Sejarah kepemimpinan di Gampong Cot Baroh

Sejarah merupakan kejadian masa lampau  yang tak boleh kita lupakan, karena tanpa adanya sejarah kita tidak akan ada pada zaman seperti sekarang ini. Oleh karena itu disini akan dibagikan sedikit  informasi tentang pengertian sejarah, fungsi umum sejarah adalah sebagai sumber pengetahuan. Sejarah (sebagai kisah) merupakan media untuk mengetahui masa lampau, yaitu mengetahui peristiwa-peristiwa penting dengan berbagai permasalahannya. Peristiwa-peristiwa yang menjadi obyek sejarah syarat dengan pengalaman penting manusia yang penting artinya sebagai pelajaran. Atas dasar itulah lahirnya motto atau slogan mengenai sejarah, seperti “sejarah adalah obor kebenaran”, “sejarah pedoman untuk membangun masa depan”, “belajarlah dari sejarah”, berikut ini kami akan memaparkan Sejarah Kepempinan Keuchik atau Kepala Desa di Gampong Cot Baroh dari masa ke masa.

  1. Periode Tahun 1900 – 1929 tidak diketahui

Tidak ada data ataupun orang yang mengetahui siapa pemimpin gampong Cot Baroh pada periode 1900 – 1929. Namun sebuah balai Gampong yang telah dibangun sejak tahun 1923 menunjukkan bahwa pada masa itu Gampong Cot Baroh di pimpin oleh Teungku Imum Gampong Cot Baroh yang namanya tidak dituliskan.

???????????????????????????????

Bale Tgk Imun Cot yang dibangun 1923

  1.  Periode Tahun 1929 – 1945 di pimpin oleh Aji Ben Ahmad

Pemerintahan Gampong Cot Baroh pada Tahun 1929 –  1945 di pinpim oleh Aji Ben Ahmad. Pada awal masa pemerintahan beliau tidak banyak dilaksanakan pembangunan dikarenakan masa tersebut masih masa penjajahan Kolonial Belanda. Segala kegiatan yang dilakukan tergantung kepada Pemerintahan Belanda. Pada tahun 1930 an Teungku Imum di Gampong beserta penduduk Cot Baroh secara swadaya membangun sebuah Meunasah Panggung yang masih ada dan di fungsikan sampai saat ini. Pada msa beliau memimpin juga telah di bangun jalan utama gampong yang dikerjakan secara gotong royong dan swadaya oleh masyarakat.

???????????????????????????????

Meunasah yang dibangun pada tahun 1930

  1. Periode Tahun 1945 – 1955 di pimpin oleh Abdullah Ibrahim

Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia pemerintahan Gampong Cot Baroh di pimpin oleh Keuchik Abdullah Ibrahim Meunasah mulai tahun 1945 – 1955. Keuchik Abdullah Ibrahim dipilih secara langsung oleh masyarakat Gampong Cot Baroh. Karena pada masa beliau memimpin Indonesia baru merdeka jadi terjadi transisi kekuasaan dari penjajah kepada Negara Republik Indonesia sehingga tidak banyak pembangunan Gesa yang terwujud dikarenakan kondisi negara yang belum stabil. Namun dalam masa pemerintahan Beliau, pelaksanaan administrasi sudah mulai berjalan dan mempunyai keberhasilan yang luar biasa, salah satu adalah beliau berhasil membuat peta gampong dengan batas – batas wilayah Gampong Cot Baroh setelah bermusyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat yang ada pada masa itu.

  1. Periode Tahun 1955 – 1985 di pimpin oleh Usman Maken

Pemerintahan Gampong Cot Baroh pada tahun 1955 s/d 1985 dipimpin oleh Keuchik Usman Maken. Pada masa pemerintahan beliau tidak banyak pembangunan yang dilaksanakan karena masa tersebut wilayah provinsi Aceh dilanda konflik dari DI TII sampai timbulnya lagi AM (Aceh Merdeka). Namun walaupun begitu Gampong Cot Baroh sempat membangun 2 unit jembatan beton yang dibiayai oleh negara melalui dana APBA.

  1. Tahun 1985 s/d 1987, dipimpin oleh Umar Ibrahim

Pemerintahan Gampong Cot Baroh pada tahun 1985 s/d 1987 dipimpin oleh Keuchik Umar Ibrahim atau masyarakat Gampong lebih mengenalnya dengan nama Keuchik Uma, dalam masa pemerintahan beliau perkembangan Gampong Cot Baroh sudah mulai maju. Mulai dari perkenalamn administrasi gampong, pelaksanaan kemasyarakatan dan juga pelaksanan pembanguna berjalan dengan baik,pada periode tersebut rasa gotong royong masyarakat masih sangat tinggi. Pada awal pemerintahan Keuchik Uma meunasah gampong setengah permanen mulai di bangun mengingat meunasah panggung (yang kemudian dikenal oleh masyarakat dengan nama Meunasah Tuha) sudah mulai rapuh. Sumber dana diambil dari swadaya masyarakat  dan dibangun di tanah wakaf milik Gampong. Pada tahun 1987 masyarakat Cot Baroh membangun sebuah sekolah dasar (SD Negeri Cot Baroh) bantuan dari Presiden RI Soeharto, dan pada awal tahun 1986 PLN masuk gampong.

???????????????????????????????

inilah meunasah setengah permanen yang di bangun pada periode kepempinan Keuchik Umar Ibrahim tahun1985 s/d 1987.

???????????????????????????????

SDN Cot Baroh

Foto0670

  1. Tahun 1987 s/d 1989, dipimpin oleh Ismail Usman

Pemerintahan Gampong Cot Baroh pada tahun 1987 s/d 1989 dipimpin oleh Keuchik Ismail Usman. Dalam periode pemerintahan beliau keadaan Gampong sangat jauh dari ketentraman dikarenakan timbulnya konflik baru antara Gerakan Aceh Merdeka yang pada masa itu disebut dengan istilah GPK oleh ABRI dengan Negara Republik Indonesia, walaupun pelaksanaan administrasi gampong berjalan dengan baik namun beliau memerintah hanya selama 2 tahun dikarenakan sering mendapat intimidasi karena dianggap sebagai pemberontak oleh GAM disebabkan bekerja kepada pemerintah Indonesia sehingga demi keamanan dirinya beliau mengundurkan diri pada awal Februari 1989. Pada masa pemerintahan beliau di bangun 2 lagi Jembatan Beton di gampong Cot Baroh dengan dana pembangunan dari APBA.

  1.   Tahun 1989 s/d 1992, di pimpin oleh Ibrahim M.Nur  

Pemerintahan Gampong Cot Baroh pada tahun 1989 s/d 1992 dipimpin oleh Keuchik Ibrahim M.Nur. Beliau adalah Keuchik  gampong yang menjabat sementara yang diangkat oleh Tuha Peut karena dia sekretaris pada saat itu,untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Keuchik terdahulu yang mengundurkan diri karena alasan keamanan. Pada masa pemerintahan beliau konflik yang terjadi semakin parah,sehinga dalam menjalakan roda pemerintahan gampong selalu mengalami kendala. Sama dengan Keuchik terdahulu dengan alasan keamanan setelah 2 tahun menjabat beliau pun mengundurkan diri karena wilayah Cot Baroh adalah salah satu basecamp para gerilyawan GAM sehingga beliau sangat sering dipanggil untuk melapor ke pos tentara. Namun pada masa pemerintahan beliau, jalan utama masuk ke Gampong Cot Baroh mengalami pengaspalan, dibangunnya lagi 1 unit jembatan beton dan talud saluran irigasi.

  1. Tahun 1992 s/d 2000, di pimpin oleh Umar Ibrahim

Setelah sempat lumpuh, roda Pemerintahan Gampong Cot Baroh, atas desakan dari Tuha Peut Gampong dan jaminan keselamatan dari TNI yang di-BKO kan di wilayah Glumpang Tiga maka pada tahun 1992 dipilih kembali Kheucik Uma (Umar Ibrahim) untuk memimpin pemerintahan Gampong Cot Baroh. Selama pemerintahan beliau cukup banyak pembangunan yang terjadi di Gampong. Mungkin pemerintah sengaja memberikan banyak bantuan pembangunan untuk meredam gelombang pemberontakan pada masa itu. Pembangunan yang terjadi pada kurun waktu pemerintahan beliau yang ke dua tersebut antara lain : Pembangunan Pagar Meunasah, Pembangunan Kilang Padi Gampong dan pengerasan jalan di setiap lorong-lorong di Gampong. Namun tetap saja banyak intimidasi yang terjadi, setelah memimpin selama 8 tahun beliau wafat.

  1. Tahun 2000 s/d 2005, di pimpin oleh Ibrahim Yusuf

Setelah Keuchik yang terdahulu meninggal, maka dipilihlah Keuchik baru oleh warga Gampong Cot Baroh dan terpilihnya Ibrahim Yusuf menjadi Keuchik Gampong Cot Baroh periode 2000 s/d 2005. Akan tetapi masa kepemerintahan beliau belum selesai beliau sudah berpulang ke rahmatullah (di tembak oleh orang tak di kenal setelah shalat Megrib di tangga meunasah) Pada masa pemerintahan beliau konflik masih belum usai, puncaknya terjadi pada tahun 2003 dimana sekolah dan rumah-rumah penduduk dibakar oleh orang tidak dikenal (tp meusoe) , pada tahun 2004 juga banyak penduduk Gampong yang hilang diculik ataupun ditembak karena dicurigai terlibat dalam pemberontakan GAM. Suasanan sangat mencekam pada masa itu, penduduk Cot Baroh selalu harus mengungsi untuk menyelamatkan diri ke Gampong tetangga seperti Krueng Jangko/Teupin Raya/Blang Drang.

10.  Tahun 2006 s/d 2009, dipimpin oleh Helmi Hasan

Pada tahun 2005 tercapai kesepakatan damai antara Pemerintah RI dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang masyarakat Gampong ketahui dengan sebutan MoU Helsinki (Filandia). Sejak saat itu suasana damai dan aman dapat dirasakan lagi oleh seluruh warga Cot Baroh dan sekitarnya dan pembangunan pun dapat terjadi secara berkesinambungan. Banyak program pembangunan yang terjadi di antaranya program PPK yang kemudian berganti nama menjadi PNPM, program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga dikarenakan mereka sendirilah yang mengurus dan mengerjakan pembangunan sehingga rasa memilikinya menjadi lebih besar. Beberapa pembangunan yang terjadi seperti pembangunan rabat beton hampir diseluruh lorong , pembangunan talud jalan, rehap jembatan beton, rehap jalan utama Gampong (pengaspalan), pembangunan talud jalan, dan pembukaan jalan baru menuju ke kebun.

 11.  Tahun 2009 s/d sekarang dipimpin oleh Abdul Gani Hasan

Sejak tahun 2009 sampai dengan sekarang Gampong Cot Baroh dipimpin oleh Keuchik Abdul Gani Hasan. Roda  pemerintahan berlangsung sangat baik, aparatur Gampong lengkap berjalan dengan sangat baik. Dengan adanya program BKPG pembangunan inprastruktur Gampong pun maju dengan pesat dan lebih maju dari sebelumnya. Dan pada saat kepemimpinan  Abdul Gani Hasan Gampong Cot Baroh memiliki website resmi http://gampongcotbaroh.desa.id/ yang di gagas oleh putra kelahiran Gampong Cot Baroh  lulusan  Politeknik Aceh aitu Safwaturrahman.A.md sekaligus pengelola website dan di support oleh Muhammad Dahlan.S.Pd.i (jan’s)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan