Warga Tuntut Pemerintah Tuntaskan Tapal Batas

????????????????????????

Warga Gampong Aki Neugoh Sedang Menyemai Biji Tanaman di Sawah Baru

Sigli-andalas Masyarakat di dua gampong (desa), masing-masing Desa Aki Neungoh, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya dengan warga Desa Cot Baroh, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie meminta dan menuntut pemerintahnya agar segera menuntaskan tapal batas desa. Hingga kini, masyarakat di dua desa tersebut saling mengklaim wilayahnya. Kondisi ini, perlu mendapat perhatian serius.

Kedua desa tersebut yang berebut wilayah itu, terletak di pesisir selatan meliputi daerah kawasan perbukitan cukup subur. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan pekebun. Karena itu, warga desa masing-masing menginginkan pemerintahnya menuntaskan persoalan tapal batas. Sehingga, persoalan tapal batas yang disengketakan tidak menjurus warga dua desa itu ke ranah hukum.

Kabupaten Pidie Jaya, dimekarkan pada tahun 2007. Sebelumnya, kabupaten ini merupakan wilayah dari Kabupaten Pidie. Kini, masyarakat Aki Neungoh dan masyarakat Cot Baroh, saling mengklaim lahan pertanian dan perkebunan yang berlokasi di areal tapal batas yang disengketakannya.

Tidak jelasnya tapal batas ke dua desa itu, praktis menyulitkan warga masyarakat dalam mengurus surat menyurat menyangkut tanah kepemilikan. “Kami minta Pemkab Pidie Jaya dan Pemkab Pidie segera menyelesaikan masalah tapal batas antar desa Aki Neungoh dengan Desa Cot Baroh.” kata Geuchik (red-Kepala Desa) Aki Neungoh, Abdullah kepada andalas, Kamis.

Sementara Camat Bandar Baru, Muhammad Abdullah yang dihubungi andalas secara terpisah menyangkut tuntutan masyarakatnya menyebutkan, jika tapal batas tersebut telah ada tanda batasnya (Patok) antara Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Sekaligus, patok tersebut sudah merupakan perbatasan antara Gampong Aki Neugoh dan Gampong Cot Baroh. Pun begitu, katanya perlu penegasan lanjutan.

Menurut Camat, aparat Gampong Aki Neugoh telah menyampaikan persoalan itu kepada Muspika Bandar Baru, dan pihak muspika juga telah menyampaikan persoalan ini telah disampaikan kepada Pemkab Pidie Jaya maupun Pemkab Pidie. Ditambahkannya, kedua pemerintah tersebut sudah merespon persoalan tapal batas tersebut. ”Kita tunggu saja penyelesainya,”  kata Camat Bandar Baru. (DN)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan