkan komitmen nasional untuk merangkul dan memanfaatkan TIK di bawah naungan Kerangka Nasional Teknologi Informasi (National Information Technology Framework). Kedua, strategi TIK akan meningkatkan upaya mengurangi kemiskinan secara nasional sebagaimana tercantum dalam SPKN. Ketiga, implementasi strategi yang memanfaatkan pendekatan desentralisasi akan mendorong proses pengalihan peran dan tanggung jawab pemerintah pusat ke tingkat daerah.

Inovasi dalam TIK terbukti berhasil membantu secara efektif upaya-upaya mengurangi kemiskinan di negara-negara yang sedang berkembang, seperti Peru, Cina, Kepulauan Solomon, Zimbabwe, dan India. Pengalaman-pengalaman dan pelajaran yang diperoleh dari usaha serupa di negara-negara tersebut menunjukkan bahwa TIK paling efektif bila digunakan sebagai alat untuk pembangunan, menunjang strategi-strategi pembangunan yang telah dilaksanakan atau akan disusun dibanding menjadikan TIK sebagai buah hasil pembangunan.

Adapun pengoptimalan inovasi berbasis TIK dapat disesuaikan dengan empat pilar/Tonggak pengurangan kemiskinan yang telah ditetapkan Pemerintah. Antara lain direpresentasikan dalam tabel berikut.

index

Stragegi inovasi TIK untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia menempatkan kalangan miskin di teras persoalan. Sasaran-sasaran langsung dari strategi itu adalah meningkatkan pendapatan mereka dan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakses layanan masyarakat. Untuk itu, mereka cukup mengakses TIK yang diimplementasi untuk menyediakan layanan tersebut. Implementasi yang sesuai di sini berarti bahwa layanan tersebut akan :

  • Bersifat interaktif
  • Berorientasi pada pemakai
  • Sesuai dengan kebutuhan (demand driven)
  • Menggunakan bahasa yang sesuai
  • Responsif terhadap kebutuhan yang selalu berubah
  • Disampaikan melalui akses yang terpasang
  • Bersumber pada rencana pengembangan berbasis komunitas

Layanan yang digunakan akan mengedepankan keempat tonggak pengurangan kemiskinan di Indonesia, yaitu: (1) menciptakan peluang kerja; (2) memberdayakan masyarakat; (3) mengembangkan kemampuan; dan (4) menciptakan perlindungan sosial. Layanan-layanan seperti itu akan dikembangkan melalui kemitraan tiga arah antara organisasi-organisasi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umum. Pemerintah dipandang sebagai penyedia utama informasi, terutama untuk layanan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, penunjangan pertanian, dan pengembangan usaha-mikro.

Namun Pengembangan inovasi dan teknologi tersebut tentunya tidak tumbuh di ruang vakum, melainkan membutuhkan lingkungan pendukung.  Butuh strategi khusus sebagai awal langkah mengenalkan dan memberikan semangat untuk inovasi TIK kepada masyarakat sehingga tercapailah tujuan untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut. Diantaranya adalah :

  • Meningkatkan kesadaran akan manfaat TIK ke semua kalangan
  • Menyediakan kemudahan akses informasi ke semua pelosok daerah
  • Mengembangkan Kemampuan masyarakat untuk meningkatkan skill TIK
  • Membina pemimpin yang sadar TIK
  • Menggalang kemitraan dengan negara maju

Terwujudnya masyarakat yang kaya akan inovasi teknologi dan informasi Indonesia tentunya juga membutuhkan usaha keras dan komitmen yang tinggi serta kerja yang sungguh-sungguh dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan, sektor swasta sebagai mitra bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Apabila program-program yang akan dan sedang berjalan dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disepakati, kita optimis bahwa tujuan tersebut akan tercapai dan terbentuknya masyarakat informasi Indonesia yang memiliki kecakapan pada literasi informasi dan perkembangan teknologi. Saya mengajak kepada seluruh akademisi maupun intelektual untuk mendidik masyarakat kita, setidaknya menyadari pentingnya pendidikan serta keterampilan khususnya pada teknologi dan informasi yang mudah-mudahan itu semua dapat mengentaskan masyarakat kita dari kemiskinan serta mengurangi perbedaan antara kota dan daerah, dengan demikian kita harus bercita-cita dan merealisasikan terbentuknya masyarakat informasi dan mengembangkan diri dan berlanjut sebagai masyarakat yang berpengetahuan, jujur, cerdas dan kompetitif. [SR] [mhs.blog.ui.ac.id]

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan