Ketupat Vs Timphan

????????????????????????

Ketupat atau kupat adalah hidangan khas  Asia Tenggara maritim berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa (janur) yang masih muda. Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran Idul Fitri, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa.

Akan tetapi berbeda dengan Aceh, Karena Aceh memiliki makanan khas tersendiri untuk Lebaran Idul Fitri  yang dinamakan dengan timphan. Timphan adalah kue/hidangan khas Aceh disaat Lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha, Timphan ini di buat 1 atau 2 hari sebelum lembaran dan daya tahannya bisa mencapai lebih kurang seminggu. Timphan adalah menu hidangan utama buat tamu yang berkunjung kerumah saat lebaran.

tuhoe-10-tameh-timphan-detik.com-Eka-Septia

Bagi orang Aceh, baik yang berada di Aceh maupun di luar Aceh, tiada yang tidak mengenal kue/adonan yang satu ini. Timphan yang merupakan makanan lembek berbalut daun pisang muda ini yang paling terkenal adalah timphan rasa srikaya. Sebelum menjelang lebaran bisanya ibu-ibu sudah menyiapkan daun pisang muda baik memetik di kebun atau beli di pasar.

Saking terkenalnya Timphan ini di Aceh, sehingga banyak ungkapan/pribahasa dengan kata Timphan diantaranya yaitu uroe goet buluen goet timphan ma peugoet beumeuteme rasaî (Hari baik bulan baik Timphan ibu buat harus dapat kurasakan).

Resep Membuat Timphan

Bahan-bahan yang dibutuhkan
•    250 gr pisang raja yang sudah dihaluskan
•    1 sdm air kapur sirih
•    2 sdm santan kental
•    1/4 sdt garam
•    200 gr tepung ketan

Isi Timphan :
•    2 butir telur
•    50 ml santan kental
•    ½ sdt terigu
•    50 gr parutan kelapa muda (halus)
•    ¼ sdt Vanilli
•    1 lembar daun pandan
•    25 gr nangka yang sudah matang (dicincang)
•    100 gr gula pasir

Cara Membuat Timphan:

1.    Pertama, campurkan bahan-bahan yang sudah disiapkan untuk kulit yaitu tepung ketan, pisang, santan, air kapur, dan garam. Campuran bahan-bahan ini akan digunakan untuk kulit Timphan.

2.    Campurkan telur dan gula hingga terasa kental, bisa menggunakan mixer atapun diremas-remas menggunakan tangan. Kemudian tambahkan santan kental serta tepung terigu sambil diaduk. Nangka yang sudah dicincang kecil menjadi bahan campuran selanjutnya, diteruskan dengan kelapa muda dan daun pandan untuk memberikan aroma wangi. Belum selesai sobat, setelah campuran di atas terlihat kental, jangan lupa masukan Vanili, aduk hingga merata dan biarkan hingga matang.

3.    Persiapkan untuk proses terakhir, yaitu melapisi daun pisang yang sudah dipotong-potong dengan minyak, kemudian letakkan adonan kulit yang sudah dibuat (tipis saja), setelah itu masukkan adonan untuk isi di langkah ke-2, lalu gulung. Setelah selesai digulung, kukus dalam waktu kurang lebih 10 menit untuk mendapat tingkat kematangan yang ideal.

 

 


 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan