Asam Sunti, Rempah Aceh Khas Pidie ala Gampong Cot Baroh

????????????????????????Ketika matahari sudah mulai menyinari bumi, asam sunti mulai di jemur di halaman Meunasah dan halaman rumah berjejeran tempat jemuran yang terbuat dari ayaman daun kelapa menjadi aktivitas sehari-hari ibu – ibu di Gampong Cot Baroh. Salah satunya Nuraini (45) Ibu tiga anak tersebut sehari-hari berprofesi sebagai petani garapan. Disetiap waktu kosong dia juga memanfaatkannya untuk mengolah asam sunti yang berasal dari pohon dari kebunya di Gampong Cot Baroh, Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie.

????????????????????????Asam sunti yang menjadi rempah ciri khas Aceh Pidie sudah hampir ditinggalkan oleh ibu-ibu rumah tangga di daerah tersebut untuk bumbu masakan. Dulu asam sunti banyak diproduksi di Pidie, tapi seiring perkembangan zaman asam sunti sudah mulai ditinggalkan. Selain harganya yang sangat murah, proses pembuatannya juga sangat lama bisa menghabiskan waktu dua bulan. “yuem that murah, ta peulaku ciet boh asam bek hana buet laen” (harga sangat murah, ya kita olah juga asam sunti dari pada tidak ada kerjaan lain)” tuturnya dalam bahasa Aceh. Memang dalam beberapa tahun ini harga asam sunti sangat murah, kalau agen membeli langsung ke rumah 3000/Kg tapi kalau dibawa ke pasar harganya 4000-5000/Kg. “hansep meu keu pangkai yuem asam, sira mantong 4000/Kg (tidak cukup buat modal harga asam, garam aja 4000/Kg)” tuturnya sambil bercerita cara pengolahannya dengan penulis.

????????????????????????Asam sunti yang masih seger di petik dari pohon, lalu dikeringkan selama 4 hari, itupun kalau cuacanya cerah, tapi kalau cuaca mendung atau hujan bisa saja satu minggu. Kadangkala ada juga yang membusuk kalau cuaca hujan terus. Asam sunti yang dijemur diatas ayaman daun kelapa, tiap sore di kasih garam biar asamnya tidak busuk dan bisa bertahan lama, pagi dijemur, sorenya di angkat dan di kasih garam terus dimasukin ke dalam tempat yang terbuat dari ayaman daun kelapa yang dibuat khusus seperti tempat bertelur ayam. Asam sunti tersebut juga bisa di ambil airnya untuk keperluan merebus ikan atau untuk pembuatan rujak. Setelah di jemur selama 4 hari, ketika asamnya sudah kering lalu di bungkus dengan plastik untuk di simpan selama dua bulan biar bisa digunakan. Kalau tidak di simpan maka asam sunti tersebut tidak bisa digunakan karena rasanya jadi berbeda.

????????????????????????Asam sunti biasanya digunakan untuk bumbu memasak kuah ikan seperti kuah asam keu’eng, kuah keumamah, kuah pliek U dan berbagai masakan lainnya. Puluhan tahun yang silam, asam sunti menjadi rempah yang sangat diminati di Pidie, proses pembeliannya bisa juga di barter dengan rempah yang lain seperti sayuran, kelapa dan garam. Hampir semua ibu-ibu di Gampong Cot Baroh mempunyai pohon asam di depan rumahnya walaupun tidak sebanyak seperti dulu. Pohon asam sudah banyak dipotong karena daunnya membuat semak depan rumah dan ada juga dipotong untuk mendirikan rumah yang baru.

???????????????????????? *Tulisan ini, sudah di ubah dari bentuk aslinya http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2013/07/12/asam-sunti-rempah-khas-aceh-pidie-572981.html

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan