Gampong Cot Baroh Masuk Dalam Tabloid Aceh

Gampong Cot Baroh 26 Juli 201 | Gampong Cot Baroh masuk dalam Tabloid Aceh Edisi 02 – Juli 2014 | Ramadhan 1435, berita yang dimuat tentang tradisi-tradisi unik Ramadhan di Aceh salah satunya Peutamatadaroih dan Sahur Bareng di Ganpong Cot Baroh, Tabloid Aceh halaman lima, berikut isi naskahnya.

???????????????????????? ????????????????????????

 

Peutamatadaroih dan Sahur Bareng

Oleh Salman Mardira |Tabloid Aceh

Bulan  Ramadhan di  Aceh penuh dengan tradisi unik, salah satunya adalah khanduri khatam Al-Qur’an (Dalam Bahasa Aceh di sebut khanduri peutamatadaroih). Ritual ini bentuk syukuran atas keberhasilan menamatkan pembacaan kalam Ilahi lewat tadarus bersama di malam hari selama bulan suci.

Sebagain Kampung di Pidie, khanduri khatam Al-Qur’an digelar dini hari atau berbarengan dengan waktu sahur. Seperti di Gampong Cot Baroh, Kecamatan Glumpang Tiga, Khanduri biasaya diadakan pada pekan terakhir Ramadhan.

“Kadang juga pada 17 Ramadhan bertepatan dengan Nuzul Qur’an, kalau Qur’an khatam pada saat itu,” kata  Helmi Hasan, Mantan Kepala Desa/Keuchik Gampong Cot Baroh beberapa waktu lalu.

Selepas tarawih, warga di kampung itu rutin menggelar tadarus bersama di meunasah hingga jelang subuh. Mereka duduk melingkar, membaca bergiliran ayat-perayat Qur’an lewat pengeras suara. Saat yang satu membaca, yang lain menyimak. Warga biasanya suka rela menyumbang makanan dan minuman agar para petadarus melek sampai subuh.

Tadarus bersama pada bulan Ramadhan menjadi tradisi turun temurun di Aceh. Membaca Al-Qur’an di bulan suci diyakini pahalanya berlipat ganda. Sehingga di malam hari, mesjid dan meunasah tak pernah sepi dari aktifitas tadarus yang dilakukan laki-laki dewasa maupun remaja.

Alunan  orang mengaji terus terdengar lewat corong pengeras suara di kampung-kampung sepanjang malam. Cukup menetramkan jiwa, uniknya lagi, saat masuk waktu sahur, di sela tadarus mereka membangunkan orang lewat pengeras suara. Dulu, beduk menjadi andalan yang dipukul secara bergantian.

Kalau Al-Qur’an sudah khtam, digelar kenduri. Di Cot Baroh, kenduri khatam berlangsung meriah, kaum lelaki tau maupun muda berbondong-bondong ke meunasah untuk menyatap hidangan yang disumbangkan suka rela dari rumah-rumah. Khusus sahur, mereka akan makan bersama-sama di meunasah sampai waktu imsak.

Pada malam hari, biasanya kaum perempuan di setiap rumah menyiapkan makanan plus aneka lauk pauk, utuk  dibawa ke meunasah dalam bentuk idang atau baki jelang dini hari. Lauknya berupa ikan dan daging dimasak spesial hampir serupa tradisi maulid.

Proses kenduri diawali dulu dengan doa dan zikir bersama dipimpin teungku imum atau tetua kampung, selanjutnya ditutup dengan makkan bersama serta shalat subuh berjamaah di meunasah. “Adat ini tidak boleh hilang, jadi tiap bulan puasa selelu ada,” Ujar Helmi.

10516673_362174310596668_7942901221513977168_n
Petua Gampong sedang Membagikan nasi kenduri, photo by Disly Putra
10426888_1438964613032073_8402302990696329236_n (1)
Sedang Tadarus, Photo By Nurida
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan