Pentingnya Membangun Portal Website Gampong

Gampong Cot Baroh – Membangun portal website di Gampong merupakan faktor penting dalam usaha mewujudkan Kemandirian Gampong. Animo warga Gampong yang semakin tinggi terhadap keberadaan internet Gampong patut di apresiasi sebagai hal posistif dalam menyambut era teknologi informasi. Keberadaan website – website Gampong yang sudah berhasil dibangun secara swadaya, mampu memberi warna baru dunia internet di Indonesia. Pada Saat ini jumlah website gampong / desa hampir mencapai angka 1000. Angka ini cukup fantastis karena sebagian besar mereka mampu mengelola web justru berasal dari daerah yang tidak memiliki akses internet yang bagus. Untuk sekadar mengunggah konten, mereka susah payah mencari titik akses di kota terdekat atau menggunakan modem GSM. Dahsyatnya, Gampong-gampong itu justru mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi warganya berkat promosi dan pemasaran potensi unggulan gampong secara online melaui portal gampong yang menggunakan berbagai macam bentuk aplikasi media mulai dari jejaring sosial media facebook, aplikasi web blogspot dan wordpres bahkan sampai menggunakan domain or.id, org dan dot.com

1520806_1446728482217424_1851302595_n
Anak-anak Gampong Cot Baroh sedang asyik mengeperasikan perangkat komputer laptop di Kantor Relawan Tik Gampong Cot Baroh

Untuk menampung animo Warga Desa / Gampong yang semakin tinggi sekarang sudah di sediakan domain Nasional tingkat dua (DTD) baru “desa.id”. Domain itu akan digunakan oleh entitas Desa yang belum memiliki domain internet sendiri yang di peruntungkan  khusus untuk Desa Sebutan lain Se Indonesia (Kampung, Gampong, Nagari, Banjar dll) karena Desa sebagai Pemerintah terkecil tidak bisa menggunakan domain  go.id. Domain desa.id ini diusulkan oleh Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN) dan Gerakan Desa Membangun (GDM).

904759_585038918181890_1699538798_o
Peluncuran Domain Desa.ID pada tanggal 30/04/13 dan pada tanggal 1 Mei 2014 genap 1  tahun Domain Desa.id

Untuk saat ini pengguna desa.id  sudah ada sekitar = 700-an = 1 % dari total jumlah Desa Indoneisa dan untuk Aceh baru ada empat Gampong yang menggunakan domain desa.id diantaranya Gampong geucei Kaye Jato Kota Banda Aceh, Gampong Cot Baroh Pidie, Gampong Cot Seunong Aceh Besar, Gampong Cot Tunong Pidie.

Untuk Gampong di Pidie di Pelopor oleh Gampong Cot Baroh, Sebuah Gampong bekas konflik di Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Lewat website sederhana dengan modal rasa keingintahuan dari salah seorang pemuda Gampong Cot Baroh moncoba merintis website gampong dengan blogspot dan blogspot itu pun berkembang hingga memiliki website dengan domian desa.id  http://gampongcotbaroh.desa.id/ beragam informasi Gampong di publikasikan secara runtin . Ada Jurnalis Warga “ Suara Masyarakat Susah”. Kearifan Lokal “ Upacara Kanduri Blang dan Peringatan Maulid”, potensi Gampong Kakao, Pinang dan bergam hasil perkebunan lainnya. Dampaknya, komoditas gampong itu tak sekadar diketahui oleh warga setempat tapi juga para pelaku ekonomi di daerah lainnya.

1186874_319623891518377_842599525_n
Warga Gampong Cot Baroh sedang mengeringakan gabah yang baru di panen dari persawahan sekitar Gampong Cot Baroh

Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan internet merupakan media yang tren penggunanya terus meningkat setiap tahun. Pada 2013, ada 82 juta penduduk Indonesia menjadi pengguna internet. Pada tahun 2014 ini, APJII memprediksi ada 107 juta pengguna internet dan pada 2015 ada 138 juta pengguna. Jumlah itu merupakan pangsa pasar potensial yang sangat besar bagi pemasaran produk-produk unggulan gampong.

Hal itu menunjukkan keberadaan website gampong memiliki hubungan yang erat dengan tata kelola gampong. Keberadaan website gampong tak sekadar sebagai media untuk menyebarluaskan informasi (infomobilisasi) dari gampong tapi juga untuk mendorong tumbuhnya para pelaku ekonomi dan pemasaran produk unggulan di gampong (mobilisasi sumberdaya). Bila tren di sejumlah gampong itu mampu direplikasi oleh gampong-gampong lainnya, maka bukan hal yang mustahil apabila 5-10 tahun ke depan, gampong mampu menjadi garda depan pertumbuhan ekonomi nasional.

Gampong memiliki prasyarat paling lengkap untuk memimpin gerakan pertumbuhan ekonomi nasional. Mereka memiliki rantai produksi barang dan jasa yang didukung oleh sumberdaya manusia dan alam sekaligus. Ambil contoh, untuk produksi aneka kerajinan Rotan para pengrajin di Gampong Ie Mirah tak kebingungan stok bahan baku karena tanaman Rotan masih  tumbuh subur di hutan gunung mereka. Hal itu merupakan anugrah terbesar yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada gampong. Bila warga gampong mampu mengelola semua aset itu, meminjam bahasa Vicky,konspirasi kemakmuran dan kudeta labil ekonomi akan menjadi miliki gampong. Gampong akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang memiliki fondasi sangat kuat.

Untuk mendorong gampong menjadi basis-basis ekonomi membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas. Kondisi gampong saat ini sudah berada dalam titik pendulum paling bawah dalam sejarah akibat praktik pemiskinan yang dilakukan oleh negara (baca: pemerintah). Kebijakan pembangunanisme (developmentalism) menempatkan gampong pada posisi marjinal, bahkan gampong-gampong acapkali dikorbankan untuk mengamankan mega proyek pembangunan pemerintah. Akibatnya, perekonomian nasional sangat rapuh saat menghadapi badai krisis moneter. Sayang, alih-alih memperkuat fondasi perekonomian gampong, pemerintah memfasilitasi perampokan triliun uang rakyat oleh segelintir orang atas nama penyelamatan ekonomi, seperti kasus BLBI maupun Century.

Agar tidak mengulang sesat pikir pembangunanisme, perekonomian desa harus lahir dari kreativitas para pelaku ekonomi gampong dalam mengelola sumberdaya secara arif dan berkelanjutan. Pertumbuhan perekonomian di gampong  merupakan cerminan dari daya cipta, karsa, dan inovasi warga yang tinggal di gampong. Di sinilah, warga gampong perlu memiliki ruang belajar kolektif untuk mengembangkan kapasitas, membuat model, dan melakukan ujicoba atas gagasan dan praktik perekonomian yang tengah mereka lakukan.

Untuk menguatkan fondasi perekonomian gampong, pendekatan infomobilisasi sukses mendorong pengarusutamaan isu-isu gampong. Berkat dukungan teknologi informasi dan komunikasi, isu warga wilayah gampong secara perlahan bergeser dari pinggiran menuju arus utama. Tapi, tren tersebut belum dibarengi dengan cara pandang baru tentang gampong, bahkan suara gampong acapkali menguatkan cara pandang arus utama. Di sinilah, pemikiran Antonio Gramsci tentang hegemoni mampu melukiskan situasi yang terjadi di wilayah gampong. Warga gampong belum mampu menawarkan diskursus tandingan, bahkan mengamini diskursus lama yang terbukti menyebabkan mereka terpuruk dalam dunia keterbelakangan dan kemiskinan.

Dukungan kebijakan yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi gampong untuk mengembangkan basis-basis perekonomi mutlak diperlukan. Secercah asa masih tersisa dalam  Undang-Undang (UU) Desa. Sayang, UU Desa sempat diplintir sebagai UU Pemerintah Desa sehingga keterlibatan warga gampong sangat minim dibanding para elit gampong (baca: Keuchik). Berkat kerjakeras dan kerja cerdas dari warga gampong yang aktif dan para Keuchik yang tercerahkan, maka UU Desa mampu diselamatkan dari kungkungan kepentingan elit dan mengakomodasi kepentingan warga gampong.

Pendekatan mobilisasi sumberdaya mendorong praktik infomobilisasi menciptakan peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Perekonomian gampong tumbuh akibat para pelaku ekonomi gampong mampu mengemas gagasan dan kreativitasnya menjadi gagasan kolektif publik. Publik bisa menerima produk-produk unggulan gampong sehingga jaringan pemasaran maupun produksi semakin luas. Pada situasi itu, gampong akan berubah menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang kokoh. Jadi, betapa pentingnya membangun Portal Website di sebuah Gampong !

[Gampong Cot Baroh]-[ 62institute.com]

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan