7 Tradisi unik di Indonesia Menyambut Bulan Ramadhan

Tanpa terasa dalam hitungan beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Selama sebulan penuh kita akan menjalani ibadah puasa. Di beberapa daerah di Indonesia ada tradisi khusus yang dilakukan ketika akan memasuki bulan Ramadhan. Yuk kita lihat tradisi-tradisi unik tersebut :

1. Makmeugang (Meugang) – Aceh

Salah satu tradisi masyarakat Aceh dalam menyambut bulan puasa adalah melaksanakan pemotongan hewan pada satu atau dua hari sebelum bulan puasa. Tradisi pemotongan hewan ini dalam masyarakat Aceh dikenalsebagai meugang atau makmeugang. Nyaris, pada hari meugang, menjadi “kewajiban” budaya bagi orang Aceh ada daging sapi/kerbau di rumahnya sebagai santapan utama pada hari permulaan bulan Ramadhan. Meugang dalam tradisi masyarakat Aceh adalah meyembelih beratus bahkan ribuan ribu ekor lembu, kambing atau karbau bahkan ayam dan bebek dikorbankan.

Dalam tradisi masyarakat Aceh, Tradisi turun temurun tradisi ini dilakukan satu hari menjelang hari menyambut Ramdhan dan perayaan Idul Fitri serta Idul Adha.terdapat tiga kali momentum meugang dalam setahun, yaitu meugang puasa, meugang uroe raya puasa (menjelang hari raya ‘Idul Fitri) dan meugang uroe raya haji (menjelang hari rayaIdul Adha). Khusus meugang uroe raya haji tidak sesakral meugang puasadan meugang uroe raya puasa. Sebab, keesokan harinya (selama empat hari berturut-turut) akan ada pemotongan hewan oleh orang-orang kaya untuk dibagikan kepada fakir miskin melalui kewajiban ibadah qurban.

Pada hari-hari biasa, tak banyak masyarakat mendatangi pasar. Tapi, dua hari menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha, dulu warga ramai-ramai datang ke pasar, sehingga ada istilah makmu that gang nyan (makmur sekali pasar itu). Maka, jadilah makmeugang. Tapi, seiring perkembangan bahasa kata itu menjadi meugang. Meugang dianggap punya nilai religius karena dilakukan pada waktu-waktu yang dianggap suci bagi umat Islam. Bagi masyarakat Aceh, Ramadhan dianggap bulan untuk menyucikan diri. Masyarakat Aceh memegang teguh kepercayaan bahwa nafkah yang telah dicari 11 bulan dinikmati selama Ramadhan sambil beribadah. Menurut kisah, pada awalnya meugang itu dilakukan pada masa Kerajaan Aceh. Waktu itu, Sultan memotong hewan dalam jumlah banyak dan dagingnya dibagi-bagikan gratis kepada rakyat sebagai bentuk rasa syukur kemakmuran dan terima kasih kepada rakyatnya. seperti dalam lagu Aceh di bawah ini

2. Balimau – Sumatera Barat

Beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadhan, masyarakat Padang, Sumatera Barat akan melakukan tradisi Balimau. Tradisi Balimau ini adalah tradisi yang sudah turun-temurun dilakukan. Balimau sendiri adalah acara mandi bersama atau di tempat permandian untuk membersihkan diri sebelum menjalani ibadah puasa. Esensi dari tradisi ini adalah untuk kesiapan lahir dan batin orang bersangkutan untuk memasuki bulan suci Ramadhan.

3. Jalur Pacu-Riau

Tradisi jalur pacu adalah tradisi menjelang lebaran yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Riau. Tradisi ini mirip dengan lomba dayung. Masyarakat akan tumpah ruah untuk menyaksikan tradisi jalur pacu yang dilakukan di sungai dengan menggunakan perahu tradisonal. Tradisi jalur pacu akan ditutup dengan tradisi “Balimau Kasai” yang adalah tradisi menyucikan diri dari menjelang matahari terbenam.

4. Nyorog- Betawi

Nyorog adalah tradisi menjelang ramadhan yang dilakukan oleh Suku Betawi. Ketika akan memasuki bulan Ramadhan keluarga yang usianya lebih muda akan mendatangi keluarga yang lebih tua dan membawakan bingkisan yang berisi sirup, gula, atau minyak. Tradisi seperti sebuah peringatan untuk memasuki bulan suci.

5. Mungguhan-Sunda

Berkumpul bersama, saling bermaaf-maafan sambil menikmati sajian makanan bersama keluarga, teman, atau saudara adalah tradisi yang umum dilakukan menjelang bulan Ramadhan. Dalam tradisi Sunda hal ini dinamakan mungguhan. Maksud dari tradisi ini adalah silahturahmi menjelang bulan suci.

6. Dugderan-Semarang

Tradisi dugderan adalah tradisi menjelang bulan Ramadhan yang datang dari Semarang. Menjelang masuknya bulan Ramadhan masyarakat Semarang akan melakukan tradisi dugderan yang sekilas mirip dengan pesta rakyat. Dalam tradisi ini ada tari japin, arak-arakan (karnaval), serta terakhir penabuhan bedug oleh walikota Semarang. Puncak dari acara ini adalah pengumuman awal puasa oleh.

7. Padusan-Boyolali, Salatiga, Yogyakarta

Mandi bersama atau berendam di sumur dan mata air yang dianggap keramat adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh masayarakat di Boyolali, Salatiga, dan Yogyakarta. Inti dari tradisi ini sendiri adalah untuk membersihkan diri menjelang datangnya bulan Ramadhan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan