Anggota DPRA Dapat Uang Jasa Rp 13,5 sampai 16 juta, Rumah Alm Tgk Yahya A.Wahab Penasehat Panglima AGAM Alm Tgk Abdullah Syafie “dalam kondisi memprihatinkan” setelah 9 tahun Aceh damai.

Rumah Alm Tgk Yahya A.Wahab Penasehat Panglima AGAM Alm Tgk Abdullah Syafie “dalam kondisi memprihatinkan” setelah 9 tahun Aceh damai yang berlokasi di Gampong Cot Baroh, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Bapak Abdullah Saleh Anggota DPRA pernah mengatakan di Akun Facebook Resminya Saudaraku !!! Coba perhatikan dengan seksama, endatu kita, orang tua kita pada zamannya sangat luar biasa, coba saja lihat, bagaimana para orang tua kita membangun rumah sebagai tempat tinggal, rumah yang di bangun bukan rumah biasa. selain tempat tinggal juga tempat untuk mendekatkan diri pada Pencipta, Allah yang Maha Kuasa. Rumah yang sangat indah penuh dengan nilai seni dan semua itu tersebar di gampong gampong, lalu pertanyaannya adalah apakah kita generasi sekarang jauh tertinggal dari generasi sebelumnya ataukan kita telah lupa dengan identitas kita? Apakah kita mampu mengikuti kegemilangan orang tua kita atau justru kita akan terpuruk? Rumah yang dimaksud adalah rumah adat Aceh di Gampung wisata, ayo kita lihat apa ada anggota DPRA yang mau rehab ”Rumah adat Aceh” rumah penasehat prang, jangan hanya bicara difacebook harus dibuktikan.

BANDA ACEH – Pimpinan dan anggota DPRA periode 2009-2014 akan mengakhiri masa tugasnya pada tanggal 30 September 2014. Mereka yang mengabdi penuh selama lima tahun, akan mendapatkan uang jasa pengabdian dari pemerintah yang juga kerap disebut dengan uang turun.

“Setelah kami hitung, besaran uang turun pimpinan dan anggota legislatif yang penuh mengabdi selama 5 tahun, antara Rp 13,5 – Rp 16 juta per anggota,” kata Sekretaris DPRA, A Hamid Zein kepada Serambi, Senin (9/9).

Hamid Zein menyebutkan, pemberian uang jasa pengabdian kepada anggota legislatif di akhir masa tugas, diatur dalam PP 21 tahun 2007 tentang Kedudukan, Protokoler Pimpinan dan Anggota DPRD serta Qanun Nomor 2 tahun 2007 tentang Kedudukan, Protokoler Pimpinan dan Anggota DPRA.

Hamid Zein merincikan, anggota legislatif yang kurang atau genap satu tahun bertugas, akan diberikan uang jasa pengabdian senilai satu bulan uang representasi yang diterimanya setiap bulan.

Misalnya uang representasinya yang diterimanya setiap bulan Rp 2,250 juta, maka ia akan menerima Rp 2,250 juta. Bagi yang telah mengabdi 2 tahun, akan menerima 2 bulan uang reprensentasi, tiga 3 tahun menerima 3 bulan, dan seterusnya, kata Hamid Zein.

Sementara untuk ketua dan wakil ketua nilainya yang akan diterima berbeda dengan yang diterima oleh anggota. “Uang jasa pengabdian ini, baru akan diberikan kepada pimpinan dan anggota DPRA yang bersangkutan, setelah yang bersangkutan mengakhiri masa tugasnya,” ujar Hamid Zein.

Ia menambahkan, informasi perlu disampaikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak salah dalam memahami pemberian dan besar uang jasa atas pengabdian anggota DPRA.

facebook

Sumber : Facebook

[Sumber Berita Serambi Indonesia | Judul Berita Sudah Ditambahkan dari Judul Asli ]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan