Meraup Rupiah Dari Budidaya Nilam

nilam
Nilam Aceh (Sumber : seputaraceh.com)

Ide Jitu Usaha dan Peluang usaha investasi nilam. Memang merupakan salah satu peluang usaha yang memerlukan biaya yang tidak sedikit “Tetapi bila berjalan, banyak masyarakat yang tertolong karena peluang usaha investasi nilam banyak memerlukan tenaga kerja”. Untuk perhitungan modal peluang usaha investasi nilamini yang pertama perlu diperhitungkan dari alatnya dulu. Direncanakan mau memproduksi berapa banyak minyak nilam per minggu. Setting alatnya. Dari situ kemudian diseting luasan lahan tanaman nilam yang dibutuhkan.

Contoh peluang usaha investasi nilam . Untuk kapasitas alat 200 kg dengan dua kali penyulingan sehari, paling tidak membutuhkan lahan 16 hektare. Dan bisa ditambahkan lagi peralatan sampai kapasitas 800 kg, sehingga sehari dapat menyuling 1.600 kg. “Dengan kapasitas 200 kg, minimal dibutuhkan 12 hektare lahan. Kelipatan berikutnya sama. Return dari investasi lahan dan peralatan tidak sampai dua tahun sudah kembali, walaupun harga naik turun. Untuk satu hektare lahan paling tidak biaya peluang usaha investasi nilam nya Rp 35-40 juta. Kalau sehektare ditanami 25 ribu bibit, dan rata-rata produksi–dengan penanaman yang baik– 1 kg dari 1 pohon, maka akan menghasilkan 25 ton. Harga 1 kg tanaman nilam Rp 1.000 atau berarti Rp 25 juta. Biaya lahan dan bibit kurang lebih Rp 40 juta. Berarti dua kali panen, peluang usaha investasi nilam sudah kembali modal.

Tapi untuk biaya perawatan peluang usaha investasi nilam dan sebagainya dihitung tiga kali panen atau setahun baru kembali modal. Pada tahun berikutnya sudah murni pendapatan. “Jadi setahun BEP, tapi secara linear kita anggap saja dua tahun BEP,” jelasnya. Demikian juga untuk alat, dengan tiga kali panen atau satu tahun sudah tertutup. Dengan demikian, pada lahan 16 hektare dibutuhkan biaya Rp 30 juta x 16 = Rp 480 juta. Ini anggaran untuk lahannya.

Untuk kebutuhan alat pada peluang usaha investasi nilam , 1 boiler Rp 90 jutaan. Autoklep Rp 60-70 juta. Kalau punya dua autoklep atau alat penyulingan berarti Rp 120 juta + Rp 90 juta = Rp 210 juta. Ditambah instalasi dan lain-lainnya sekitar Rp 40 juta, total Rp 250 juta. Kemudian plus anggaran lahan Rp 480 juta = Rp 700 juta. “Total anggaran peluang usaha investasi nilam tersebut tahun kedua sudah kembali. Tanaman nilam dapat hidup sampai umur tiga tahun. Tahun kedua hingga ketiga murni keuntungan,”. Tentu hasil peluang usaha investasi nilam tersebut sangat menggiurkan apalagi di tambah dengan kita bisa membatu masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

Uji Coba Penyuling Nilam (Sumber : atjehpost.com)

“Saat ini di Gampong Kayei Jatoe mukim Teupin Raya Kecamatan Glumpang Tiga sudah tersedianya mesin penyulingan minyak nilam (Ketel) milik Kelompok Tani Paya Raoh yang di uji coba perdananya oleh Masyarakat Gampong Kayei Jatoe dan turut disaksikan oleh Wakil Ketua DPP Partai Aceh sekaligus Wakil Ketua KPA Pusat Kamarudin Abubakar atau Abu Razak, anggota DPRA dari Partai Aceh Tgk Anwar Ramli, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Muliadi serta Alexandre Daniel H dari Perusahaan parfum Payan Bertrand.

Ramadhan, Ketua Kelompok Tani Paya Raoh mengatakan, ketel tersebut rencananya akan menampung penyulingan nilam yang khususnya dipasok dari Pidie dan Pidie Jaya.

“Ketel ini mampu menyuling 300 kilogram nilam per hari. Setiap penyulingan memakan waktu 6 jam,” kata Ramadhan.

Selain dari Pidie dan Pidie Jaya, pihaknya kata Ramadhan juga menampung pasokan nilam dari beberapa kabupaten lain penghasil nilam di Aceh seperti Aceh Selatan, Aceh Jaya, Aceh Besar, Aceh Tengah dan Gayolues.

“Selama ini petani melakukan penyuligan secara manual, dengan adanya mesin yang seperti ini, kita bisa menghasilkan produksi yang lebih banyak dan kualitaas yang lebih bagus.

Abu Razak yang kebetulan juga bertindak sebagai pembina dalam kelompok tani tersebut menghimbau kepada masyarakat untuk menggalakan penanaman nilam karena memang secara ekonomis sangat menguntungkan.

Di samping itu, petani kini juga memperoleh kemudahan dalam pemasaran karena adanya komitmen dari perusahaan Payan Bertrand yang siap menampung produksi minyak nilam petani.  “Kita harapkan tidak ada lagi lahan-lahan masyarakat yang terlantar,” kata Abu Razak. “

Kita bukan saja membeli, tapi kita juga membina petani,” kata Alexandre yang akrab disapa Alex. Menurut Alex, sebagai pengusaha, pihaknya juga membackup petani dengan bibit, alat dan pengawasan.”Kita kembangkan dari segi ilmu.

Menurut Alex, pertanian nilam sangat potensial dikembangkan di Aceh, karena nilam Aceh memiliki kualitas yang tinggi. Selama tiga tahun terakhir, harga nilam juga tidak pernah anjlok, selalu di atas Rp500 ribu perkilo. Namun ia menekan bahwa pihaknya lebih mementingkan mutu daripada jumlah.

“Intinya kita bukan membeli saja, tapi juga membina. Kita ikut memberi modal, tapi pelan-pelan,” kata Alex.” [dikutip dari atjehpost.co]

Facebook Comments

2 Comments

  1. Assalamualaikum tgk…
    Pue jeut neupeuhubung long tuan ngoen perusahaan payan bertrand,
    Krn long tuan na lahan 40 hektar utk penanaman nilam, termasuk ketel kana….
    Cuma long perle ikatan dgn penampung hasil minyeuk nilam, bah goet taberdayakan masyarakat setempat…
    Lokasi mbang, desa dayah seupeng, rayeuk jawa dan gampong pulo meuria, kec. Geureudong pase aceh utara…
    Lahan lain mencapai 100 ha.
    No.hp long 085373284404

Tinggalkan Balasan