RamadhandiAceh | Kuliner Khas Aceh Mie Caluk Sebagai Penganan berbuka di Rumah Atau di Meunasah

mie-caluk-300x229Selain terkenal dengan mie yang biasanya disebut mie Aceh, jangan lewatkan juga untuk mencicipi spaghetti ala Aceh jika berkunjung ke daerah paling ujung pulau Sumatera ini. Jangan bayangkan spaghetti ala Aceh ini mirip dengan punya Italia, di Aceh orang menyebutnya dengan mie caluk. Sebuah nama yang unik bukan? Kuliner khas Aceh ini juga terkenal kelezatannya.

Memasak mie caluk sangatlah berbeda dengan memasak mie Aceh. Mie Aceh adalah mie lidi yang dimasak dengan bumbu khusus dan cara memasak yang sangat khusus. Bahkan sebagian penjual mie Aceh, merahasiakan resep khasnya. Guna untuk menghindari dijiplak resepnyan oleh pesaing. Namun tidaklah dengan mie caluk. Mie caluk, baik mie tepung atau mi hun, dimasak dengan cara yang sangat sederhana sekali. Hanya mengunakan rempah-rempah alami saja, seperti bawang merah, bawang putih, cabe, yang kemudian dijadikan bumbu masak. Mienya dimasak dengan cara digoreng saja dengan bumbu. Untuk kuahnya biasanya dimasak terpisah. Tinggal dibuat kuah tumis dengan bawang, cabe, tomat dan kol. Kemudian bumbu kacang disediakan juga dalam penyajiannya. Begitulah sederhananya dan tidak rumit.

mie caluk lengkap

Mie caluk biasanya disajikan dalam acara-acara sederhana. Biasanya sangat cocok sebagai penganan buka puasa di rumah atau di meunasah. Sering sekali untuk buka puasa di rumah, dengan mengundang saudara dan sanak famili lainnya, saya sendiri yang turun tangan untuk memasak mie ini di dapur. Selain itu, ada juga yang menyajikannya pada kenduri perkawinan dan juga kematian. Karena terlalu mudahnya mendapatkan bahan memasak mie ini, sehingga sering disajikan pula tanpa repot pada berbagai moment.

Bagi sebagian orang, mie caluk ini sering juga dijadikan oleh-oleh. Mereka yang melewati jalan Medan-Banda Aceh, biasanya akan mampir di Grong-grong, kabupaten Pidie. Di sinilah tempat terkenalnya mie caluk, dimana banyak sekali penjual mie caluk yang berjejer di pinggir jalan. Penjual biasanya belum membungkusnya. Ketika ada yang pesan, baru kemudian dibungkus. Pembeli bisa membeli dengan harga yang ditentukannya sendiri perbungkus. Bisa membeli dengan harga Rp. 2000 perbungkus atau Rp. 5000 per bungkus. Kemudian penjual akan membungkusnya sesuai dengan harga tersebut. Biasanya mie ini dibungkus dengan daun pisang dan pembeli juga mudah membawa pulang sebai oleh-oleh.

???????????????????????????????
Mie Caluk Grong-Grong

Entah kapan Grong-grong dijadikan base campnya mie caluk. Tapi setiap menyebutkan Grong-grong, orang sudah ingat pada mie caluk. Apalagi dengan diberitaknya seorang penjual mie caluk yang mampu naik haji, Grong-grong-pun semakin terkenal sebagai tempat penjualan mie caluk. Mungkin judul filmya tidak hanya “Tukang Bubur Naik Haji” saja, tapi bisa juga “Tukang Mie Caluk Naik Haji”.

Selain tempat khusus di Grong-grong, ada juga tempat lain untuk mendapatkan mie caluk ini. Biasanya pada bulan Ramadhan sering yang dijual di pinggir jalan pada sore hari. Di hari-hari biasa, bagi anak sekolah sangat mudah mendapatkannya di sekolah mereka. Namun, masyarakat umum ada beberapa tempat khusus di kaki lima yang menjualnya. Mereka bisa ditandai dengan adanya meja ukuran sedang tempat diletakkan barang dagangan mereka berupa mie caluk ini, sepertihalnya dijumpai jumpai di Gampong gampong dalam Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya ada warga yang membuka usaha kecil-kecilan julalan Mie Caluk untuk hari-hari biasa dan untuk Ramadhan Salah satunya di Gampong Cot Baroh sebut saja Nurmala dan Poni yang terkenal dengan sebutan Mie  Po Mala dan Mie  Poni.

10419534_362207980593301_4548010458816820209_n

Facebook Comments

1 Comment

Tinggalkan Balasan