Masyarakat Gampong Cot Baroh Memulai Musim Turun Sawah 2014 – 2015

Traktor Sedang Membajak Sawah di Blang Timu- Photo Kiriman Tgk Kamarullah Bendehara Gampong Cot Baroh

www.gampongcotbaroh.desa.id | Masyarakat Gampong Cot Baroh  Kemukiman Aron Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie Memulai Musim Turun Sawah 2014 – 2015.

Gampong Cot Baroh dengan luas lebih kurang 15,17 KM², yang terbagi kedalam tiga dusun yaitu Meuria, Anggrek dan Mulia dengan jumlah penduduk 394 jiwa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani sawah juga berkerja di kebun yang penghasilan pokoknya adalah coklat, melinjo, kayu dan beberapa hasil alam lainnya.

Musim turun sawah dimulai setelah prosesi upacara adat pembukaan sawah yang di tandai dengan khanduri blang di tingkat kemukiman yang di sebut dengan khanduri Tuu yang dilaksanakan di Gampong Bili Aron dan khandri Blang di hulu irigasi yang disebut Khandri Neulop yang dilaksanakan di Neulop Paya Raoh (red bendungan Paya Raoh) Gampong Cot Tunong dan khanduri blang ditingkat gampong masing-masing sesuai dengan lokasi (kelompok) yang bercocok tanam di sawah yang di maksud.

Prosesi Khandri Neulop yang dilaksanakan di Neulop Paya Raoh – Sumber gampongcottunong.desa.id

(blang red sawah bahasa indonesia) kini traktor pembajak sawah sedang bekerja membajak sawah warga dari blang bale ijo, blang lhok, blang timu dan blang-blang lainya sekitar Gampong Cot Baroh.

10685787_367823513375995_3228186778442599273_n

Traktor Sedang Membajak Sawah di Bale Ijo- Photo Kiriman Muhammad Warga Gampong Krueng Nyoeng

Perhitungan luas sawah di Aceh di hitung berdasarkan jumlah bibit padi yang cukup ditanami dalam satu area sawah yaitu 1 naleh terdiri dari 16 are/bambu bibit padi, 1 gantang yang terdiri dari dua are/bambu bibit padi, satu naleh setara dengan 0.25 hektar area jadi empat naleh baru sampai 1 hektar.

Harga bajak sawah tahun ini sekitar Rp 200.000 dapat membajak sawah dengan luas sawah satu naleh atau setara dengan jumlah 16 are/bambu bibit padi atau 0.25 hektar, empat naleh atau 16 are/bambu bibit padi sama dengan 1 hektar area.

Jika ada warga yang luas sawahnya hanya cukup untuk 14 are/bambu bibit padi tinggal bagikan 200.000 bagi 16 sama dengan Rp 12.500/are, Rp 12.500 kalikan 14 maka harga bajak sawah dengan luas 14 are/bambu bibit padi adalah Rp 175.000.

Pada musim tanam tahun ini identitas hujan di Gampong Cot Baroh dan sekitarnya tergolong sedang bisa memenuhi suplay air ke sawah-sawah penduduk, jika ada hujan pagi sore tidak ada hujan, jika tidak ada hujan pagi hujan di sore hari

Untuk saat ini masyarakat Gampong Cot Baroh dan sekitarnya untuk mengairi sawah memakai air dari irigasi tiro, air irigasi dari bendungan paya raoh dipakai untuk air simpanan pada saat kekurangan air ujar Muhammad Ali Husen atau lebih dikenal dengan sebutan Disly Putra warga Gampong Cot Baroh.

Neulop/Bendungan Tradisional Paya Raoh

Musim tanam padi diprediksikan dimulai bulan januari 2015 dan musim panen bulan april 2015. Musim tanan dimulai dengan prosesi upacara adat khanduri blang rah bijeh yaitu khanduri persemaian biji padi pada bulan Desember ini.

Selanjutnya upacara adat khanduri blang semula yaitu khanduri penanaman padi jika benih yang disemai sudah bisa ditanami pada awal Januari

Selanjutnya upacar adat khanduri top blang yaitu khanduri tutup sawah pertanda sawah sudah tertutup dengan hijaunya daun padi dan diakhiri dengan upacara adat khanduri keumaweuh pertanda padi sedang mengandung biji padi.

Selepas prosesi khanduri tutup sawah warga dilarang beraktifitas disawah yang berhubungan dengan padi atau sawah selama dua hari, jika ada yang melanggar maka dikenakan sangsi teguran oleh keureujen blang dan  petaka ditanggung sendiri Ujar Abu Hasan Tokoh Tuha Peut Gampong Cot Baroh. [SR]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan